bernasnews – Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Koordinator Wilayah (Korwil) Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY dilaksanakan di SD Negeri Karangjati, Selasa (12/5/2026) . Dihadiri oleh Korwil Kapanewon Ngaglik Ismartiningsih, S.Pd., M.Pd., Pengawas SD Susy Ernawati, S.Pd., M.Pd., Pengawas PAI, Dra. Fitriyah Rohmatin, M.Si., Ketua K3S Suharyati Asih Minarni, S.Pd. dan Kepala Sekolah SD/MI se Kapanewon Ngaglik
Dalam rapat koordinasi kepala sekolah tersebut Pengawas SD menyampaikan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jenjang SD dan SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Informasi kedinasan lain disampaikan juga oleh Korwil Kapanewon Ngagik, Pengawas PAI, dan Ketua K3S Kapanewon Ngaglik. Selain itu, wartawan dan pegiat literasi Y.B. Margantoro juga menyampaikan materi tentang pentingnya literasi di sekolah.
PENGEMBANGAN POTENSI MURID
Kepala SD Negeri Nglempong Patna Sustiwi dalam sesi literasi sekolah mengemukakan, sekolahnya merupakan salah satu sekolah unggul, terakreditasi A, yang berada di wilayah Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Saat ini murid sekolah ini berjumlah 313 orang anak terdiri dari 155 orang murid putra dan 158 orang murid putri.
“Pengembangan potensi murid dilakukan dalam bidang akademik dan non akademik melalui layanan kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan karakter. Dengan pendidik yang kompeten SD Negeri Nglempong siap menjadi tumpuan harapan pengembangan potensi murid menjadi generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” kata Patna.
Kepala SD Negeri Banteran 1 Ngaglik R. Endang Suratmini mengatakan, sekolah yang dia pimpin berada di dalam perkampungan dan memiliki siswa 131 orang anak. Sekolah ini dibimbing oleh bapak ibu guru dengan kwalifikasi sarjana, mayoritas muda dan pandai IT. Beberapa siswa didukung oleh orang tua sering mengikuti kompetisi mata pelajaran antara lain Sains, Matematika, Bahasa Indonesia sampai tingkat nasional.
“Ekstrakurikuler di SDN Banteran 1 sesuai dengan bakat minat siswa yaitu bulu tangkis, renang, melukis, seni tari dan bola voli. Kerjasama sekolah dengan orang tua dan masyarakat terjalin dengan baik. Hampir segala kegiatan di sekolah selalu didukung,” kata Endang.
Kepala SD Sardonoharjo 1 Ngaglik Sriningsih, S.Pd.SD mengatakan, sekolahnya terletak di Jalan Pandanaran Candi Dukuh, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Berdiri pada tahun 1962. Jumlah murid 164 orang. Guru Tenaga Kependidikan ada 11 orang. Program sekolah intra kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler. Program unggulan ekstrakurikuler menari, karawitan, bola voly, dan TIK. Menari meraih Juara Harapan 1 FLS3N Kapanewon Ngaglik. Menulis cerita meraih Juara Harapan 3 FLS3N Kapanewon Ngaglik. Sekolah ini memiliki gedung perpustakaan.
Selanjutnya SD Negeri Rejosari, menurut kepala sekolah Tri Widaningrum, beralamat di Jalan Rejosari, Sarsonoharjo,Ngaglik Sleman 55581. Belajar yang baik adalah belajar ilmu dunia dan agama. Belajar ilmu agama mencakup sholat duha setiap hari kecuali hari Senin dan mujahadah siswa dan wali siswa hari Jum’at pertama setiap bulan. Untuk ilmu tambahan ada kegiatan ektra kurikuler diantaranya pramuka, BTAQ, pramuka, karate, dan menari.
