bernasnews– Senin, 23 Maret 2026, menjadi hari yang bergerak cepat di Yogyakarta International Airport. Sejak pagi, gelombang penumpang terus berdatangan dan berangkat, membentuk ritme padat yang mencerminkan puncak arus balik Lebaran tahun ini.
Di tengah lalu lalang koper dan pengumuman penerbangan, tersimpan ribuan cerita para pemudik yang kembali ke rutinitas.
General Manager YIA, Rully Artha, menegaskan bahwa lonjakan penumpang hari ini menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang periode Lebaran 2026. Ia menyampaikan bahwa pihak bandara telah mengantisipasi peningkatan ini dengan berbagai langkah operasional untuk memastikan kelancaran arus penumpang.
“Jumlah penumpang pada 23 Maret 2026 mencapai 16.326 orang. Kami mencatat 52 penerbangan keberangkatan dengan 8.370 penumpang, serta 49 penerbangan kedatangan dengan 7.956 penumpang,” ujar Rully.
Data menunjukkan bahwa puncak arus mudik sebelumnya terjadi pada 15 Maret 2026 dengan total 16.407 penumpang. Angka ini menggambarkan antusiasme masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Namun, suasana berbeda terasa pada arus balik. Jika mudik dipenuhi semangat dan kegembiraan, arus balik membawa nuansa yang lebih kompleks, yakni campuran antara kelelahan, kerinduan yang belum tuntas, dan kesiapan menghadapi realitas pekerjaan.
Puncak arus balik sendiri telah terjadi sehari sebelumnya, pada 22 Maret 2026, dengan total 13.196 penumpang. Meski demikian, angka pada 23 Maret justru melampaui, menjadikan hari ini sebagai momentum paling sibuk dalam fase kepulangan.
Menghadapi lonjakan ini, manajemen YIA mengoptimalkan layanan di berbagai lini. Petugas mempercepat proses check-in, memperkuat pengamanan, dan memastikan distribusi penumpang tetap terkendali.
Rully menegaskan bahwa koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran operasional.
“Kami terus memantau pergerakan penumpang secara real-time agar pelayanan tetap optimal,” tambahnya. (ef linangkung)












