TK Negeri 3 Yogyakarta Ikuti Lomba Kreasi Gerak Lagu “Rukun Sama Teman” yang Diselenggarakan Kemendikdasmen

Suasana pengambilan video anak-anak TK Negeri 3 Yogyakarta untuk mengikuti Lomba Kreasi Gerak Lagu "Rukun Sama Teman" yang Diselenggarakan Kemendikdasmen. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — “Semua insan ciptaan TuhanBerbeda rupa dan kemampuanMari saling menghormatiJangan saling menyakiti. Tak ada guna permusuhanTak ada guna pertengkaranMari jalin persahabatanRukun sama teman”.

Demikian penggalan lirik lagu “Rukun Sama Teman” yang diciptakan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menulis liriknya dengan bahasa sederhana namun sarat makna.

Sedangkan aransemen musik dipercayakan kepada Dwiki Dharmawan, musisi ternama yang dikenal piawai mengemas musik edukatif menjadi lebih hidup.

Lagu yang dinyanyikan oleh Quinn Salman dan Prince Poetiray ini menjadi pengiring enam siswi Taman Kanak kanak (TK) Negeri 3 Yogyakarta, saat shooting (pengambilan gambar) video, di halaman sekolah setempat, di Kampung Suryopuran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta.

“Kegiatan pengambilan video ini dalam rangka TK Negeri 3 Yogyakarta untuk mengikuti Lomba Kreasi Gerak Lagu “Rukun Sama Teman”, yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen,” kata Emi Kustrini, S.Pd selaku Guru Pelatih, Jumat (17/4/2026).

Menurut Emi, enam anak yang mewakili sekolah dalam lomba ini berlatih untuk menghafal kreasi gerak lagu ini hanya tiga hari yakni Senin, Selasa, dan Rabu. “Kamis (16/4) langsung proses pengambilan gambar video di halaman sekolah,” ungkapnya.

“Adapun enam anak yang menjadi wakil sekolah yakni, Avatara Janetra Adamar, Azia Inayah, Gamila Naura Zaida F, Mutiara Sadiya Atmaja, Ni Kadek Vania Oktavian, dan Fara Aradea,” imbuh Emi Kustrini.

Gerakan Rukun Sama Teman merupakan salah satu implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Gerakan ini berfokus pada pengembangan potensi dan peran murid sebagai “sahabat hebat” yang berperan memberikan dukungan awal bagi teman-temannya, serta menjadi jembatan emosional dan sosial di lingkungan sekolah.

“Program ini dirancang oleh Kemendikdasmen untuk menumbuhkan budaya gotong royong dan solidaritas, menekan angka kekerasan dan konflik antar murid, serta membangun karakter dan kesadaran sosial yang kuat dalam diri murid agar sekolah menjadi tempat pembelajaran sosial yang efektif bagi generasi muda,” pungkasnya. (ted)