bernasnews — Sebanyak 14 siswa kelas XI jurusan Kriya Kreatif Kayu Rotan , SMK St. Fransiskus Semarang menggelar kegiatan kokurikuler dengan tema “Rekayasa Teknologi” melalui Kunjungan Industri ke Akademi PIKA Semarang, pada Selasa, 5 Mei 2026.
“Kunjungan ini bertujuan membekali siswa dengan kompetensi teknis dan digital yang sesuai standard industri furniture modern,” kata Mrs. Natalia M, S.Pd, Humas SMK St. Fransiskus Semarang, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5/2026).
Menurut Natalia, Akademi PIKA menjadi tempat belajar ideal bagi siswa SMK untuk melihat langsung ekosistem industri. Rombongan SMK St. Fransiskus didampingi oleh dua guru produktif Kriya Kreatif Kayu Rotan dan satu guru coordinator.
“Kegiatan kokurikuler disambut ramah oleh tim akademik PIKA yang bertempat di Jalan Imam Bonjol, Semarang tersebut,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan tiga materi yang meliputi 3D Mastery Crafting Designs with Sketchup, Mastering HPL Laminating Technique, dan Social Media Era to Create a Portfolio, dibawah bimbingan instruktur PIKA, siswa belajar dasar permodelan 3D furniture menggunakan SketchUp.
“Skill ini penting agar lulusan Kriya mampu berkomunikasi dengan klien menggunakan bahasa visual digital,” jelas Helmi, Humas Akademi PIKA.
Adapun melalui materi lainnya, siswa juga praktik langsung dan belajar tekniknya secara detail. Sesi terakhir dalam kunjungan tersebut diharapkan siswa belajar dalam pemanfaatan sosial media untuk membangun portfolio digital, siswa belajar cara foto produk kriya yang selleable hingga strategi personal branding.
Melalui Kunjungan ini, SMK St. Fransiskus mendorong siswa Kriya Kreatif Kayu Rotan untuk upgrade skill dan mindset sesuai standard industri sehingga diharapkan lulusan siap terserap di industri furnitur modern.
“Kedepannya kolaborasi dengan Akademi PIKA yang terus berkelanjutan, dan semakin erat terkait guru tamu untuk pelatihan ataupun magang guru,” harap Mathew, Koordinator Kokurikuler Kelas XI, SMK St. Fransiskus. (*/ zbd)












