bernasnews – Keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.
Pemerintah membagi proses pemberangkatan menjadi dua gelombang, yakni Gelombang 1 pada 22 April sampai 6 Mei 2026 menuju Madinah, serta Gelombang 2 pada 7 Mei hingga 21 Mei 2026 menuju Jeddah.
Jadwal ini menjadi acuan penting bagi calon jemaah untuk mengetahui kapan perkiraan keberangkatan mereka sesuai nomor porsi yang dimiliki.
Selain jadwal resmi, calon jemaah kini dapat memantau estimasi keberangkatan secara mandiri melalui layanan daring yang disediakan pemerintah. Sistem ini memudahkan jemaah untuk mengetahui posisi antrean tanpa harus datang langsung ke kantor layanan haji.
Pemerintah telah menetapkan skema keberangkatan jemaah haji Indonesia dalam dua tahap. Pembagian ini dilakukan untuk mengatur kelancaran proses transportasi dan pelayanan jemaah di Tanah Suci.
Gelombang pertama dijadwalkan berangkat pada 22 April hingga 6 Mei 2026 dengan tujuan langsung ke Madinah. Sementara itu, gelombang kedua akan diberangkatkan pada 7 Mei hingga 21 Mei 2026 dengan tujuan Jeddah.
Skema ini sudah menjadi pola rutin dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, guna memastikan distribusi jemaah berjalan tertib dan terorganisir.
Cara Cek Estimasi Keberangkatan Haji 2026 Secara Online
Calon jemaah yang telah memiliki nomor porsi dapat mengecek estimasi keberangkatan secara mandiri melalui situs resmi pemerintah. Prosesnya sederhana dan dapat dilakukan kapan saja.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka laman resmi di https://haji.go.id/estimasi-keberangkatan
- Masukkan nomor porsi haji (10 digit) pada kolom yang tersedia
- Ketik kode verifikasi (captcha) sesuai tampilan di layar
- Klik tombol “Cek Estimasi” atau “Submit”
- Sistem akan menampilkan data estimasi keberangkatan
Informasi yang ditampilkan meliputi nama jemaah, nomor porsi, tahun perkiraan berangkat, hingga posisi antrean berdasarkan kuota provinsi.
Fungsi Nomor Porsi dalam Menentukan Jadwal Haji
Nomor porsi menjadi kunci utama dalam sistem antrean haji di Indonesia. Setiap calon jemaah yang telah mendaftar akan memperoleh nomor ini sebagai identitas dalam daftar tunggu.
Melalui nomor porsi, sistem dapat menghitung estimasi tahun keberangkatan berdasarkan kuota haji yang tersedia di masing-masing provinsi. Semakin awal nomor porsi diperoleh, semakin cepat pula peluang keberangkatan.
Karena itu, pengecekan berkala sangat disarankan agar calon jemaah mengetahui perkembangan antrean dan memastikan data tetap sesuai.
Selain secara online, pengecekan estimasi keberangkatan juga dapat dilakukan secara langsung melalui kantor pelayanan haji setempat. Calon jemaah cukup membawa nomor porsi untuk mendapatkan informasi dari petugas.
Namun, metode online dinilai lebih praktis karena bisa diakses kapan saja tanpa harus datang ke lokasi.
Pentingnya Mengecek Estimasi Secara Berkala
Pengecekan estimasi keberangkatan haji tidak hanya berguna untuk mengetahui jadwal, tetapi juga membantu calon jemaah mempersiapkan diri secara matang. Mulai dari kesiapan finansial, kesehatan, hingga dokumen perjalanan.
Perubahan kuota atau kebijakan pemerintah sewaktu-waktu dapat memengaruhi estimasi keberangkatan. Oleh karena itu, calon jemaah disarankan rutin memantau informasi melalui situs resmi.
Dengan memanfaatkan layanan digital yang tersedia, proses pemantauan antrean haji kini menjadi lebih transparan dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. (anp)












