STIKIP Catur Sakti Cetak Sejarah dalam Pendidikan, Wisuda Lulusan Perdana Jalur RPL

Suasana acara Wisuda XLVII Program Sarjana Prodi Pendidikan Luar Sekolah Tahun Akademik 2025/ 2026, STIKIP Catur Sakti. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Catur Sakti menggelar Sidang Senat Terbuka – Wisuda XLVII Program Sarjana Prodi Pendidikan Luar Sekolah Tahun Akademik 2025/ 2026 bertempat di Burza Hotel Yogyakarta, pada Sabtu pagi (25/4/2026).

Acara ini bukan sekadar seremoni akademik biasa, melainkan sebuah catatan sejarah tentang perjuangan dan inklusivitas pendidikan dengan lahirnya lulusan perdana jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Hadir dalam acara wisuda, Bupati Bantul yang diwakili oleh Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bantul, Pembina Yayasan Pembangunan Catur Sakti, Ketua dan Jajaran Yayasan Pembangunan Catur Sakti, Para Wisudawan Wisudawati beserta orang tua, dan tamu undangan.

Wakil Ketua Panitia Wisuda, Drs. Sudadi, M.M, dalam laporannya menyampaikan, bahwa jumlah wisudawan wisudawati keseluruhan ada 42 peserta, yang terdiri 17 laki-laki dan 25 wanita. IPK tertinggi 3,85 dan IPK terendah 3,02. Peserta Cumloude ada 11 wisudawati.

“Wisuda XLVII STIKIP Catur Sakti kali ini adalah acara wisuda yang istimewa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Istimewa lantaran adanya tiga wisudawan perdana jalur RPL. Sosok mereka adalah Tim Penggerak PKK Imogiri, Pengurus Paguyuban Pranatacara & Pamerdhasabda Kabupaten Bantul, dan PKBM Mandiri,” ujar Sudadi.

Menurut Sudadi, mereka adalah para praktisi pendidikan yang telah bertahun-tahun mengabdi di lapangan, namun baru kali ini pengalaman berharga mereka diakui secara akademik dan dikonversi menjadi gelar sarjana.

Dewan Senat, Pembina dan Ketua Umum Yayasan Pembangunan Catur Sakti Bantul, serta tamu undangan foto bersama. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Ketua STIKIP Catur Sakti, Dr. Jumarudin, M.Pd dalam sambutannya menyatakan rasa bangga atas keteguhan para lulusan. Melihat mereka mengenakan toga pada hari ini adalah bukti, bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar,” ungkapnya.

“Jalur RPL ini kami dedikasikan bagi para pejuang pendidikan di lapangan agar pengalaman hebat mereka memiliki payung akademik yang kuat,” tegas Dr. Jumarudin.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pembangunan Catur Sakti Bantul, Danang W. Adityatama, S.T., M.Eng dalam sambutannya menekankan pesan moral bagi mahasiswa lainnya. Ia pun berharap keberhasilan para praktisi senior di jalur RPL dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa reguler.

“Jika mereka yang sudah bekerja dan memiliki beban keluarga saja bisa fokus menyelesaikan studi dengan tuntas, maka mahasiswa muda lainnya harus bisa lebih bersemangat. Ini adalah tentang manajemen niat dan waktu,” tutur Danang.

Sambutan – sambutan berikutnya adalah dari perwakilan wisudawan dengan IPK tertinggi, perwakilan alumni STIKIP Catur Sakti yang juga seorang Anggota DPRD Kabupaten Bantul, dan sambutan terakhir dari Sekretaris Disdiknas Bantul yang mengapresiasi acara wisuda, serta menyampaikan peluang-peluang yang ada bagi para lulusan.

Kebanggaan hari ini tampak pada wajah para wisudawan dan keluarga pendamping, terlebih pada 10 wisudawan penerima KIP-Kuliah yang telah berhasil membuktikan, bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi di bidang pendidikan.

Upacara wisuda ini menjadi simbol bahwa STIKIP Catur Sakti terus bergerak menjadi institusi yang inklusif – memberi ruang bagi mereka yang berprestasi namun terbatas secara ekonomi, serta menghargai setiap tetes keringat para praktisi melalui jalur RPL. (ted)