bernasnews – Menjelang datangnya bulan Dzulhijjah, umat Islam mulai bersiap menyambut salah satu bulan paling mulia dalam kalender Hijriah. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah, kapan tepatnya 1 Dzulhijjah 2026 jatuh?
Informasi ini penting karena berkaitan langsung dengan berbagai ibadah utama, seperti puasa sunnah, puasa Arafah, hingga perayaan Hari Raya Idul Adha.
Penentuan awal bulan Hijriah memang tidak selalu sama. Hal ini karena terdapat dua metode yang digunakan, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
Oleh sebab itu, tanggal yang beredar di masyarakat umumnya masih berupa perkiraan hingga pemerintah menetapkan secara resmi melalui sidang isbat.
Perkiraan 1 Dzulhijjah 2026
Berdasarkan kalender Hijriah global serta metode hisab yang biasa digunakan sejumlah organisasi Islam, 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 19 Mei 2026.
Namun demikian, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama tetap akan melakukan sidang isbat untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah secara resmi. Penetapan ini akan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, ada kemungkinan terjadi perbedaan satu hari dari tanggal perkiraan tersebut.
Jadwal Puasa Sunnah Dzulhijjah 2026
Bulan Dzulhijjah dikenal sebagai waktu yang penuh keutamaan. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa sunnah pada 10 hari pertama bulan ini. Jika mengacu pada estimasi 1 Dzulhijjah di atas, berikut rincian jadwal puasa sunnah:
- 1-7 Dzulhijjah (Puasa Sunnah Awal Bulan): 19 – 25 Mei 2026
- Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): Selasa, 26 Mei 2026
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Rabu, 27 Mei 2026
Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar, terutama bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Dalam hadis disebutkan bahwa puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Kapan Idul Adha 2026?
Masih berdasarkan perhitungan yang sama, Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 28 Mei 2026.
Namun, dalam kalender nasional yang mengacu pada SKB 3 Menteri, Idul Adha 2026 tercatat pada Rabu, 27 Mei 2026.
Perbedaan ini kembali menegaskan bahwa keputusan final akan ditentukan melalui sidang isbat oleh pemerintah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi agar tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan ibadah.
Jadwal Libur Idul Adha 2026 dan Potensi Long Weekend
Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama untuk Idul Adha 2026 sebagai berikut:
- Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha
- Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama
Menariknya, momen ini berpotensi menjadi long weekend yang cukup panjang. Jika ditambah cuti pribadi pada Jumat, 29 Mei 2026, maka masyarakat bisa menikmati libur hingga lima hari berturut-turut:
- Rabu, 27 Mei: Idul Adha
- Kamis, 28 Mei: Cuti Bersama
- Jumat, 29 Mei: Cuti tambahan
- Sabtu, 30 Mei: Akhir pekan
- Minggu, 31 Mei: Hari Raya Waisak dan akhir pekan
- Senin, 1 Juni: Libur nasional Hari Lahir Pancasila
Dengan rangkaian tersebut, masyarakat dapat merencanakan berbagai kegiatan, mulai dari ibadah kurban, mudik, hingga liburan keluarga.
Amalan dan Keistimewaan Bulan Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah memiliki banyak keistimewaan yang tidak ditemukan di bulan lainnya. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan disebut sebagai hari terbaik untuk beramal saleh.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Puasa Sunnah
Terutama pada tanggal 1–9 Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah. - Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil. - Bersedekah dan Beramal Saleh
Amal sekecil apa pun akan dilipatgandakan pahalanya. - Berqurban
Pada hari Idul Adha, umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. - Menunaikan Ibadah Haji
Bagi yang memiliki kesempatan, ibadah haji menjadi puncak ibadah di bulan ini.
Secara umum, 1 Dzulhijjah 2026 diperkirakan jatuh pada 19 Mei 2026, namun penetapan resminya tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah. Umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh berkah ini, baik dengan merencanakan ibadah maupun aktivitas lainnya.
Dengan memahami jadwal dan keutamaan bulan Dzulhijjah, diharapkan umat Islam dapat memaksimalkan amalan dan meraih keberkahan yang melimpah. (anp)












