bernasnews – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur alternatif Jogja–Wonosari tepatnya di Padukuhan Karangsari, Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Minggu, 10 Mei 2026 dini hari.
Seorang pengendara motor Yamaha Aerox terpental sekitar empat meter setelah menghantam tiang lampu penerangan jalan.
Korban diketahui bernama Andika Galih Syaputra (24), warga Karangtengah II, Wonosari, Gunungkidul. Ia mengalami sejumlah luka serius dan langsung dilarikan ke RS Nur Rohmah Playen.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.45 WIB saat kondisi jalan relatif sepi. Suara benturan keras sempat membuat warga sekitar keluar rumah untuk memastikan situasi di lokasi kejadian.
Beberapa warga mengaku mendengar suara hantaman cukup keras dari arah tikungan menurun jalur alternatif tersebut. Saat didatangi, motor sudah dalam kondisi rusak parah di tepi jalan.
Diduga Kehilangan Kendali di Tikungan Menurun
Kapolsek Patuk AKP Solechan melalui Kanit Lantas AKP Paryadi menjelaskan korban melaju dari arah Yogyakarta menuju Wonosari dengan kecepatan sedang.
Namun ketika memasuki lokasi kejadian, korban diduga terlalu mengambil sisi kiri jalan hingga akhirnya kehilangan kendali.
“Lokasi kejadian merupakan jalan menikung ke kanan dan menurun dengan marka jalan terputus. Pengendara diduga kehilangan kendali hingga menabrak tiang lampu penerangan jalan milik Dinas Perhubungan,” kata AKP Paryadi.
Benturan tidak bisa dihindari. Bagian depan Yamaha Aerox mengalami kerusakan cukup berat. Lampu depan pecah, bodi sisi kiri ringsek, dan stang kendaraan bengkok akibat menghantam tiang lampu.
Sementara itu tubuh korban terpental beberapa meter dari motor. Warga dan pengguna jalan lain sempat memberikan pertolongan pertama sebelum petugas tiba.
Korban Mengalami Luka di Paha dan Tangan
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami:
- Luka sobek pada paha kiri
- Patah jari manis tangan kiri
- Lecet pada wajah
- Lecet di bagian tangan dan kaki
Meski mengalami benturan keras, korban dilaporkan masih sadar saat proses evakuasi berlangsung.
Petugas kemudian membawa korban menuju RS Nur Rohmah Playen untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Di lokasi kejadian, petugas Unit Lantas Polsek Patuk juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan kendaraan korban sebagai barang bukti.
Jalur Alternatif Patuk Kerap Jadi Titik Rawan
Jalur alternatif Jogja–Wonosari memang dikenal memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan, terutama saat malam hingga dini hari.
Karakter jalan yang menurun dan dipenuhi tikungan panjang membuat pengendara harus ekstra waspada. Dalam kondisi tertentu, jarak pandang di beberapa ruas juga cukup terbatas.
Warga sekitar menyebut kecelakaan di jalur tersebut bukan pertama kali terjadi.
“Kalau malam memang sering ada yang oleng di tikungan,” ujar salah satu warga sekitar lokasi.
Sejumlah pengguna jalan juga mengaku jalur alternatif terlihat lengang pada dini hari sehingga banyak pengendara tanpa sadar memacu kendaraan lebih cepat.
Padahal di beberapa titik, kondisi jalan berubah cukup tajam. Tikungan datang beruntun dan marka jalan tidak selalu terlihat jelas saat penerangan minim.
Pengendara yang melintas selepas tengah malam juga kerap menghadapi kondisi tubuh yang mulai lelah. Dalam beberapa kasus, konsentrasi menurun justru terjadi saat jalan tampak kosong.
Polisi Imbau Pengendara Kurangi Kecepatan
Polisi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat melintas di jalur alternatif Jogja–Wonosari.
Pengendara diminta menjaga kecepatan kendaraan dan memastikan kondisi tubuh tetap fit sebelum berkendara jarak jauh, terutama pada malam hingga dini hari.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur alternatif Jogja–Wonosari yang memiliki banyak tikungan dan turunan rawan kecelakaan,” tegas AKP Paryadi.
Hingga kini kasus kecelakaan tunggal tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. (eln)












