bernasnews – Walimatussafar menjadi tradisi penting yang dilakukan calon jemaah haji atau umrah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Umat Islam dapat memanjatkan doa walimatussafar haji lengkap teks Arab, latin dan artinya.
Tradisi ini berisi doa bersama, permohonan restu, serta ungkapan syukur atas kesempatan beribadah. Dalam praktiknya, doa walimatussafar dipanjatkan untuk memohon keselamatan perjalanan, kelancaran ibadah, serta harapan agar jemaah memperoleh haji yang mabrur.
Bacaan Doa Walimatussafar Haji Lengkap dengan Arti
Salah satu doa yang umum dibacakan dalam walimatussafar adalah sebagai berikut:
زَوْدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kamu berada”.
Selain itu, terdapat doa untuk memohon agar ibadah haji diterima:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا
Allâhummaj’al hajjan mabrûrâ, wa sa’yan masykûrâ, wa dzanban maghfûrâ.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, sa’i yang disyukuri, dan dosa yang diampuni.”
Doa ini menjadi inti harapan setiap jemaah, yakni agar seluruh rangkaian ibadah diterima oleh Allah SWT.
Doa untuk Keluarga yang Ditinggalkan
Selain memohon kelancaran ibadah, calon jemaah juga dianjurkan membaca doa untuk keluarga yang ditinggalkan:
Arab:
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Latin:
Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu.
Artinya: “Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak pernah menyia-nyiakan titipan-Nya.”
Doa ini mengandung makna perlindungan, agar keluarga tetap dalam penjagaan Allah SWT selama ditinggalkan menunaikan ibadah.
Walimatussafar dalam Tradisi Islam
Secara bahasa, walimatussafar berasal dari dua kata, yaitu “walimah” yang berarti jamuan dan “safar” yang berarti perjalanan. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momen berpamitan kepada keluarga, tetangga, dan kerabat.
Lebih dari sekadar acara seremonial, walimatussafar mencerminkan nilai kebersamaan dalam Islam. Doa yang dipanjatkan secara bersama-sama diyakini memiliki kekuatan spiritual yang mendalam serta mempererat hubungan sosial.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memohon perlindungan dan keberkahan agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar dan ibadah diterima sebagai haji atau umrah yang mabrur.
Tata Cara Pelaksanaan Walimatussafar yang Umum Dilakukan
Pelaksanaan walimatussafar biasanya berlangsung sederhana namun penuh makna. Berikut tahapan yang umum dilakukan:
1. Pembukaan dengan Tilawah Al-Qur’an
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, seperti Surah Al-Quraisy atau Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255). Bacaan ini dimaksudkan sebagai perlindungan dari bahaya selama perjalanan.
2. Ucapan Syukur dan Pamitan
Calon jemaah menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berhaji atau umrah. Pada momen ini juga disampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan kerabat.
3. Pembacaan Doa Bersama
Doa walimatussafar dipimpin oleh tokoh agama atau orang yang dituakan. Doa dibacakan dengan khusyuk untuk memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan.
4. Ramah Tamah dan Jamuan
Acara ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk silaturahmi. Jamuan biasanya sederhana namun penuh kehangatan.
Selain doa utama, jemaah juga dianjurkan memperbanyak zikir seperti “Subhanallah,” “Alhamdulillah,” dan “Allahu Akbar” masing-masing sebanyak 33 kali. Disunnahkan pula membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebagai perlindungan tambahan selama perjalanan.
Walimatussafar bukan hanya tradisi turun-temurun, tetapi juga sarana memperkuat spiritualitas dan hubungan sosial. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, calon jemaah berharap mendapatkan keselamatan, kemudahan, serta keberkahan dalam menjalankan ibadah haji atau umrah.
Dengan memahami bacaan doa, makna, serta tata cara pelaksanaannya, tradisi ini dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Harapannya, perjalanan ke Tanah Suci berlangsung lancar dan berbuah haji yang mabrur. (anp)











