News  

Targetkan Pimpinan DPRD di Tahun 2029, DPD PAN Kota Yogyakarta Gelar Muscab VI

Suasana Muscab VI DPD PAN

bernasnews – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) VI se-Kota Yogyakarta, bertempat di Hotel Matahari, Jalan Parangtritis, pada Minggu (26/4/2026).

Agenda tertinggi tingkat kecamatan ini bertujuan melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menetapkan formatur pengurus DPC PAN periode 2025–2030.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting partai, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PAN Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA; Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Mohammad Sofyan, S.T.; Ketua DPD PAN Kota Yogyakarta Rifki Listianto, S.Si., M.Sc.; Sekretaris Tri Waluko Widodo, Amd., serta Bendahara Affan Baskara Patria, S.IP.

Turut hadir pula perwakilan sayap partai seperti PUAN, BM PAN, dan Simpatik.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PAN Kota Yogyakarta, Rifki Listianto menekankan pentingnya momentum Muscab ini untuk memulihkan kekuatan partai pasca penurunan perolehan kursi pada Pemilu 2024 lalu.

Rifki Listianto menargetkan perolehan kursi legislatif dapat meningkat signifikan pada kontestasi mendatang.

“Kita sangat prihatin untuk tahun 2024 kemarin, kita mengalami penurunan. Insyaallah kita besok akan merebut kursi itu kembali dan menargetkan menjadi tujuh kursi agar bisa kembali meraih kursi pimpinan dewan,” tegas Rifki di hadapan para kader.

Guna mencapai target tersebut, Rifki pun menginstruksikan pengurus DPC untuk memperkuat tiga pilar utama perjuangan partai menuju tahun 2029. Tiga hal tersebut meliputi penguatan basis relawan, kesiapan saksi di setiap TPS, serta optimalisasi media sosial sebagai sarana syiar politik kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PAN Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA., mengingatkan para calon pengurus bahwa mereka adalah wajah partai di tengah masyarakat.

Heroe Poerwadi menekankan bahwa keberhasilan partai tidak hanya bergantung pada materi, tetapi pada kepercayaan publik terhadap figur kader.

“Teman-teman adalah simbol keberadaan PAN. Jika kita dianggap sebagai orang yang baik, yang migunani (berguna), dan mampu merampungkan masalah di lingkungan, maka jalan untuk mengajak masyarakat memilih partai akan lebih besar,” ujar Heroe

“Kita harus aktif di kegiatan masyarakat agar orang mengenal PAN,” tandas Mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta, periode 2017 – 2022.

Muscab VI ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui penguatan struktural di tingkat kemantren ini, para kader diharapkan tidak hanya sekadar menjadi pengurus administratif, tetapi juga menjadi tokoh masyarakat yang solutif.

Hal ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi pembangunan wilayah melalui aspirasi kebijakan yang diperjuangkan oleh partai di masa depan. (*/ ted)