Dari Tepung Jadi Biskuit: Siswa SMK Marsudirini St. Fransiskus Belajar SOP Industri

Foto bersama guru pendamping dan siswa siswi kelas X SMK St. Fransiskus Semarang saat Kegiatan Kunjungan Industri di PT Nissin Biscuit Indonesia. (Foto: Dok. Sekolah)

bernasnews — Dalam rangka mengimplementasikan kurikulum merdeka khususnya dalam kegiatan Kokurikuler tema kebekerjaan “Eksplorasi Potensi Diri dan Visi Karir”, siswa-siswi kelas X SMK Marsudirini St. Fransiskus melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri ke PT Nissin Biscuit Indonesia, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 51 anak dari jurusan DKV, PPLG, Desain Produksi Busana & Kriya Kreatif kayu Rotan ini, bertujuan membekali peserta didik dengan wawasan dunia kerja industri modern sekaligus menanamkan karakter kerja yang relevan dengan kebutuhan industri 2026.

Guru pendamping SMK St. Fransiskus Semarang foto bersama Pihak Manajemen PT Nissin Biscuit Indonesia. (Foto: Dok. Sekolah)

Dalam kesempatan tersebut, siswa-siswi SMK Marsudirini St. Fransiskus disambut dan dilayani dengan baik serta diajak memahami, bahwa etos kerja bukan hanya tentang bekerja keras, tetapi bekerja cerdas dan konsisten oleh Mas Dwi dari Manajemen PT Nissin Biscuit Indonesia.

Tidak ketinggalan, siswa-siswi pun dengan antusias dan bersemangat saat diajak berkeliling area pabrik melihat langsung cara kerja produksi, penerapan disiplin kerja dan SOP (Standard Operasional Prosedur)

“Perlu diingat bahwa untuk menghasilkan produk yang baik harus melalui proses yang tidak instan,” tutur Suster Rosalia, dalam sambutannya saat mendampingi siswa siswi.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan pemaparan Company Profile dari PT Nissin Biscuits Indonesia, proses dinamika sharing dan diskusi serta tanya jawab. Melalu kegiatan kokurikuler ini, SMK St. Fransiskus berharap siswa siswi kelas X tidak hanya paham teori dikelas tetapi juga memiliki gambaran nyata dunia kerja.

“Nilai-nilai etos kerja, disiplin, dan pemahaman SOP khususnya akan menjadi bekal utama saat siswa terjun PKL maupun bekerja setelah lulus,” pungkas Suster Rosalia. (zbd/ Mrs Natalia M, S.Pd, Humas SMK St. Fransiskus Semarang)