Contoh Naskah Doa Upacara Harkitnas 2026 ke-118, Persiapan Petugas Upacara di Sekolah dan Instansi

Ilustrasi naskah amanat pembina upacara hari Senin, 11 Mei 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 diselenggarakan secara serentak di berbagai instansi, terutama sekolah dan lembaga pemerintahan, dengan rangkaian upacara resmi yang dilengkapi pembacaan doa.

Naskah doa ini dipersiapkan sebagai panduan bagi petugas upacara agar pelaksanaan berjalan khidmat, terstruktur, dan sesuai makna peringatan kebangkitan bangsa Indonesia.

Naskah Doa Upacara Harkitnas 2026 yang Siap Digunakan

Berikut teks doa upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang dapat dicetak dan dibacakan secara resmi dalam upacara:

DOA UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-118

Astaghfirullahalázim x

Alhamdulillahirobbil’alamin, Allahumma Sholli ‘ala sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa, Wa ‘afiyatil abdaani wa syifaa ihaa, Wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa, Wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim

Yaa Allah Yaa Rohmaan Yaa Rohiim, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Puji Serta Syukur selalu Kami aturkan Kepadamu
Dibalik Semua Kekurangan dan Kesalahan Kami, Engkau Senantiasa Selalu Memberikan Kami Kesempatan, Memberikan Kami Kasih sayang dan Nikmat Yang Tak terhingga

Yaa Allah Yaa Rohmaan Yaa Rohiim, Tuhan yang Maha Baik
Tetapkan Lah Kami Untuk Menjadi Baik, Agar Kami Selalu Melaksanakan Tugas Kami Dengan Baik
Dan Melakukan Yang Terbaik untuk Negeri ini Menuju Indonesia Emas Jangan tinggalkan kami dalam kesendirian dan ketidak berdayaan.
Beri kami petunjuk serta kekuatan untuk membawa negeri ini ke arah kebangkitan. Hanya Kepadamu Lah Kami Menyembah Dan Meminta Pertolongan
Jagalah Negeri Kami Agar Slalu Damai Dan Sejahtera Dalam Kebhinekaan

Yâ dzâl jalâli wal ikrôm, Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa Lagi Maha Mengetahui
Berkat ijin dan ridho-Mu lah, pada hari ini Kami dapat Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke 116 di Tahun 2024, Melalui Momentum ini Kami Bermunajat Kepadamu Ya Allah.
Satukanlah semua hati kami, dalam Kebaikan dan Keistiqomahan

Satukan Keberagaman Suku, Budaya dan Bahasa Menjadi kekuatan Untuk Bangkit Menuju Indonesia Emas

Ya Allah, Angkat Lah Kesusahan Dalam Hati Kami
Angkat Lah Kesulitan Saudara Saudara Kami Sebangsa Dan Tanah Air
Hingga Tak Ada Lagi Diantara Kami Anak Negeri Yang Hidup Dalam Kemiskinan Dan Kesengsaraan

Yaa Amanal Khoifin
Jadikan Lah Negeri Kami Selalu Tempat Berlindung Yang Paling Aman Dan Nyaman
Tempat Kami Berkhidmat Di Hari Muda , Tempat Kami Menatap Keindahan Senja Di hari Tua

Ya Allah, wahai Zat yang maha tahu segala lumuran aib dan dosa Kami Ampuni sekelam apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami. Jangan Lah Kau Turunkan Balamu Dan Adzabmu Dibumi Pertiwi Kami
Tolong Lah Kami Agar Senantiasa Slalu Dalam Maafmu
Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami.

Rabbana Hablana min Azwajina wa zurriyyatinaa qurrata a’ayun, waaj’alnaa lil muttaqeen imaamaa.
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar
Robbana taqobbal minna innaka anta sami’ul alim wa tub alaina innaka antat tawwaburrohim
Walhamdulillahirobbil álamin.

Pelaksanaan Upacara Harkitnas di Berbagai Instansi

Doa menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara Harkitnas karena berfungsi sebagai bentuk refleksi spiritual atas perjalanan bangsa. Selain itu, doa juga menjadi sarana memohon keberkahan, keselamatan, serta kekuatan dalam melanjutkan semangat kebangkitan nasional.

Dalam praktiknya, teks doa Harkitnas umumnya memiliki perbedaan dengan doa pada upacara rutin hari Senin. Isi doa lebih menekankan pada nilai persatuan, semangat kebangsaan, serta harapan menuju kemajuan Indonesia.

Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional dilaksanakan secara luas di berbagai sektor, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta instansi pemerintahan. Petugas upacara biasanya telah ditunjuk sebelumnya, termasuk pembaca doa yang memegang peran penting dalam menjaga kekhidmatan acara.

Naskah doa seperti di atas biasanya dicetak dan dipersiapkan sebelum hari pelaksanaan agar pembacaan berjalan lancar tanpa kesalahan. Hal ini penting mengingat doa menjadi penutup sekaligus puncak refleksi dalam upacara.

Momentum Harkitnas sebagai Penguat Persatuan Bangsa

Harkitnas tidak hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan. Melalui doa yang dipanjatkan bersama, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mempererat persatuan, mengatasi berbagai tantangan, dan terus bergerak menuju cita-cita Indonesia yang maju dan sejahtera.

Dengan persiapan yang matang, termasuk penggunaan naskah doa yang tepat, pelaksanaan upacara Harkitnas 2026 diharapkan berlangsung khidmat dan memberikan makna mendalam bagi seluruh peserta. (anp)