News  

Tragedi Gunungkidul: Bocah 8 Tahun Tertimpa Besi Muatan Pikap, Kronologi Lengkap dan Fakta Terbaru

Bocah Tertimpa Besi Muatan Pikap/Foto: Istimewa

bernasnews– Gunungkidul kembali berduka. Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berinisial AJS (8), warga Playen, yang akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Wonosari. Luka parah akibat tertimpa besi hollow yang terlepas dari muatan mobil pikap merenggut nyawanya.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan. Ia menyampaikan bahwa pihak keluarga menerima kabar meninggalnya korban saat menjalani perawatan di rumah sakit.

“Pihak keluarga telah mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia saat dirawat,” ujarnya pada Kamis malam (23/4/2026).

Kronologi Tragis Bocah Tertimpa Besi

Peristiwa nahas ini terjadi di ruas Jalan Playen–Banyusoco, tepatnya di Dusun Sawahan I, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, sebuah mobil pikap jenis Daihatsu Gran Max yang dikemudikan Heru Sukoco (64) melaju dari arah Playen menuju Banyusoco.

Pengemudi membawa empat batang besi hollow dengan panjang sekitar empat meter. Ia mengikat muatan tersebut dari atas kabin hingga ke bak belakang kendaraan. Namun, kondisi jalan yang bergelombang membuat posisi besi bergeser ke sisi kiri.

Ketika kendaraan terus melaju, sebagian besi keluar dari bak. Pengemudi yang menyadari kondisi tersebut langsung menginjak rem. Sayangnya, tindakan itu justru memicu besi meluncur ke depan dan terlepas dari ikatan.

Di saat yang sama, korban yang sedang berjalan kaki di luar badan jalan tidak sempat menghindar. Besi tersebut langsung menghantam kepala korban dengan keras.

Benturan keras membuat korban seketika tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit.

Tim medis di RSUD Wonosari berupaya maksimal menyelamatkan nyawanya. Namun, luka yang terlalu parah membuat kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Polisi Lakukan Penyelidikan, Pengemudi Tunjukkan Itikad Baik

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat dengan mengamankan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara lengkap penyebab kecelakaan.

Ipda Nur Ikhwan menyampaikan bahwa pengemudi dan keluarganya telah menunjukkan itikad baik kepada pihak korban. Polisi bahkan memberikan kesempatan kepada pengemudi untuk melayat ke rumah duka.

“Kami masih melakukan penanganan perkara. Pengemudi juga sudah menunjukkan itikad baik kepada keluarga korban,” jelasnya.

Kepergian AJS meninggalkan luka mendalam bagi warga Dusun Sawahan. Mereka mengenal korban sebagai anak yang ceria dan aktif di lingkungan sekitar.

Sebelum kejadian, korban bahkan sempat terlihat terburu-buru meninggalkan kelas. Dalam momen yang kini terasa pilu, ia memberikan jatah makan bergizi (MBG) miliknya kepada sang guru. Tindakan sederhana itu kini menjadi kenangan terakhir yang membekas di hati orang-orang terdekatnya.

Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam pengangkutan barang, terutama muatan panjang dan berat. Pengemudi wajib memastikan ikatan muatan kuat dan aman, serta mempertimbangkan kondisi jalan yang dilalui.

Kelalaian sekecil apa pun dapat berujung fatal, seperti yang terjadi dalam peristiwa memilukan ini. Gunungkidul berduka. Kini, harapan masyarakat tertuju pada proses hukum yang berjalan, sekaligus peningkatan kesadaran akan keselamatan di jalan raya. (ef linangkung)