News  

Jadwal Buka Tutup Puncak Bogor 9-10 Mei 2026: Berlaku Ganjil Genap dan One Way Situasional

Ilustrasi jadwal buka tutup Puncak Bogor 20-21 Juni 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Kawasan Puncak Bogor kembali menerapkan rekayasa lalu lintas pada Sabtu dan Minggu, 9-10 Mei 2026, guna mengantisipasi lonjakan kendaraan wisatawan.

Sistem ganjil genap diberlakukan sejak pukul 06.00 hingga 24.00 WIB, disertai pengaturan lalu lintas tambahan berupa one way dan buka-tutup jalur yang bersifat situasional mengikuti kondisi di lapangan.

Kebijakan ini diterapkan oleh kepolisian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju kawasan wisata favorit warga Jabodetabek tersebut, yang setiap akhir pekan selalu mengalami peningkatan volume lalu lintas secara signifikan.

Ganjil Genap Berlaku 06.00-24.00 WIB

Selama periode akhir pekan, kendaraan yang melintas di jalur Puncak wajib mengikuti aturan ganjil genap. Skema ini berlaku setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 06.00 hingga 24.00 WIB.

Aturannya sederhana, kendaraan dengan nomor pelat ganjil hanya diperbolehkan melintas pada tanggal ganjil, sementara kendaraan dengan pelat genap hanya boleh melintas pada tanggal genap. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan kesesuaian nomor pelat kendaraan dengan tanggal keberangkatan sebelum memulai perjalanan.

Penerapan ganjil genap ini bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan secara signifikan, terutama pada jam-jam sibuk saat arus wisatawan meningkat drastis.

Sistem One Way Diterapkan Sesuai Kondisi Lalu Lintas

Selain ganjil genap, petugas juga akan memberlakukan sistem satu arah atau one way secara situasional. Pola ini umumnya mengikuti jadwal sebagai berikut:

  • Arah naik ke Puncak: pukul 07.00–12.00 WIB
  • Arah turun menuju Jakarta atau Ciawi: pukul 12.30–18.00 WIB

Namun demikian, waktu pelaksanaan one way tidak bersifat tetap. Penerapan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi arus lalu lintas di lapangan. Jika volume kendaraan meningkat tajam di salah satu arah, petugas akan segera menyesuaikan skema untuk mengurai kepadatan.

Pengguna jalan disarankan untuk terus memantau informasi terbaru melalui media sosial resmi kepolisian atau aplikasi navigasi agar tidak terjebak dalam perubahan arus lalu lintas.

Buka-Tutup Jalur Dilakukan Jika Kepadatan Tinggi

Dalam kondisi tertentu, petugas juga akan menerapkan sistem buka-tutup jalur. Kebijakan ini dilakukan saat arus kendaraan sudah terlalu padat dan berpotensi menyebabkan kemacetan total di titik-titik rawan.

Penutupan sementara biasanya dilakukan untuk mengalihkan arus kendaraan atau memberi waktu bagi jalur tertentu untuk kembali lancar. Setelah kondisi dinilai lebih terkendali, jalur akan dibuka kembali secara bertahap.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengaturan lalu lintas terpadu untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode libur akhir pekan.

Imbauan bagi Wisatawan: Hindari Jam Padat

Bagi masyarakat yang berencana berlibur ke kawasan Puncak pada 9–10 Mei 2026, disarankan untuk berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan lalu lintas. Waktu pagi sebelum pukul 06.00 WIB menjadi pilihan ideal untuk menghindari penerapan ganjil genap dan potensi kemacetan.

Selain itu, wisatawan juga diimbau menghindari jam-jam puncak, baik saat arus naik menuju Puncak maupun saat arus turun kembali ke arah Jakarta atau Ciawi.

Perencanaan perjalanan yang matang, termasuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time, akan membantu perjalanan menjadi lebih lancar dan nyaman.

Rekayasa Lalu Lintas Jadi Rutinitas Akhir Pekan

Penerapan ganjil genap, one way, dan buka-tutup jalur di kawasan Puncak telah menjadi rutinitas setiap akhir pekan. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke daerah pegunungan tersebut.

Dengan kombinasi kebijakan tersebut, diharapkan arus lalu lintas tetap terkendali meskipun jumlah kendaraan meningkat, serta mengurangi risiko kemacetan panjang yang kerap terjadi di jalur utama menuju Puncak. (anp)