bernasnews– Hujan deras yang mengguyur wilayah Gedangsari selama hampir satu malam kembali memicu bencana longsor di Jalur Clongop. Peristiwa ini terjadi pada Jumat pagi (17/4/2026) dan langsung mengganggu akses utama penghubung antara Gunungkidul dan Klaten.
Material longsoran yang menutup sebagian besar badan jalan memaksa petugas melakukan pengalihan arus lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengungkapkan bahwa hujan mulai turun sejak Kamis malam (16/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Hujan dengan intensitas sedang tersebut mengguyur wilayah Kalurahan Watugajah dan sekitarnya dalam durasi yang cukup lama, sehingga memicu ketidakstabilan tanah di kawasan perbukitan.
Guyuran air yang terus-menerus melemahkan struktur tanah di tepi Jalan Baru Clongop. Akibatnya, tebing sepanjang kurang lebih 30 meter runtuh dan mengirimkan material tanah serta batu ke badan jalan. Longsoran tersebut menutup sekitar 70 persen akses jalan, sehingga membahayakan pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Petugas langsung mengambil tindakan cepat dengan melakukan penyekatan jalan untuk mencegah risiko kecelakaan. Meski demikian, kendaraan berukuran kecil masih boleh melintas dengan pengawasan ketat. Sementara itu, kendaraan besar menggunakan jalur alternatif hingga proses pembersihan selesai.
Edy menegaskan bahwa tim gabungan dari BPBD, Polsek, dan Koramil Gedangsari segera terjun ke lokasi untuk membersihkan material longsoran. Mereka bekerja secara bertahap mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Jalur Clongop dikenal rawan longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi geografis berupa tebing curam dan struktur tanah yang mudah tergerus air menjadikan wilayah ini sebagai titik rawan bencana.
BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di jalur rawan longsor. Pengendara diminta untuk menghindari area tersebut saat hujan deras dan memilih jalur alternatif yang lebih aman.
\Petugas berupaya mempercepat proses pembersihan agar akses utama dapat kembali normal. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah ancaman cuaca yang masih berpotensi memicu longsor susulan. (ef linangkung)












