News  

Api dari Pagi Terlupa, Kandang Ternak di Tepus Gunungkidul Hangus Terbakar

bernasnews— Sebuah kandang ternak milik Karjo (56) di Padukuhan Kanigoro, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, pada Senin (06/04/2026) sekitar pukul 10.30 WIB terbakar.

Seorang warga yang melintas di sekitar lokasi pertama kali melihat kepulan asap pekat membumbung tinggi dari arah kandang. Ia langsung berteriak meminta pertolongan.

Teriakan itu mengundang warga sekitar untuk berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian. Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Mereka membawa ember, gayung, dan air dari sumber terdekat.

Namun, api yang sudah terlanjur membesar membuat upaya tersebut tidak mudah. Dalam waktu singkat, si jago merah melahap bagian utama kandang beserta tandon pakan ternak yang berada di dalamnya.

Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, menjelaskan bahwa api membakar tandon pakan ternak dan seluruh bagian bangunan kandang. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Api membakar tandon pakan ternak dan bangunan kandang,” ujar AKP Suryanto saat memberikan keterangan.

Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran tersebut tetap menimbulkan kerugian materiil yang mungkin mencapai Rp 3 juta.

“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil saja,” lanjutnya.

Peristiwa ini bermula dari aktivitas yang tampak sepele. Pada pukul 06.00 WIB, Karjo membakar sampah di area yang tidak jauh dari kandang ternak. Ia kemudian meninggalkan lokasi dan masuk ke dalam rumah. Tanpa disadari, api yang masih menyala perlahan menjalar ke tumpukan jerami yang berada di sekitar kandang.

Angin yang bertiup pada pagi itu mempercepat penyebaran api. Bara kecil berubah menjadi kobaran besar yang akhirnya menyambar bangunan kandang dan tandon pakan. Dalam hitungan jam, api berkembang tanpa kendali hingga akhirnya terlihat oleh warga sekitar.

“Kebakaran terjadi diduga disebabkan oleh pembakaran sampah yang berdekatan dengan kandang sehingga tertiup angin dan menyambar kandang serta tandon,” ungkap AKP Suryanto.

Kandang ternak di Tepus yang terbakar ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih kerap melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Kelalaian kecil dapat memicu kerugian besar, terlebih ketika material mudah terbakar seperti jerami dan kayu berada di sekitarnya.

Kini, yang tersisa dari kandang milik Karjo hanyalah puing-puing yang menghitam. Bau sisa kebakaran masih menyengat di udara, seolah menjadi saksi bisu dari api yang lahir dari kelengahan di pagi hari. (ef linangkung)