News  

Arus Mudik di Terminal Dhaksinarga Capai 1.397 Penumpang pada H+7 Lebaran 2026

Suasana penumpang dan bus di Terminal Dhaksinarga saat arus mudik Lebaran 2026. (Ist)

bernasnews – Terminal Dhaksinarga mencatat lonjakan signifikan pergerakan penumpang pada H+7 Lebaran 2026. Berdasarkan data operasional Sabtu, 28 Maret 2026, sebanyak 1.397 penumpang tercatat dalam keberangkatan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dalam satu hari.

Aktivitas terminal sejak pagi menunjukkan peningkatan volume kendaraan dan penumpang. Bus-bus diberangkatkan secara bertahap dari jalur keberangkatan, sementara petugas melakukan pengaturan arus dan pelayanan penumpang di area terminal.

Lonjakan Pergerakan Sejak Pertengahan Maret

Peningkatan arus mudik di Terminal Dhaksinarga mulai terlihat sejak pertengahan Maret 2026. Pada 13 Maret 2026, aktivitas terminal tercatat nihil dengan 0 penumpang dan 0 keberangkatan.

Namun pada 14 Maret 2026, jumlah penumpang meningkat menjadi 382 orang dengan 8 armada bus diberangkatkan. Kenaikan tersebut menjadi awal peningkatan pergerakan penumpang yang berlanjut hingga mendekati periode Lebaran.

Memasuki 28 Maret 2026, data menunjukkan lonjakan yang lebih tinggi. Untuk angkutan AKAP, tercatat 55 bus diberangkatkan dengan total 1.397 penumpang. Sementara itu, kedatangan mencapai 53 bus dengan 579 penumpang.

Pada kategori angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), tercatat 38 bus diberangkatkan dengan 313 penumpang. Untuk kedatangan, terdapat 39 bus dengan 179 penumpang.

Akumulasi Pergerakan Selama Musim Lebaran

Secara kumulatif selama musim Lebaran 2026, Terminal Dhaksinarga mencatat volume pergerakan penumpang dan armada yang tinggi.

Untuk AKAP, total kedatangan mencapai 585 bus dengan 5.946 penumpang. Sementara keberangkatan tercatat 574 bus dengan 11.357 penumpang.

Adapun pada layanan AKDP, kedatangan mencapai 620 bus dengan 3.741 penumpang. Sedangkan keberangkatan tercatat 591 bus dengan total 5.033 penumpang.

Pengawasan Operasional dan Keselamatan

Kepala Terminal Dhaksinarga, Aris Farwanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi terhadap peningkatan arus penumpang dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Petugas kami terus memantau pergerakan penumpang dan armada setiap hari. Kami memastikan pelayanan tetap optimal meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang,” ujar Aris.

Ia juga menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional terminal. Setiap armada yang akan berangkat diwajibkan melalui pemeriksaan sebelum meninggalkan terminal.

“Kami tidak hanya mengejar kelancaran, tetapi juga keselamatan. Setiap armada wajib melalui pemeriksaan sebelum berangkat,” katanya.

Memasuki H+7 Lebaran 2026, intensitas aktivitas di terminal mulai menunjukkan kecenderungan melandai. Meski demikian, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan arus balik dalam beberapa hari ke depan. (Eln)