Di SD N Rejosari juga ada kerjasama dengan lembaga lain seperti : Komite untuk mendukung jalannya pembelajaran, OISCA untuk penghijauan dan lingkungan, Kejaksaan Negeri Sleman untuk penyuluhan hukum, mendapat pendampingan dari Kemenag untuk kegiatan BTQ / TBQ setiap hari Senin dan Kamis oleh KUA Ngaglik. Motto sekolah ini adalah SD Rejosari Asri, Istimewa, Jaya jaya!
SEKOLAH TERTUA
Kepala SD Negeri Ngebelgede 1 Yuyud Pujiarto mengatakan, sekolahnya merupakan salah satu sekolah dasar tertua di Kapanewon Ngaglik yang memiliki karakter kuat sebagai sekolah berbasis budaya, karakter, dan kepedulian sosial. Berlokasi di lingkungan pedesaan yang asri dengan luas area sekitar 2.000 m², sekolah ini hadir sebagai pusat pendidikan yang ramah anak, religius, dan dekat dengan masyarakat.
Sekolah memiliki 111 orang murid dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pembelajaran abad ke-21. Guru-guru telah mampu menerapkan pembelajaran berbasis projek, penggunaan media digital, serta pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan murid secara holistik.
Keunggulan SD N Ngebelgede 1 terletak pada budaya sekolah yang sangat kuat dan konsisten. Berbagai program pembiasaan seperti budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), Gerakan Literasi Sekolah, sholat berjamaah, Jumat sehat, Jumat bersih, hingga penggunaan busana Jawa dan bahasa Jawa pada Kamis Pon menjadi ciri khas sekolah dalam membentuk karakter murid yang disiplin, santun, religius, cinta budaya, dan peduli lingkungan.
Selain unggul dalam pendidikan karakter, sekolah juga aktif mengembangkan minat dan bakat murid melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler yang kreatif, inovatif, dan berbasis life skill. Murid tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan sosial, kepemimpinan, kemandirian, literasi, serta kesiapsiagaan bencana.
Sebagai sekolah yang berada di wilayah rawan bencana lereng Gunung Merapi, SD N Ngebelgede 1 memiliki potensi unggulan sebagai Sekolah Peduli dan Tanggap Bencana melalui kerja sama dengan BPBD dan Satgas Kelurahan. Program simulasi bencana, edukasi keselamatan, dan pembentukan karakter tangguh menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki sekolah lain.
Kemitraan sekolah juga sangat luas dan aktif, melibatkan Puskesmas, Bank Sleman, Dinas Perpustakaan, Koramil, Polsek, BNN, serta Gerakan Pramuka. Kolaborasi ini memperkuat kualitas layanan pendidikan, kesehatan, literasi, nasionalisme, dan pengembangan karakter murid.
Kepala SD Negeri Minomartani 2 Ngaglik Shinta Wulandari Irawan mengemukakan, sekolahnya mungkin tidak berdiri dengan bangunan yang paling megah. Jumlah muridnya pun belum banyak. Ada bagian-bagian sekolah yang masih terus dibenahi sedikit demi sedikit.
“Namun, setiap pagi, sekolah ini selalu dipenuhi oleh sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu semangat, harapan, dan orang-orang yang percaya bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan. Di sekolah kecil ini, kami memiliki guru-guru muda yang datang dengan energi besar dan hati yang tulus. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga merawat mimpi-mimpi anak-anak. Mereka hadir dengan ide-ide segar, dengan keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah,” kata Shinta.
Halaman sekolah yang luas mulai ditata bersama melalui gerakan DMIRO Green Move. Sekolah menanam pohon, membersihkan lingkungan, dan menciptakan ruang yang lebih hijau dan nyaman. Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi rumah kedua yang harus membuat setiap anak merasa senang untuk datang setiap hari.
“Dari gerbang sekolah, kami juga mulai menanamkan kebiasaan baik melalui Zona Kedatangan. Di sana, anak-anak belajar bahwa datang tepat waktu adalah bentuk tanggung jawab. Setiap bulan, tiga siswa yang paling konsisten datang lebih awal kami beri apresiasi sebagai Student of the Month. Sebuah penghargaan sederhana, tetapi penuh makna.
