bernasnews— Lonjakan jumlah penumpang kembali terjadi di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Rabu (24/3).
Otoritas bandara mencatat total pergerakan penumpang mencapai 16.016 orang dalam satu hari, melampaui prediksi sebelumnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap transportasi udara membuat aktivitas bandara tetap padat, bahkan di luar perkiraan.
General Manager YIA Rully Artha menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah merencanakan lalu lintas penerbangan pada 25 Maret 2026 dengan cukup rinci.
Dalam perencanaan tersebut, otoritas bandara memproyeksikan kedatangan sebanyak 48 pesawat dengan total 7.127 penumpang. Sementara itu, perkiraan keberangkatan mencapai 49 pesawat dengan jumlah penumpang sebanyak 8.687 orang.
Jika dijumlahkan, total rencana traffic YIA pada hari tersebut mencapai 97 pergerakan pesawat dengan estimasi 15.814 penumpang.
Angka ini sempat dianggap realistis berdasarkan tren pergerakan penumpang beberapa hari sebelumnya.
Namun, realisasi di lapangan menunjukkan dinamika yang jauh lebih tinggi. YIA tetap mencatat jumlah pergerakan pesawat sesuai rencana, yakni 97 penerbangan.
Akan tetapi, jumlah penumpang justru melonjak menjadi 16.016 orang, atau lebih tinggi sekitar 200 penumpang dari proyeksi awal.
Lonjakan ini tidak terjadi tanpa sebab. Pihak bandara mengungkapkan bahwa selisih tersebut berasal dari penumpang yang membeli tiket secara langsung di hari keberangkatan atau on the spot.
Fenomena ini menunjukkan fleksibilitas dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan udara, khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
General Manager Bandara YIA menegaskan bahwa tingginya jumlah penumpang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara.
Ia juga menambahkan bahwa tren ini menjadi indikator positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor aviasi nasional.
“Kami melihat antusiasme masyarakat untuk menggunakan transportasi udara masih sangat tinggi. Bahkan, jumlah penumpang yang membeli tiket langsung di bandara turut mendorong peningkatan realisasi traffic,” ujarnya.
Pihak bandara pun terus mengoptimalkan layanan untuk mengantisipasi lonjakan serupa di hari-hari berikutnya.
Mereka meningkatkan koordinasi dengan maskapai, memperkuat layanan operasional, serta memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang tetap terjaga.
Dengan capaian ini, YIA kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat di wilayah selatan Pulau Jawa.
Lonjakan penumpang yang melampaui prediksi ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa sektor transportasi udara terus bergerak dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. (ef linangkung)












