bernasnews – Satu unit mobil pikap yang digunakan untuk berjualan tahu bulat dilaporkan terbakar di Jalan Kerto, Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Insiden tersebut sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian karena kobaran api yang membesar dengan cepat.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, mengonfirmasi peristiwa tersebut melibatkan mobil pikap bernomor polisi AB 82– EU.
Kendaraan itu dikemudikan oleh Bahrul (26), asal Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan didampingi seorang kernet berinisial AM (21), asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Kronologi Kejadian di Jalan Kerto
Peristiwa bermula saat kendaraan melintas di depan SMA 8 Yogyakarta menuju arah barat. Sebagaimana aktivitas rutinnya, pengemudi menjajakan tahu bulat sembari menggoreng di atas bak kendaraan.
Saat sedang berjalan, seorang pengguna jalan dari arah belakang memberikan peringatan bahwa terdapat api pada bagian belakang mobil tersebut.
Merespons peringatan warga, pengemudi segera menepikan kendaraan di persimpangan empat Jalan Kerto. Namun, api dilaporkan sudah membesar dan mulai melalap badan kendaraan hingga menimbulkan kepulan asap hitam pekat di sekitar area permukiman.
Satu unit mobil pemadam kebakaran Kota Yogyakarta dikerahkan ke lokasi tak lama setelah menerima laporan.
Petugas berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan guna memastikan titik api benar-benar padam serta tidak merambat ke bangunan di sekitarnya.
Dugaan Penyebab dan Dampak Kerugian
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, pihak kepolisian menduga kebakaran dipicu oleh kebocoran pada tabung gas yang digunakan untuk proses penggorengan di dalam mobil.
Kombinasi aktivitas memasak di ruang terbuka kendaraan dengan instalasi gas diduga menjadi faktor utama pemicu kebakaran.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, kerugian materiil dilaporkan cukup signifikan.
Pemilik kendaraan menaksir kerugian mencapai kurang lebih Rp50 juta, yang mencakup kerusakan total pada armada pikap serta seluruh peralatan dagang yang berada di dalamnya.
Imbauan Keamanan Instalasi Gas
Kejadian yang sempat viral di media sosial ini menjadi perhatian terkait standar keamanan usaha kuliner keliling yang menggunakan instalasi gas di atas kendaraan.
Minimnya sistem ventilasi dan pengamanan pada instalasi gas di dapur berjalan dinilai memiliki risiko tinggi terhadap bahaya kebakaran.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para pelaku usaha serupa untuk rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi tabung gas dan selang regulator.
Upaya pencegahan dini diharapkan dapat meminimalisir potensi kecelakaan kerja yang membahayakan keselamatan jiwa maupun harta benda di masa mendatang. (Eln)