SD N Minomartani 2 mungkin belum sempurna. Namun, kami percaya bahwa sekolah yang baik tidak diukur dari seberapa megah bangunannya atau seberapa banyak jumlah siswanya. Sekolah yang baik adalah tempat di mana setiap anak disambut dengan hangat, dibimbing dengan sepenuh hati, dan tumbuh dengan bahagia. Dan itulah yang terus kami usahakan, setiap hari, di SD N Minomartani 2,” kata Shinta.
INOVASI PEMBELAJARAN
Kepala SD Negeri Selorejo Delmondo Gilang Nugraha, S.Pd mengemukakan, Sneloverse merupakan tim inovasi pembelajaran sekolah ini yang lahir melalui partisipasi dalam ajang Hackathon Rumah Pendidikan tahun 2025. Kegiatan tersebut mendorong guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Dari momentum tersebut, Sneloverse mulai merancang dan mengembangkan gim edukasi sebagai solusi pembelajaran yang interaktif dan bermakna.
Tim Sneloverse terdiri atas tiga guru yang diketuai oleh Duria Fikasari, S.Pd. Anggota tim terdiri dari Dwi Arianti Suryo Utomo, S.Pd. dan Arief Mutdihan Nindias, S.Pd. Tim ini mengembangkan gim edukasi dengan memanfaatkan platform Canva dan Gemini AI.
Dari proses pengembangan tersebut lahirlah dua gim edukasi, yaitu Aksi Wali Kota Cilik Peduli Lingkungan dan Pasar Monopoli Bilangan. Gim Aksi Wali Kota Cilik Peduli Lingkungan dikembangkan menggunakan Canva dengan fokus pada pembelajaran IPAS melalui simulasi pengambilan keputusan berbasis permasalahan lingkungan. Sementara itu, Pasar Monopoli Bilangan dikembangkan dengan bantuan Gemini AI untuk mendukung pembelajaran Matematika melalui aktivitas numerasi yang kontekstual dan menyenangkan.
Inovasi yang dikembangkan tim Sneloverse mengantarkan mereka masuk ke 10 besar finalis Hackathon Rumah Pendidikan. Saat ini, kedua gim masih dalam tahap revisi dan penyempurnaan. Proses ini dilakukan agar gim lolos kurasi dan dapat dimanfaatkan melalui Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.
“Ke depan, Sneloverse berkomitmen untuk terus mengembangkan gim edukasi dan bahan ajar inovatif lainnya. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi murid di SD Negeri Seloharjo, tetapi juga bagi guru dan murid di berbagai sekolah di Indonesia. Selain itu, inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik, mudah diakses, dan bermakna.” kata Delmondo.
Kepala SDIT Hidayatullah Ngaglik Muhammad Muchtar Yahya menyampaikan potensi sekolah ini mulai dari pendidikan berbasis tauhid sampai lokasi yang strategis. Untuk Pendidikan Berbasis Tauhid dengan Menanamkan aqidah Islam yang kuat sejak dini, Membiasakan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari, Mengintegrasikan nilai Al-Qur’an dan Sunnah dalam seluruh pembelajaran.
Kemudian Program Tahfidz Al-Qur’an : Pembelajaran tahsin dan tahfidz secara terstruktur, Target hafalan sesuai jenjang kelas, Pembiasaan murojaah harian dan budaya cinta Al-Qur’an, Kurikulum Terpadu, Menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum khas Islam terpadu, Menyeimbangkan aspek akademik, spiritual, dan karakter, Pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Pembentukan Karakter Islami dilakikan dengan Membiasakan disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian, Pembinaan akhlakul karimah melalui keteladanan guru, Budaya sekolah yang religius dan positif .
