bernasnews – Puasa Syawal 2026 dapat dilakukan sejak 22 Maret 2026 hingga batas akhir pada 18 April 2026. Ibadah sunnah ini dianjurkan bagi umat Islam selama enam hari di bulan Syawal 1447 Hijriah, baik dilakukan secara berurutan maupun terpisah.
Informasi ini merujuk pada kalender Hijriah resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, sehingga menjadi acuan penting bagi umat Islam yang ingin menunaikan puasa Syawal sebelum waktunya habis.
Batas Akhir Puasa Syawal 2026
Bulan Syawal 1447 H dimulai pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Dengan durasi 29 hari, bulan ini berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Artinya, umat Islam memiliki waktu hingga tanggal tersebut untuk menyelesaikan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.
Batas waktu ini menjadi krusial, terutama bagi mereka yang belum sempat menjalankan puasa di awal bulan. Selama masih berada dalam rentang bulan Syawal, puasa tetap sah dilakukan, baik di awal, pertengahan, maupun menjelang akhir bulan.
Kapan Puasa Syawal Mulai Dilaksanakan?
Puasa Syawal tidak dilakukan pada hari pertama Idul Fitri. Pelaksanaannya dimulai pada 2 Syawal atau sehari setelah Lebaran, yakni Minggu, 22 Maret 2026. Sejak tanggal tersebut, umat Islam sudah dapat memulai puasa sunnah ini.
Fleksibilitas waktu menjadi salah satu keunggulan puasa Syawal. Umat Islam dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan aktivitas harian, bahkan menggabungkannya dengan puasa sunnah lain seperti Senin dan Kamis.
Apakah Puasa Syawal Harus 6 Hari Berturut-turut?
Puasa Syawal dianjurkan selama enam hari. Namun, pelaksanaannya tidak wajib dilakukan secara berturut-turut. Umat Islam diperbolehkan mengerjakannya secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
Hal ini memberikan kemudahan bagi mereka yang memiliki kesibukan atau kendala tertentu. Yang terpenting adalah jumlah hari puasa tetap terpenuhi sebanyak enam hari sebelum berakhirnya bulan Syawal.
Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari
Sebelum menjalankan puasa, niat menjadi bagian penting yang menentukan sah atau tidaknya ibadah. Berikut bacaan niat puasa Syawal yang dilakukan pada malam hari:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَةِ سِتَةٍ مِنْ شَوَالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku niat puasa sunah enam hari Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Niat ini dianjurkan dibaca pada malam hari, mulai setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar.
Namun, terdapat keringanan dalam puasa sunnah. Jika lupa berniat pada malam hari, niat masih dapat dilakukan di siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat siang hari:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah 6 hari Syawal hari ini karena Allah ta’ala.”
Menggabungkan Puasa Syawal dengan Senin-Kamis
Puasa Syawal juga dapat digabung dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin dan Kamis. Jika waktunya bertepatan, umat Islam bisa membaca dua niat sekaligus.
Niat Puasa Senin:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Kamis:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta’ala.”
Dengan batas akhir pada 18 April 2026, umat Islam masih memiliki waktu untuk menunaikan puasa Syawal, termasuk bagi yang baru memulainya di pertengahan bulan. Fleksibilitas dalam pelaksanaan menjadi peluang untuk tetap meraih keutamaan puasa enam hari Syawal tanpa harus terburu-buru di awal bulan.
Mengetahui batas waktu dan tata cara pelaksanaannya menjadi penting agar ibadah dapat dilakukan secara optimal sesuai tuntunan. (anp)












