News  

Kabar Duka: Ibunda Didik Nini Thowok, Ibu Suminah, Meninggal Dunia di Usia 94 Tahun

bernasnews.com – Dunia seni Indonesia berduka. Ibu Suminah (Ny. Kwee Joe Tiang/Hadiprayitno), ibunda dari maestro tari Didik Nini Thowok, meninggal dunia pada Jumat, 3 April 2026, pukul 06.30 WIB di Temanggung, Jawa Tengah, dalam usia 94 tahun. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta para kerabat yang mengenalnya.

Informasi wafatnya Ibu Suminah disampaikan langsung oleh pihak keluarga melalui pengumuman akun Facebook Didik Ninik Thowok. Sosok yang dikenal sederhana dan penuh kasih ini merupakan figur penting di balik perjalanan hidup dan karier sang anak yang telah mengharumkan seni tari tradisional Indonesia di tingkat internasional.

Jenazah Disemayamkan di Rumah Duka Dono Praloyo

Saat ini, jenazah almarhumah disemayamkan di Rumah Duka “Dono Praloyo”, Ruang A, yang beralamat di Jalan Gajah Mada No. 45, Temanggung. Pihak keluarga telah menyiapkan rangkaian prosesi penghormatan terakhir yang dapat dihadiri oleh kerabat, sahabat, dan masyarakat yang ingin memberikan doa.

Adapun alamat rumah duka keluarga tercatat di Jalan H. Samanhudi 52 (Brojolan Barat), Temanggung.

Jadwal Ibadah dan Prosesi Pemakaman

Keluarga telah menetapkan jadwal lengkap prosesi pemakaman yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi:

  • Ibadah Tutup Peti akan digelar pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 11.00 WIB.
  • Ibadah Pelepasan Jenazah dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 5 April 2026 pukul 11.00 WIB, yang akan dilayani oleh GPdI COTW Temanggung.
  • Pemakaman akan dilaksanakan pada hari yang sama, Minggu, 5 April 2026 pukul 12.00 WIB di pemakaman Bong Maron, Temanggung.

Rangkaian prosesi ini menjadi momen perpisahan terakhir bagi keluarga dan para pelayat untuk memberikan penghormatan kepada almarhumah.

Sosok Ibu Suminah di Balik Maestro Tari Indonesia

Meski tidak berada di panggung seni seperti putranya, perannya dinilai sangat besar dalam mendukung perjalanan Didik Nini Thowok hingga mencapai kesuksesan sebagai maestro tari tradisional.

Dukungan moral dan nilai-nilai kehidupan yang ia tanamkan menjadi fondasi penting dalam perjalanan Didik, khususnya dalam menjaga dan melestarikan budaya tari Indonesia. Keteladanan serta kesederhanaannya turut membentuk karakter kuat dalam keluarga.

Kepergian beliau diiringi dengan kutipan ayat suci dari Mazmur 116:15, “Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya”.

Ucapan Belasungkawa Mengalir

Kabar duka ini turut mendapat perhatian dari berbagai kalangan, sejumlah elemen masyarakat pun menyampaikan ucapan belasungkawa melalui media sosial.

Ungkapan duka tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas peran Ibu Suminah dalam mendukung perjalanan seni putranya yang telah membawa nama Indonesia ke kancah dunia. (dimz)