Lingkungan Belajar Islami dan Kondusif diwujudkan dengan Suasana sekolah nyaman, aman, dan mendukung pembelajaran, Interaksi guru dan siswa yang hangat dan edukatif, dan Lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter dan kreativitas anak.
Guru yang Kompeten dan Berdedikasi : Tenaga pendidik yang memiliki semangat dakwah dan pendidikan, Guru aktif meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pembinaan, Pendampingan siswa secara intensif dan humanis.
Kemudian Pengembangan Minat dan Bakat dengan Kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung potensi siswa, Pembinaan bidang seni, olahraga, kepemimpinan, dan keagamaan, Kesempatan mengikuti lomba akademik maupun nonakademik. Pembiasaan Ibadah Harian dengan Shalat berjamaah dan pembinaan ibadah praktis, Pembiasaan dzikir, doa harian, dan akhlak Islami, Pendidikan karakter melalui aktivitas ibadah rutin.
Kerja Sama dengan Orang Tua pun dilaksanakan dengan baik melalui Sinergi sekolah dan wali murid dalam pendidikan anak, Komunikasi aktif melalui program parenting dan pembinaan keluarga, Pelibatan orang tua dalam kegiatan sekolah.
Visi : menjadi sekolah yang mampu membangun generasi yang bertauhid, unggul, berkarakter; Berorientasi mencetak generasi bertauhid, berilmu, berakhlak, mandiri, berkarakter dan berdaya saing; Menyiapkan siswa menjadi generasi pemimpin peradaban Islam.
Lokasi Strategis di Sleman Yogyakarta berada di lingkungan yang nyaman dan berkembang serta mendukung akses pendidikan Islam berkualitas bagi masyarakat sekitar. (mar)
Keterangan foto:
Para narasumber rapat koordinasi K3S Korwil Ngaglik Sleman dan materi literasi sekolah di SD Negeri Karangjati, Ngaglik, Sleman, Selasa 12/5/2026. (Foto : Humas K3S Korwil Ngaglik)
Rapat Koordinasi K3S Korwil Ngaglik Sleman dan Penyampaian Literasi Sekolah
bernasnews – Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Koordinator Wilayah (Korwil) Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY dilaksanakan di SD Negeri Karangjati, Selasa (12/5/2026) . Dihadiri oleh Korwil Kapanewon Ngaglik Ismartiningsih, S.Pd., M.Pd., Pengawas SD Susy Ernawati, S.Pd., M.Pd., Pengawas PAI, Dra. Fitriyah Rohmatin, M.Si., Ketua K3S Suharyati Asih Minarni, S.Pd. dan Kepala Sekolah SD/MI se Kapanewon Ngaglik
Dalam rapat koordinasi kepala sekolah tersebut Pengawas SD menyampaikan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jenjang SD dan SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Informasi kedinasan lain disampaikan juga oleh Korwil Kapanewon Ngagik, Pengawas PAI, dan Ketua K3S Kapanewon Ngaglik. Selain itu, wartawan dan pegiat literasi Y.B. Margantoro juga menyampaikan materi tentang pentingnya literasi di sekolah.
PENGEMBANGAN POTENSI MURID
Kepala SD Negeri Nglempong Patna Sustiwi dalam sesi literasi sekolah mengemukakan, sekolahnya merupakan salah satu sekolah unggul, terakreditasi A, yang berada di wilayah Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Saat ini murid sekolah ini berjumlah 313 orang anak terdiri dari 155 orang murid putra dan 158 orang murid putri.
“Pengembangan potensi murid dilakukan dalam bidang akademik dan non akademik melalui layanan kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan karakter. Dengan pendidik yang kompeten SD Negeri Nglempong siap menjadi tumpuan harapan pengembangan potensi murid menjadi generasi yang unggul dan berakhlak mulia,” kata Patna.
