News  

Jumlah Wisatawan Bantul Tak Capai Target saat Lebaran 2026, Dinas Pariwisata Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi kawasan wisata pantai Bantul saat libur Lebaran dengan aktivitas pengunjung. (Ist)

bernasnews – Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut juga tidak memenuhi target yang telah ditetapkan.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menyampaikan bahwa rata-rata kunjungan harian selama periode libur Lebaran 2026 berada di angka sekitar 11.400 orang.

“Penurunan ini terlihat cukup jelas jika dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini rata-rata kunjungan harian hanya 11.400 orang,” ujar Markus.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Lebaran 2025 yang mencatat rata-rata sekitar 18 ribu wisatawan per hari. Secara kumulatif, jumlah kunjungan selama tujuh hari masa libur dan cuti bersama Lebaran 2026 tercatat sebanyak 80.333 orang.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah wisatawan mencapai sekitar 126.000 orang. Selisih tersebut menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan dalam mobilitas wisata ke wilayah Bantul.

Faktor Penyebab Penurunan

Markus menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi turunnya jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah durasi libur Lebaran 2026 yang lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat juga disebut menjadi faktor yang turut memengaruhi keputusan untuk melakukan perjalanan wisata.

“Kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi keputusan untuk berwisata. Ini menjadi salah satu faktor yang cukup signifikan,” jelasnya.

Dinas Pariwisata Bantul juga mencatat adanya keluhan dari pengelola destinasi wisata, terutama di kawasan pantai selatan. Keluhan tersebut berkaitan dengan tanggapan masyarakat di media sosial mengenai tarif retribusi masuk.

“Kami menerima berbagai masukan, baik dari pengelola maupun netizen, terutama terkait tarif retribusi wisata pantai. Ini menjadi perhatian kami,” tambah Markus.

Meski demikian, sektor pariwisata tetap memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari total kunjungan selama libur Lebaran 2026, pendapatan yang dihasilkan mencapai sekitar Rp1,162 miliar.

Tren Kunjungan dan Upaya Layanan

Secara kronologis, jumlah kunjungan wisatawan menunjukkan tren peningkatan selama masa libur. Pada Rabu, 18 Maret 2026, tercatat 1.628 wisatawan, kemudian meningkat menjadi 2.810 orang pada Kamis (19/3).

Kenaikan berlanjut pada Jumat, 20 Maret 2026 (20/3) dengan 4.392 pengunjung dan meningkat lagi pada Sabtu (21/3) menjadi 9.009 orang. Pada Minggu (22/3), jumlah wisatawan mencapai 18.976 orang.

Puncak kunjungan terjadi pada Senin (23/3) dengan total 23.442 wisatawan. Sementara pada hari terakhir libur, Selasa (24/3), jumlah kunjungan tercatat 20.076 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengoptimalkan pelayanan selama libur Lebaran.

“Kami menambah personel hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Kami juga mengoptimalkan petugas kebersihan pantai untuk menjaga kenyamanan wisatawan,” ujar Saryadi.

Penambahan personel difokuskan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), khususnya pada akses menuju kawasan pantai selatan. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran arus wisatawan sekaligus menjaga kualitas layanan.

Dinas Pariwisata Bantul menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, termasuk kebijakan tarif, strategi promosi, dan peningkatan kualitas destinasi. Langkah ini disiapkan untuk menghadapi periode liburan berikutnya. (Eln)