bernasnews — Pengurus dan segenap anggota Pokdarwis Panembahan Gumregah menggelar acara Syawalan 1447 Hijriah, bertempat di Resto nJeron Benteng, Jalan Siliran Lor, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, pada Minggu malam (19/4/202).
Acara yang kali pertama diselenggarakan, dihadiri oleh 35 peserta yang merupakan pelaku dan pegiat wisata antara lain, dari paguyuban UMKM, paguyuban Gudeg Wijilan, komunitas Jemparingan dan Budaya, serta tokoh masyarakat setempat.
Juga hadir Lurah Panembahan, Perwakilan Tuwangggana (LPMK) Panembahan, Ketua Kampung Suryoputran, Ketua Kampung Langenastran, Ketua Kampung Gamelan, Ketua Kampung Gamelan, Ketua Kampung Mangunegaran.
Selain itu, juga nampak hadir Ketua Pokdarwis Patehan dan Ketua Pokdarwis Kadipaten, Kemantren Kraton, Yogyakarta. Acara ini dipandu oleh Mono dan Lusi.
Dalam sambutannya, Ketua Pokdarwis Panembahan Gumregah, Y. Sri Susilo menyampaikan apresiasi dan terima kasih bagi peserta yang telah hadir. Menurutnya, dari jumlah undangan 45 yang beredar bisa hadir sejumlah 35 orang.
“Ini sebuah prestasi yang membanggakan lantaran acara Syawalan kali pertama diselenggarakan. Itu pun berkat niat baik dari mas Stive pemilik Resto nJeron Benteng yang telah mefailitasi,” ungkapnya.
“Meskipun demikian, untuk pertemuan pengurus Pokdarwis Panembahan Gumregah setiap bulannya juga intens dilakukan di resto yang ikonik ini,” imbuh Y. Sri Susilo, yang juga Pengurus KADIN DIY.
Sementara itu, Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro mengemukakan bahwa bicara eksitensi dan potensi wilayah di kawasan Panembahan sungguh luar biasa. Terlebih kawasan nJeron Benteng, tak akan habis untuk dikulik.
“Sebagai pengampun wilayah sangat berharap pokdarwis dan para penggerak budaya bisa berkolaborasi. Dalam Syawalan ini kami mengapreasi dan juga terima kasih saat acara peringatan Ulang Tahun Ngarsadalem Sultan HB X bisa ikut berkiprah dengan kuliner gudegnya,” ujarnya.
Selain itu, tambah Lurah Panembahan, kawasan nJeron Benteng eksistensi wisata tidak hanya tempat-tempat heritage dan budaya. Namun juga kekayaan kuliner tradisional juga sungguh luar biasa.
“Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama bagi pokdarwis dan kampung-kampung wisata yang ada,” terang RM. Murti Buntoro.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan Himah dan Doa Syawalan oleh Ustad Martopo. Mengawali tausyiahnya. Ustad Martopo bacakan pantun,”kapok godog habis dimakan lesehan – wedang jahe sere diminum menyehatkan. Pripun kabare Pokdarwis Panembahan? Semoga manfaat dan berkah.
Menurut Ustad Martopo, sering bersilaturahmi itu bisa menambah rejeki dan memperpanjang usia. Untung di Indonesia ini ada tradisi Syawalan – Halalbihalal, ternyata banyak sekali manfaatnya.
“Syawal itu artinya naik setelah berusaha keras selama Ramadan. Ada tiga ciri khas penghuni surga, salah satunya adalah orang yang suka bersilaturahmi. Orang tidak akan masuk surga jika suka memutuskan tali silaturahmi,” ujarnya.
Acara syawalan ditutup dengan membaca ikrar Syawalan bersama-sama yang dipimpin oleh Ninik Yoso dari RKB Panembahan, dilanjut saling bersalaman dan saling maaf memaafkan. Kemudian pembagian doorprise dari sponsor, OJK DIY, BI DIY, Bank BPD DIY dan YSS Production. (ted)