Kepala SD Negeri Banteran 1 Ngaglik R. Endang Suratmini mengatakan, sekolah yang dia pimpin berada di dalam perkampungan dan memiliki siswa 131 orang anak. Sekolah ini dibimbing oleh bapak ibu guru dengan kwalifikasi sarjana, mayoritas muda dan pandai IT. Beberapa siswa didukung oleh orang tua sering mengikuti kompetisi mata pelajaran antara lain Sains, Matematika, Bahasa Indonesia sampai tingkat nasional.
“Ekstrakurikuler di SDN Banteran 1 sesuai dengan bakat minat siswa yaitu bulu tangkis, renang, melukis, seni tari dan bola voli. Kerjasama sekolah dengan orang tua dan masyarakat terjalin dengan baik. Hampir segala kegiatan di sekolah selalu didukung,” kata Endang.
Kepala SD Sardonoharjo 1 Ngaglik Sriningsih, S.Pd.SD mengatakan, sekolahnya terletak di Jalan Pandanaran Candi Dukuh, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Berdiri pada tahun 1962. Jumlah murid 164 orang. Guru Tenaga Kependidikan ada 11 orang. Program sekolah intra kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler. Program unggulan ekstrakurikuler menari, karawitan, bola voly, dan TIK. Menari meraih Juara Harapan 1 FLS3N Kapanewon Ngaglik. Menulis cerita meraih Juara Harapan 3 FLS3N Kapanewon Ngaglik. Sekolah ini memiliki gedung perpustakaan.
Selanjutnya SD Negeri Rejosari, menurut kepala sekolah Tri Widaningrum, beralamat di Jalan Rejosari, Sarsonoharjo,Ngaglik Sleman 55581. Belajar yang baik adalah belajar ilmu dunia dan agama. Belajar ilmu agama mencakup sholat duha setiap hari kecuali hari Senin dan mujahadah siswa dan wali siswa hari Jum’at pertama setiap bulan. Untuk ilmu tambahan ada kegiatan ektra kurikuler diantaranya pramuka, BTAQ, pramuka, karate, dan menari.
Di SD N Rejosari juga ada kerjasama dengan lembaga lain seperti : Komite untuk mendukung jalannya pembelajaran, OISCA untuk penghijauan dan lingkungan, Kejaksaan Negeri Sleman untuk penyuluhan hukum, mendapat pendampingan dari Kemenag untuk kegiatan BTQ / TBQ setiap hari Senin dan Kamis oleh KUA Ngaglik. Motto sekolah ini adalah SD Rejosari Asri, Istimewa, Jaya jaya!
SEKOLAH TERTUA
Kepala SD Negeri Ngebelgede 1 Yuyud Pujiarto mengatakan, sekolahnya merupakan salah satu sekolah dasar tertua di Kapanewon Ngaglik yang memiliki karakter kuat sebagai sekolah berbasis budaya, karakter, dan kepedulian sosial. Berlokasi di lingkungan pedesaan yang asri dengan luas area sekitar 2.000 m², sekolah ini hadir sebagai pusat pendidikan yang ramah anak, religius, dan dekat dengan masyarakat.
Sekolah memiliki 111 orang murid dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pembelajaran abad ke-21. Guru-guru telah mampu menerapkan pembelajaran berbasis projek, penggunaan media digital, serta pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan murid secara holistik.
Keunggulan SD N Ngebelgede 1 terletak pada budaya sekolah yang sangat kuat dan konsisten. Berbagai program pembiasaan seperti budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), Gerakan Literasi Sekolah, sholat berjamaah, Jumat sehat, Jumat bersih, hingga penggunaan busana Jawa dan bahasa Jawa pada Kamis Pon menjadi ciri khas sekolah dalam membentuk karakter murid yang disiplin, santun, religius, cinta budaya, dan peduli lingkungan.
Selain unggul dalam pendidikan karakter, sekolah juga aktif mengembangkan minat dan bakat murid melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler yang kreatif, inovatif, dan berbasis life skill. Murid tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan sosial, kepemimpinan, kemandirian, literasi, serta kesiapsiagaan bencana.
