Bacaan Doa Setelah Thawaf Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Amalan Sunnah Usai Ibadah di Ka’bah

Ilustrasi doa setelah thawaf di depan Kabah. (Pixabay.com)

bernasnews – Setelah menyelesaikan thawaf di Ka’bah, jemaah haji maupun umrah disunnahkan untuk melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian memanfaatkan momen tersebut untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

Amalan ini tidak hanya menjadi pelengkap ibadah fisik, tetapi juga menjadi ruang spiritual untuk memperkuat hubungan batin dengan Sang Pencipta, sebagaimana dicontohkan oleh sahabat Nabi, Abdullah bin Umar.

Dalam rangkaian ibadah haji dan umrah, thawaf menjadi salah satu rukun utama yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Setelah rangkaian tersebut selesai, jemaah dianjurkan menunaikan shalat sunnah dua rakaat.

Momentum setelah shalat ini memiliki nilai penting karena menjadi waktu yang dianjurkan untuk berdoa secara khusyuk. Jemaah dapat duduk sejenak, memuji Allah SWT, lalu memanjatkan doa dengan penuh harap dan kerendahan hati.

Teladan Abdullah bin Umar dalam Berdoa

Riwayat mengenai amalan ini tercatat dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah. Dalam riwayat tersebut, Nafi’ menceritakan kebiasaan Abdullah bin Umar ketika menjalankan ibadah haji atau umrah.

Disebutkan bahwa Abdullah bin Umar melakukan thawaf di Ka’bah, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat, lalu berdoa dengan penuh kekhusyukan. Ia bahkan duduk lebih lama setelah shalat untuk memuji Allah dan memanjatkan doa secara sungguh-sungguh.

Amalan doa ini juga diriwayatkan dibaca oleh Abdullah bin Umar ketika berada di antara Shafa dan Marwa, yang merupakan bagian dari rangkaian sa’i.

Lafaz Doa Setelah Thawaf Lengkap

Berikut bacaan doa yang diriwayatkan dibaca setelah thawaf:

Tulisan Arab:

اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي بِدِينِكَ، وَطَاعَةِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي حُدُودَكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِبُّكَ، وَيُحِبُّ مَلَائِكَتَكَ، وَرُسُلَكَ، وَعِبَادَكَ الصَّالِحِينَ، اللَّهُمَّ حَبِّبْنِي إِلَيْكَ، وَإِلَى مَلَائِكَتِكَ، وَرُسُلِكَ، وَعِبَادِكَ الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ آتِنِي مِنْ خَيْرِ مَا تُؤْتِي عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ يَسِّرْنِي لِلْيُسْرَى، وَجَنِّبْنِي الْعُسْرَى، وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى. اللَّهُمَّ أَوْزِعْنِي أَنْ أُوَفِّيَ بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَنِي عَلَيْهِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَئِمَّةِ الْمُتَّقِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ، وَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ.

Latin:

Allahumma‘shimnii bidini-ka, wa thaa‘ati rasuulika shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma jannibnii huduudak. Allahummaj‘alnii mimman yuhibbuk, wa yuhibbu malaa-ikatak, wa rusulak, wa ‘ibaadakash shaalihiin. Allahumma habbibnii ilaik, wa ilaa malaa-ikatik, wa rusulik, wa ‘ibaadikash shaalihiin.

Allahumma aatinii min khairi maa tu’tii ‘ibaadakash shaalihiin fid-dunyaa wal aakhirah. Allahumma yassirnii lilyusraa, wa jannibnil ‘usraa, waghfirlii fil aakhirati wal uulaa. Allahumma awzi‘nii an uwafiya bi‘ahdikal ladzii ‘aahadtanii ‘alaihi. Allahummaj‘alnii min a-immatil muttaqiin, waj‘alnii min waratsati jannatin na‘iim, waghfirlii khathii-atii yaumad diin.

Artinya:

“Ya Allah, jagalah aku dengan agama-Mu dan dengan ketaatan kepada Rasul-Mu SAW. Ya Allah, jauhkanlah aku dari melanggar batas-batas-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mencintai-Mu, mencintai malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh.

Ya Allah, jadikanlah aku dicintai oleh-Mu, oleh malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan sebagaimana yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh di dunia dan di akhirat.

Ya Allah, mudahkanlah aku menuju kemudahan, jauhkan aku dari kesulitan, dan ampunilah aku di akhirat dan di dunia. Ya Allah, ilhamkanlah aku agar dapat menepati janji-Mu yang telah Engkau ikatkan kepadaku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk pemimpin orang-orang yang bertakwa, jadikanlah aku termasuk pewaris surga kenikmatan, dan ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan.”
(Al-Mushannaf [Madinah: Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam], juz 6, h. 108)

Makna dan Kandungan Doa Setelah Thawaf

Doa setelah thawaf ini mengandung sejumlah permohonan penting dalam kehidupan seorang muslim. Inti dari doa tersebut adalah permintaan agar tetap dijaga dalam agama serta istiqamah dalam ketaatan kepada Rasulullah SAW.

Selain itu, terdapat pula harapan agar dijauhkan dari pelanggaran terhadap batas-batas Allah SWT, sekaligus memohon agar termasuk dalam golongan yang mencintai Allah, para malaikat, rasul, dan hamba-hamba yang saleh.

Doa ini juga mencakup permintaan kebaikan di dunia dan akhirat, kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta ampunan atas dosa-dosa pada hari pembalasan. Dengan demikian, doa ini menjadi bentuk penyempurnaan ibadah thawaf, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual.

Waktu dan Cara Mengamalkan Doa

Doa ini dapat dibaca setelah jemaah menyelesaikan thawaf dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Setelah itu, jemaah dianjurkan untuk duduk sejenak, memuji Allah SWT, lalu membaca doa dengan penuh kekhusyukan.

Amalan ini juga disebut dilakukan oleh Abdullah bin Umar ketika berada di antara Shafa dan Marwa, yang menunjukkan fleksibilitas waktu dalam memanjatkan doa tersebut selama rangkaian ibadah berlangsung.

Dengan membaca doa setelah thawaf, jemaah diharapkan tidak hanya menyelesaikan rangkaian ibadah secara lahiriah, tetapi juga menghadirkan kesadaran ruhani yang mendalam dalam setiap munajat kepada Allah SWT. (anp)