bernasnews – Nama saya Maria Eleonore Rovas, atau yang lebih akrab dipanggil Nore. Bagi sebagian orang, karate mungkin hanya dianggap sebagai olahraga bela diri yang penuh dengan gerakan kasar dan pertandingan ketat. Namun bagi saya, karate adalah jalan yang telah membentuk pribadi ku menjadi seperti sekarang.
Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman perjuangan dan kebahagiaanku, termasuk saat meraih Juara 1 pada Kejuaraan Daerah Forki DIY tahun 2026 yang diadakan di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta, 28 Maret 2026.
KISAH MEMASUKI DUNIA KARATE
Minat saya terhadap bela diri mulai muncul sejak kelas 5 SD. Saat itu, saya ditawarkan mengikuti karate oleh teman lingkungan gereja saya. Dia menawarkan karate karena sebelumnya adik saya sudah mendaftar karate.
Awalnya saya tidak mau tapi kemudian berubah pikiran dan memutuskan untuk mengikuti karate. Tak lama setelah itu, ayah dan ibu saya mendaftarkanku untuk mengikuti karate. Awalnya saya agak bingung, malu dan takut saat pertama kali mengikutinya tapi seiring berjalannya waktu saya mulai menguasai tekniknya sedikit demi sedikit. Hingga pada akhirnya saya dapat memberikan lima medali SD ku. Yaitu dua emas dan 3 perak
Setelah menginjak bangku kelas 7 SMP, saya tetap rajin untuk mengikuti karate hingga saat ini berhasil meraih tiga medali untuk SMP ku, yaitu dua emas dan satu perak.
PERJUANGAN DI KEJUARAAN FORKI DIY 2026
Pada bulan Maret 2026, saya mendapatkan kabar bahwa akan mewakili perguruan kami dalam Kejuaraan Daerah Forki DIY yang diadakan di Auditorium Universitas PGRI Yogyakarta pada tanggal 28 Maret 2026. Rasanya campur aduk antara senang dan takut – senang karena dapat menunjukkan kemampuan saya, namun takut karena tahu bahwa akan ada banyak peserta berbakat dari berbagai perguruan besar.
Hari H tiba, saya diantar oleh ayah dan ibu yang selalu mendukung setiap langkah ku dalam karate. Saat tiba di lokasi, suasana sana sungguh meriah dan penuh semangat. Banyak sekali anak-anak dari perguruan karate ternama seperti Lemkari, Inkai, ASKI, Kei Sho Shin, dan masih banyak lagi. Setiap peserta tampak siap sedia dan penuh percaya diri, membuat saya semakin merasa bahwa ini akan menjadi pertandingan yang ketat.
Saat giliran saya tiba, ternyata lawan ku adalah seorang karateka dari perguruan ASKI – sebuah perguruan yang sangat terkenal dengan keahlian pesertanya dalam menguasai teknik kata (jurus). Awalnya saya memang merasa sedikit takut. Namun saya segera menarik nafas dan berusaha menenangkan diri. Dengan mengambil napas, saya mencoba tetap tenang dan mengeluarkan semua kemampuan yang telah aku latih selama ini.
Setelah serangkaian babak pertandingan yang ketat dan penuh perjuangan, akhirnya saya mendengar nama ku diumumkan sebagai pemenang Juara 1. Saya merasa sangat senang dan bangga pada diriku dengan hasil latihan selama ini.
MAKNA KARATE
Bagi saya, karate bukan sekadar olahraga atau cara untuk bertahan diri. Ia adalah sumber inspirasi yang mengajarkan saya tentang pentingnya disiplin, kerja keras, dan ketekunan. Setiap gerakan yang saya pelajari mengajarkan untuk fokus dan menghargai detail, sementara setiap tantangan yang saya hadapi membuatku semakin kuat dan tangguh.
Karate juga telah mengajarkan saya tentang rasa hormat – baik kepada diri sendiri, kepada instruktur, teman latihan, maupun lawan di gelanggang. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesetiaan, dan tanggung jawab yang saya pelajari di dalam karate juga telah kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun dalam berinteraksi dengan orang lain.
Meraih Juara 1 pada Kejuaraan Forki DIY 2026 adalah sebuah pencapaian yang membuat saya bangga, namun saya tahu bahwa ini bukan akhir dari perjalananku. Ada masih banyak hal yang harus saya pelajari dan banyak tujuan lagi yang harus kucapai. Saya berharap suatu hari nanti dapat mewakili daerah bahkan negara dalam kejuaraan karate tingkat lebih tinggi, serta dapat menjadi orang yang menginspirasi banyak orang untuk mencintai dan belajar karate. (mar/Maria Eleonore Rovas, Siswi SMP Maria Immaculata Yogyakarta, peserta Ekstra Kurikuler Jurnalistik 2026)