Sebagai sekolah yang berada di wilayah rawan bencana lereng Gunung Merapi, SD N Ngebelgede 1 memiliki potensi unggulan sebagai Sekolah Peduli dan Tanggap Bencana melalui kerja sama dengan BPBD dan Satgas Kelurahan. Program simulasi bencana, edukasi keselamatan, dan pembentukan karakter tangguh menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki sekolah lain.
Kemitraan sekolah juga sangat luas dan aktif, melibatkan Puskesmas, Bank Sleman, Dinas Perpustakaan, Koramil, Polsek, BNN, serta Gerakan Pramuka. Kolaborasi ini memperkuat kualitas layanan pendidikan, kesehatan, literasi, nasionalisme, dan pengembangan karakter murid.
Kepala SD Negeri Minomartani 2 Ngaglik Shinta Wulandari Irawan mengemukakan, sekolahnya mungkin tidak berdiri dengan bangunan yang paling megah. Jumlah muridnya pun belum banyak. Ada bagian-bagian sekolah yang masih terus dibenahi sedikit demi sedikit.
“Namun, setiap pagi, sekolah ini selalu dipenuhi oleh sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu semangat, harapan, dan orang-orang yang percaya bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan. Di sekolah kecil ini, kami memiliki guru-guru muda yang datang dengan energi besar dan hati yang tulus. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga merawat mimpi-mimpi anak-anak. Mereka hadir dengan ide-ide segar, dengan keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah,” kata Shinta.
Halaman sekolah yang luas mulai ditata bersama melalui gerakan DMIRO Green Move. Sekolah menanam pohon, membersihkan lingkungan, dan menciptakan ruang yang lebih hijau dan nyaman. Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi rumah kedua yang harus membuat setiap anak merasa senang untuk datang setiap hari.
“Dari gerbang sekolah, kami juga mulai menanamkan kebiasaan baik melalui Zona Kedatangan. Di sana, anak-anak belajar bahwa datang tepat waktu adalah bentuk tanggung jawab. Setiap bulan, tiga siswa yang paling konsisten datang lebih awal kami beri apresiasi sebagai Student of the Month. Sebuah penghargaan sederhana, tetapi penuh makna.
SD N Minomartani 2 mungkin belum sempurna. Namun, kami percaya bahwa sekolah yang baik tidak diukur dari seberapa megah bangunannya atau seberapa banyak jumlah siswanya. Sekolah yang baik adalah tempat di mana setiap anak disambut dengan hangat, dibimbing dengan sepenuh hati, dan tumbuh dengan bahagia. Dan itulah yang terus kami usahakan, setiap hari, di SD N Minomartani 2,” kata Shinta.
INOVASI PEMBELAJARAN
Kepala SD Negeri Selorejo Delmondo Gilang Nugraha, S.Pd mengemukakan, Sneloverse merupakan tim inovasi pembelajaran sekolah ini yang lahir melalui partisipasi dalam ajang Hackathon Rumah Pendidikan tahun 2025. Kegiatan tersebut mendorong guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Dari momentum tersebut, Sneloverse mulai merancang dan mengembangkan gim edukasi sebagai solusi pembelajaran yang interaktif dan bermakna.
Tim Sneloverse terdiri atas tiga guru yang diketuai oleh Duria Fikasari, S.Pd. Anggota tim terdiri dari Dwi Arianti Suryo Utomo, S.Pd. dan Arief Mutdihan Nindias, S.Pd. Tim ini mengembangkan gim edukasi dengan memanfaatkan platform Canva dan Gemini AI.
