Perkuat Teamwork dan Pelayanan, Guru dan Karyawan SMK Marsudirini St. Fransiskus Gelar Fun-Class Building

Foto kegiatan selama sesi Fun Class Building di Outdoor bersama Bapak Lillik Rizki Siswanto. (Foto: Kiriman Bapak Dheni)

bernasnews — Dalam rangka memperkuat karakter, kekompakan, kerjasama, integritas dan pelayanan, para guru karyawan SMK St. Fransiskus beserta Suster Koordinator Sekolah menyelenggarakan kegiatan Fun-Class Building selama dua hari, bertempat di Wisma Gaya 5, Bandungan, pada Jumat dan Sabtu, 24-25 April 2026.

Kegiatan yang diberi tema “Menemukan kekuatan, menghidupkan Harapan, Menjadi satu tim yang hebat” ini diikuti oleh 25 orang peserta.

Kepala SMK St. Fransiskus, Katarina Hermin Susmiarti, S.Pd, dalam sambutannya mengemukakan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar outbond biasa. Ia ingin para guru karyawan dapat semakin solid, menjadi team work yang hebat dan mampu saling menopang suka dan duka di dalam melayani siswa-siswi.

“Khususnya melalui sebuah refleksi kegiatan Jalan Salib sebelum mengawali kegatan Fun Class. Sebab dikatakan sekolah hebat akan lahir dari guru-guru yang hatinya terhubung satu dengan yang lain, saling bantu membantu dalam hal apapun,” tegas Katarina.

Foto bersama setelah acara penutup kegiatan Fun Class Buidling, Suster, para guru karyawan beserta Narasumber. (Foto: Kiriman Mas Sigit)

Hadir dalam kegiatan tersebut, sebagai narasumber hebat, Lillik Rizki Siswanto selaku Founder BIN _Brankas Ide Nusantara, yang memfasilitasi tiap sesi baik melalui sharing, dinamika kelompok, presentasi. Guru dan Karyawan adalah role model pertama bagi siswa-siswi. Kalau tim pendidik kompak dan penuh sukacita maka iklim sekolah pasti positif.

“Kalau tim pendidik kompak dan penuh sukacita maka iklim sekolah pasti positif. Yang terpenting bukanlah mencintai anak didiknya, tetapi anak-anak merasa dicintai oleh pendidik atau tidak,” ungkap Lillik Siswanto.

Harapannya melalui kegiatan Fun-Class  Building ini kita dapat mulai dari sekarang membangun dream sekolah kita dengan kekuatan yang sudah dimiliki oleh para guru karyawan melalui optimalisasi kebiasaan baik.

“Pemberian apresiasi, semangat dan tentunya sense of belonging, karena dari pola pikir akan membentuk karakter. Let’s growth up SMK Marsudirini St. Fransiskus together with love,” ujar Lillik Siswanto. (zbd/ Mrs Natalia, Humas SMK St. Fransiskus)