Doa Rosario Hari Minggu 10 Mei 2026: Panduan Lengkap Peristiwa Mulia untuk Umat Katolik

Ilustrasi doa Rosario hari Minggu, 10 Mei 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Umat Katolik memperingati doa Rosario pada Minggu, 10 Mei 2026, dengan merenungkan Peristiwa Mulia.

Doa ini menjadi sarana refleksi iman yang menitikberatkan pada kebangkitan Yesus, kenaikan-Nya ke surga, turunnya Roh Kudus, serta kemuliaan Maria.

Ibadah Rosario ini dapat didaraskan secara pribadi maupun bersama, dengan susunan doa yang terstruktur mulai dari pembukaan hingga penutup.

Pembukaan Doa Rosario: Tanda Salib dan Pengakuan Iman

Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah Tritunggal. Setelah itu, umat mendaraskan doa Aku Percaya sebagai pernyataan iman yang menegaskan keyakinan kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus.

Doa dilanjutkan dengan Kemuliaan serta doa Terpujilah yang memuliakan nama Yesus, Maria, dan Santo Yosef. Bagian pembuka ini menjadi fondasi spiritual sebelum memasuki permenungan inti Rosario.

Setelah pembuka, umat mendaraskan doa Bapa Kami sebagai doa utama yang diajarkan oleh Yesus. Kemudian dilanjutkan dengan tiga Salam Maria yang masing-masing dipersembahkan kepada Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Rangkaian ini ditutup dengan doa Kemuliaan dan Terpujilah, sebagai bentuk pujian atas karya keselamatan Allah dalam kehidupan manusia.

Susunan Doa Rosario 10 Mei 2026

Aku Percaya

Kemuliaan

Terpujilah

Bapa Kami

Salam Puteri Allah Bapa…

Salam Bunda Allah Putera…

Salam Mempelai Allah Roh Kudus…

Kemuliaan

Terpujilah

Peristiwa Mulia I: Yesus Bangkit dari Kematian

Peristiwa pertama mengajak umat merenungkan kebangkitan Yesus sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 28:5-6:

“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.”

Doa ini disertai permohonan agar umat mampu melanjutkan misi Injil di dunia. Setelah itu, didaraskan Bapa Kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.

Peristiwa Mulia II: Yesus Naik ke Surga

Peristiwa kedua diambil dari Kisah Para Rasul 1:9-11:

“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”

Umat diajak meneguhkan harapan akan penyertaan Tuhan hingga akhir zaman. Rangkaian doa sama seperti peristiwa sebelumnya.

Peristiwa Mulia III: Roh Kudus Turun atas Para Rasul

Peristiwa ketiga mengacu pada Kisah Para Rasul 2:2,4

“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk… lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.”

Doa ini menekankan permohonan agar Roh Kudus membimbing hidup umat dalam kebenaran dan kasih.

Peristiwa Mulia IV: Maria Diangkat ke Surga

Peristiwa keempat diambil dari 1 Tesalonika 4:14,17:

“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Umat diajak memperkuat iman dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Peristiwa Mulia V: Maria Dimahkotai di Surga

Peristiwa terakhir diambil dari Wahyu 12:1:

“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.”

Peristiwa ini mengingatkan umat akan kemuliaan Maria sebagai teladan iman dan kasih kepada Allah.

Setelah menyelesaikan lima peristiwa, doa dilanjutkan dengan doa kepada Santo Yusuf sebagai pelindung keluarga dan Gereja. Rosario kemudian ditutup dengan Tanda Salib sebagai peneguhan iman.

Doa Rosario Peristiwa Mulia pada Minggu ini menjadi momentum bagi umat Katolik untuk memperdalam iman, memperkuat harapan, dan menumbuhkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengikuti susunan doa yang lengkap dan teratur, umat dapat merenungkan misteri keselamatan secara lebih mendalam. (anp)