Dari proses pengembangan tersebut lahirlah dua gim edukasi, yaitu Aksi Wali Kota Cilik Peduli Lingkungan dan Pasar Monopoli Bilangan. Gim Aksi Wali Kota Cilik Peduli Lingkungan dikembangkan menggunakan Canva dengan fokus pada pembelajaran IPAS melalui simulasi pengambilan keputusan berbasis permasalahan lingkungan. Sementara itu, Pasar Monopoli Bilangan dikembangkan dengan bantuan Gemini AI untuk mendukung pembelajaran Matematika melalui aktivitas numerasi yang kontekstual dan menyenangkan.
Inovasi yang dikembangkan tim Sneloverse mengantarkan mereka masuk ke 10 besar finalis Hackathon Rumah Pendidikan. Saat ini, kedua gim masih dalam tahap revisi dan penyempurnaan. Proses ini dilakukan agar gim lolos kurasi dan dapat dimanfaatkan melalui Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.
“Ke depan, Sneloverse berkomitmen untuk terus mengembangkan gim edukasi dan bahan ajar inovatif lainnya. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi murid di SD Negeri Seloharjo, tetapi juga bagi guru dan murid di berbagai sekolah di Indonesia. Selain itu, inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik, mudah diakses, dan bermakna.” kata Delmondo.
Kepala SDIT Hidayatullah Ngaglik Muhammad Muchtar Yahya menyampaikan potensi sekolah ini mulai dari pendidikan berbasis tauhid sampai lokasi yang strategis. Untuk Pendidikan Berbasis Tauhid dengan Menanamkan aqidah Islam yang kuat sejak dini, Membiasakan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari, Mengintegrasikan nilai Al-Qur’an dan Sunnah dalam seluruh pembelajaran.
Kemudian Program Tahfidz Al-Qur’an : Pembelajaran tahsin dan tahfidz secara terstruktur, Target hafalan sesuai jenjang kelas, Pembiasaan murojaah harian dan budaya cinta Al-Qur’an, Kurikulum Terpadu, Menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum khas Islam terpadu, Menyeimbangkan aspek akademik, spiritual, dan karakter, Pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Pembentukan Karakter Islami dilakikan dengan Membiasakan disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian, Pembinaan akhlakul karimah melalui keteladanan guru, Budaya sekolah yang religius dan positif .
Lingkungan Belajar Islami dan Kondusif diwujudkan dengan Suasana sekolah nyaman, aman, dan mendukung pembelajaran, Interaksi guru dan siswa yang hangat dan edukatif, dan Lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter dan kreativitas anak.
Guru yang Kompeten dan Berdedikasi : Tenaga pendidik yang memiliki semangat dakwah dan pendidikan, Guru aktif meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pembinaan, Pendampingan siswa secara intensif dan humanis.
Kemudian Pengembangan Minat dan Bakat dengan Kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung potensi siswa, Pembinaan bidang seni, olahraga, kepemimpinan, dan keagamaan, Kesempatan mengikuti lomba akademik maupun nonakademik. Pembiasaan Ibadah Harian dengan Shalat berjamaah dan pembinaan ibadah praktis, Pembiasaan dzikir, doa harian, dan akhlak Islami, Pendidikan karakter melalui aktivitas ibadah rutin.
Kerja Sama dengan Orang Tua pun dilaksanakan dengan baik melalui Sinergi sekolah dan wali murid dalam pendidikan anak, Komunikasi aktif melalui program parenting dan pembinaan keluarga, Pelibatan orang tua dalam kegiatan sekolah.
Visi : menjadi sekolah yang mampu membangun generasi yang bertauhid, unggul, berkarakter; Berorientasi mencetak generasi bertauhid, berilmu, berakhlak, mandiri, berkarakter dan berdaya saing; Menyiapkan siswa menjadi generasi pemimpin peradaban Islam.
Lokasi Strategis di Sleman Yogyakarta berada di lingkungan yang nyaman dan berkembang serta mendukung akses pendidikan Islam berkualitas bagi masyarakat sekitar. (mar)












