bernasnews – Pameran industri kuliner dan teknologi pendukung kembali digelar melalui Jogja Food and Beverage Expo 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian besar pameran nasional yang menghadirkan sektor makanan minuman, teknologi pengemasan, serta industri percetakan dalam satu platform.
Kegiatan ini diumumkan dalam agenda konferensi pers yang digelar pada Jumat (27/3), sekaligus menandai penyelenggaraan kedua kalinya di Yogyakarta oleh Krista Exhibitions.
Pameran Perdana 2026 dari Krista Exhibitions di Yogyakarta
CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menyebut bahwa gelaran ini menjadi pembuka rangkaian pameran di tahun 2026.
“Dan khususnya pada tahun 2026, ini merupakan pameran perdana di tahun 2026 oleh Krista Exhibitions dan press conference yang kedua kalinya kami adakan di kota Yogyakarta dengan tema yaitu industri makanan minuman, pelemasan, teknologi pengemasan dan teknologi printing, percetakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah Yogyakarta, rangkaian pameran akan berlanjut ke Surabaya pada Juli, Bali pada September, hingga puncaknya di Jakarta pada November melalui ajang Krista Interfood yang digelar di venue terbesar di Indonesia.
Hadirkan Ratusan Peserta dan Puluhan UMKM
Pameran Jogja Food Expo 2026 akan memanfaatkan seluruh area di Jogja Expo Center yang terbagi dalam beberapa hall untuk mengakomodasi berbagai sektor industri.
Sebanyak 110 peserta dipastikan ambil bagian, termasuk sekitar 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring meningkatnya minat peserta dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, turut menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan industri lokal.
“Alhamdulillah, saya apresiasi kepada penyelenggara dari Krista Media Grup untuk menghadirkan expo ini di Jogja untuk merawat tradisi dan melahirkan trend. Ada anergi di dalamnya,” tutur Yuna.
Kompetisi Kuliner dan Kelas Edukasi Jadi Daya Tarik
Selain menghadirkan pameran produk dan teknologi, Jogja Food Expo juga menyuguhkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari kompetisi memasak hingga kelas edukasi.
Tahun ini, fokus kuliner tradisional Yogyakarta menjadi sorotan utama, seperti lomba mie godog Jawa, jajanan pasar, hingga nasi goreng yang akan dikreasikan oleh para chef profesional.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti kelas teh dan kopi yang melibatkan berbagai asosiasi nasional. Ketua Umum Dewan Teh Indonesia, Iriana Ekasari, menyatakan, “Kita ingin masyarakat menikmati apa yang kami lakukan menikmati euforia dan acaranya dan menikmati kesejah.”
Peluang Besar di Industri Printing dan Packaging
Pameran ini juga menyoroti pentingnya teknologi printing dan packaging dalam mendukung industri makanan dan minuman.
Business Development Director Indonesia Packaging Federation (IPF), Ariana Susanti, menegaskan, “Pameran ini mempertemukan semua memiliki brand dan mesin kemasan printing itu akan membuat business matching untuk semuanya.”
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, Ahmad Mughira Nurhani, menyoroti kondisi industri percetakan lokal. Ia mengatakan, “Di jogja sendiri hampir 80 persen tersebar percetakan ukm yang dijalankan langsung oleh owner. Kesulitannya mereka meneruskan kepada generasi penerus.”
Ia berharap pameran ini mampu memberikan wawasan baru, khususnya terkait kemasan food grade yang semakin dibutuhkan oleh industri kuliner.
Dorong Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Pameran ini juga menjadi bagian dari program pemberdayaan UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Selain membuka akses pasar, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Kolaborasi lintas sektor yang terjadi dalam pameran ini diyakini dapat menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Yogyakarta Dinilai Strategis untuk Gelaran Industri Kreatif
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, Ellyn Subiyanti, menilai Yogyakarta sebagai lokasi yang tepat untuk penyelenggaraan acara berskala nasional.
“Kami menyambut baik dan bangga dengan pameran ini. Tahun lalu pameran sukses digelar tidak hanya dilihat dari jumlah peserta tapi juga semangat kolaborasi. Kali ini kita kembali ke edisi kedua. Jogja adalah kota yg tepat untuk gelaran acara seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa konsep yang menggabungkan kuliner dan packaging menjadi nilai tambah tersendiri karena pelaku usaha dapat melihat langsung bagaimana produk mereka dikemas secara menarik.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Jogja Food Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga katalisator pertumbuhan industri kreatif, kuliner, dan teknologi di Indonesia.











