News  

Aksi Ekshibisionisme di Gamping Sleman, Polisi Telusuri CCTV dan Buru Pelaku di Jalur Persawahan

Aksi Ekshibisionisme di Gamping Sleman/Foto: Istimewa

bernasnews– Warga Kabupaten Sleman resah setelah muncul dugaan aksi ekshibisionisme di wilayah Gamping. Informasi mengenai tindakan tidak senonoh tersebut pertama kali beredar luas di media sosial.

Video itu memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan sepi menuju Pasar Sapi Ambarketawang.

Aksi Ekshibisionisme di Gamping

Peristiwa itu diduga terjadi di Jalan Depok–Mancasan Ambarketawang, Gamping, tepatnya di area jalur menuju Pasar Sapi. Jalan ini memiliki akses persawahan atau jalan bulak dengan minim penerangan dan pengawasan kamera CCTV. Situasi lokasi relatif sepi.

Menindaklanjuti laporan dan keresahan warga, jajaran Polsek Gamping langsung bergerak melakukan penelusuran di lapangan. Polisi juga mulai memeriksa sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian maupun jalur yang dilalui korban guna mengungkap identitas pelaku.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Adhitya Panji Anom, S.I.K., M.HP., menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus tersebut. Mereka mengumpulkan berbagai informasi pendukung untuk mempercepat proses penyelidikan.

“Menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan tindakan ekshibisionisme atau memamerkan alat kelamin di muka umum di Jalan Depok-Mancasan Ambarketawang Gamping area menuju Pasar Sapi, Polsek Gamping saat ini tengah melakukan penelusuran serta pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian maupun jalur yang dilalui korban guna membantu proses penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku,” ujar Kombes Pol Adhitya Panji Anom.

Polisi menduga pelaku menggunakan sepeda motor saat menjalankan aksinya. Dugaan sementara, pelaku sengaja memilih jalur tengah persawahan yang minim aktivitas warga dan jauh dari jangkauan kamera pengawas untuk menghindari identifikasi aparat.

Imbauan bagi Masyarakat

Kondisi jalan bulak yang sunyi dan terbatasnya pengawasan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pelacakan. Meski demikian, aparat kepolisian memastikan proses penyelidikan terus berjalan dengan mengedepankan pengumpulan bukti digital serta keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi.

Kasus dugaan ekshibisionisme ini langsung menyita perhatian publik setelah sejumlah unggahan di media sosial menyebut adanya korban yang mengalami tindakan tidak pantas.

Warga pun mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pengendara perempuan yang melintas seorang diri di kawasan tersebut pada malam maupun dini hari.

Fenomena aksi ekshibisionisme di ruang publik bukan hanya menimbulkan rasa takut, tetapi juga berdampak pada trauma psikologis korban. Oleh karena itu, kepolisian meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan tindakan serupa atau memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

Kapolresta Sleman juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif membantu aparat dalam mengungkap pelaku. Menurutnya, sekecil apa pun informasi dari warga dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait ciri-ciri pelaku maupun kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya,” tegasnya.

Hingga saat ini, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan dan menelusuri kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut. Aparat juga meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan dan jalur sepi di wilayah Gamping guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (ef linangkung)