bernasnews – Suasana tegang menyelimuti Dusun Budegan I, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu, 11 April 2026 malam.
Warga sempat digegerkan oleh laporan dugaan pencurian sepeda motor yang menimpa seorang warga bernama Dhang Ayupratomo alias Dadang (36). Namun, ketegangan tersebut berakhir dengan tawa setelah fakta sebenarnya terungkap.
Kapolsek Wonosari, Kompol Tri Wibawa, mengonfirmasi bahwa pihaknya sempat menerjunkan personel untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan kehilangan dari korban sekitar pukul 22.00 WIB.
Kronologi Laporan Kehilangan
Kejadian bermula saat korban mendapati sepeda motor Honda Vario 125 miliknya tidak berada di teras rumah saat hendak dimasukkan ke dalam ruangan.
Mengingat pada pukul 18.00 WIB kendaraan tersebut masih terparkir rapi, korban langsung berasumsi bahwa motornya telah digondol pencuri.
Laporan kepolisian segera direspon oleh petugas piket Polsek Wonosari. Polisi melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi. Namun, di tengah proses penyelidikan, petugas menemukan sebuah fakta yang mengubah drastis arah penyidikan.
Fakta Mengejutkan di Balik “Pencurian”
Berdasarkan klarifikasi mendalam dan penelusuran ulang, petugas menemukan bahwa korban sempat menggunakan motor tersebut untuk pergi ke sebuah warung yang berjarak hanya sekitar 75 meter dari rumahnya.
“Korban ternyata pergi ke warung menggunakan motor tersebut, namun saat pulang ia justru berjalan kaki dan lupa bahwa kendaraannya tertinggal di sana,” jelas Kompol Tri Wibawa.
Kepanikan korban muncul karena ia benar-benar lupa telah membawa motor tersebut keluar rumah.
Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi warung yang dimaksud, petugas menemukan sepeda motor korban terparkir dalam kondisi aman di tempat semula.
Imbauan Kepolisian
Peristiwa yang semula diduga sebagai tindak kriminalitas ini akhirnya ditutup dengan suasana kekeluargaan.
Kapolsek Wonosari mengapresiasi kecepatan warga dalam melapor, namun ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh sebelum menyimpulkan adanya tindak kejahatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan teliti. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memastikan segala sesuatu secara detail agar tidak memicu kepanikan publik yang tidak perlu,” pungkasnya.
Kasus ini pun resmi dihentikan setelah kendaraan dikembalikan kepada pemiliknya. Warga Dusun Budegan I yang sempat merasa waswas kini dapat bernapas lega, sekaligus memiliki cerita menggelitik untuk dikenang. (Eln)












