News  

Viral Penganiayaan di Umbulharjo Yogyakarta: Pria Jaket Loreng Masih Berstatus Saksi, Fakta Mengejutkan Terungkap

Pria Jaket Loreng/Foto: Istimewa

bernasnews— Insiden dugaan penganiayaan dan intimidasi di Jalan Kerto, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, terus menyita perhatian publik.

Peristiwa yang sempat memicu keresahan warga itu kini memasuki babak baru setelah polisi mengungkap fakta-fakta di balik kejadian yang dramatis tersebut.

Pria Jaket Loreng

Seorang pria yang mengenakan jaket loreng terlihat terlibat dalam keributan dengan seorang pengendara.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu langsung merekam dan menyebarkannya, hingga video tersebut viral di media sosial.

Dalam rekaman itu, suasana tampak tegang. Adu mulut berubah menjadi pertikaian fisik yang membuat situasi semakin memanas.

Namun, di balik sorotan publik, status hukum pria berjaket loreng itu ternyata belum seperti yang banyak diduga. Polisi masih menetapkannya sebagai saksi.

Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami peran pria tersebut dalam insiden tersebut.

“Pria yang mengenakan jaket loreng saat ini masih berstatus sebagai saksi,” ujar Anton saat memberikan keterangan pada Kamis (2/4/2026).

Anton menjelaskan bahwa pria berjaket loreng itu bukan sosok asing dalam kasus ini. Ia merupakan ayah dari NH, terduga pelaku yang kini telah diamankan di Polsek Umbulharjo.

Fakta lain yang mengejutkan pun terungkap. Pria berjaket loreng itu ternyata menjadi pemicu awal kejadian.

Ia mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm dan melawan arah di Jalan Kerto, sebuah tindakan yang jelas melanggar aturan lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Korban yang melihat pelanggaran tersebut spontan meneriaki pelaku sebagai bentuk teguran. Namun, teguran itu justru memicu emosi. Pria berjaket loreng itu tidak terima dan langsung menghampiri korban.

Ketegangan pun tak terhindarkan. Keduanya terlibat adu argumen yang dengan cepat berubah menjadi pertikaian terbuka di tengah jalan.

Situasi semakin tidak terkendali ketika pria tersebut mengambil langkah yang kemudian memperkeruh keadaan. Ia menghubungi anaknya, NH.

“Permasalahan bermula dari bapaknya, kemudian bapaknya menelpon anaknya,” jelas Anton.

Tak lama setelah panggilan itu, NH datang ke lokasi. Kedatangannya justru memperuncing konflik yang sudah panas.

Dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap korban pun terjadi, hingga akhirnya kasus ini ditangani pihak kepolisian.

Langkah Polisi

Polisi bergerak cepat dengan mengamankan NH untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara itu, penyidik terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga emosi di ruang publik. Pelanggaran kecil di jalan raya dapat berubah menjadi konflik besar jika tidak disikapi dengan bijak.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut. Status pria berjaket loreng sebagai saksi pun masih dapat berubah, tergantung hasil penyelidikan lebih lanjut.

Perkembangan kasus ini terus dinantikan publik, terutama terkait kemungkinan penetapan tersangka baru dan langkah hukum selanjutnya yang akan diambil aparat kepolisian. (ef linangkung)