bernasnews – Umat Katolik memperingati doa Rosario pada Selasa, 12 Mei 2026, dengan merenungkan Peristiwa Mulia sebagai bagian dari rangkaian devosi bulan Mei sekaligus menyambut Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus.
Susunan doa ini mengacu pada tata doa resmi yang digunakan di lingkungan gereja, termasuk pedoman dari Katedral Purwokerto, sehingga dapat diikuti secara runtut baik secara pribadi maupun dalam komunitas.
Doa Pembuka Rosario: Tanda Salib hingga Pengakuan Iman
Rangkaian doa Rosario diawali dengan tanda salib sebagai pembuka ibadah:
“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”
Dilanjutkan dengan doa Aku Percaya yang menjadi inti pengakuan iman umat Katolik:
“Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan Bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian,
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.”
Doa dilanjutkan dengan Kemuliaan:
“Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.”
Serta doa Terpujilah:
“Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.”
Bagian inti Rosario dimulai dengan doa Bapa Kami:
“Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu di atas Bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
Dan ampunilah kesalahan kami,
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.”
Kemudian dilanjutkan dengan tiga doa Salam Maria yang memiliki makna khusus:
“Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.”
“Salam Bunda Allah Putra, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.”
“Salam Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu,
Terpujilah engkau di antara wanita,
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
Doakanlah kami yang berdosa ini
Sekarang dan waktu kami mati.
Amin.”
Kemudian kembali diakhiri dengan doa Kemuliaan dan Terpujilah.
Renungan Peristiwa Mulia: Struktur Lima Peristiwa
Pada hari Selasa, umat Katolik merenungkan Peristiwa Mulia yang terdiri dari lima bagian utama:
- Yesus bangkit dari kematian (Lukas 21: 1-12)
- Yesus naik ke surga (Lukas 24: 50-53)
- Roh Kudus turun atas para Rasul (Kisah Para Rasul 2: 1-13)
- Maria diangkat ke surga (1 Korintus 15: 23; DS 3903)
- Maria dimahkotai di surga (Wahyu 12: 1; DS 3913-3917)
Setiap peristiwa diawali dengan bacaan singkat dan doa renungan, dilanjutkan dengan pola doa yang sama, yakni Bapa Kami, 10 kali Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Doa Fatima sebagai Penutup Setiap Peristiwa
Dalam setiap peristiwa, umat mendaraskan Doa Fatima:
“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami.
Selamatkanlah kami dari api neraka,
Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga,
Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
Amin.”
Doa ini menjadi penegasan permohonan pengampunan dan keselamatan bagi seluruh umat.
Makna Devosi Rosario Menjelang Kenaikan Yesus
Doa Rosario pada 12 Mei 2026 memiliki makna khusus karena berada dalam masa menjelang perayaan Kenaikan Yesus Kristus. Umat diajak untuk merenungkan kemenangan Kristus, karya keselamatan, serta peran Maria dalam sejarah iman.
Peristiwa Mulia menjadi refleksi penting tentang harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal. Melalui doa yang berulang dan terstruktur, umat memperdalam relasi spiritual sekaligus memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari.
Bulan Mei dikenal sebagai bulan Maria dalam tradisi Gereja Katolik. Karena itu, doa Rosario menjadi salah satu praktik devosi yang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin, baik di rumah maupun di gereja.
Susunan doa ini dapat menjadi panduan praktis bagi umat yang ingin melaksanakan Rosario secara mandiri, sekaligus menjaga kekhusyukan dalam setiap tahap doa. (anp)












