bernasnews – Arus balik Lebaran 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan signifikan, terutama di jalur utama penghubung antarkota.
Untuk mengantisipasi kepadatan yang kerap terjadi di jalan arteri, kebijakan baru diterapkan dengan memperpanjang jam operasional ruas tol fungsional Purwomartani-Prambanan hingga pukul 22.00 WIB.
Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis untuk memperlancar mobilitas kendaraan yang kembali dari kampung halaman menuju kota-kota besar di sekitarnya.
Kebijakan perpanjangan jam operasional tol fungsional ini mulai berlaku sejak Selasa, 24 Maret 2026. Jika sebelumnya hanya dibuka dalam durasi terbatas, kini akses tol tersebut bisa digunakan mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Kapolda DIY, Irjen Pol. Anggoro Sukartono, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya volume kendaraan selama arus balik. Dengan tambahan waktu operasional, diharapkan distribusi kendaraan menjadi lebih merata dan tidak menumpuk di jam-jam tertentu saja.
Menurutnya, keberadaan Gerbang Tol (GT) Purwomartani memberikan kontribusi besar dalam mengurai kendaraan yang masuk dan keluar dari wilayah Yogyakarta. Hingga saat ini, tercatat puluhan ribu kendaraan telah memanfaatkan jalur tersebut sebagai alternatif perjalanan.
Puluhan Ribu Kendaraan Telah Terurai
Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 67.000 kendaraan telah keluar melalui GT Purwomartani selama periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Angka tersebut menunjukkan efektivitas jalur tol fungsional dalam mengurangi beban lalu lintas di jalur arteri seperti Jalan Solo–Jogja yang kerap mengalami kepadatan.
Pada hari yang sama, volume kendaraan yang melintas melalui GT Purwomartani juga mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Hingga pukul 18.00 WIB, jumlah kendaraan yang masuk hampir mencapai 17.000 unit.
Meski demikian, kondisi lalu lintas hingga malam hari masih terpantau ramai namun tetap lancar, menandakan pengaturan arus berjalan cukup efektif.
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi Hari Ini
Pihak kepolisian memprediksi bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada hari diberlakukannya perpanjangan jam operasional ini. Namun demikian, situasi di lapangan tetap dipantau secara intensif, khususnya di kawasan perkotaan yang rawan kemacetan.
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan tidak menimbulkan penumpukan di titik-titik tertentu.
Kolaborasi dengan Jasa Marga Tingkatkan Fasilitas
Untuk menunjang kelancaran operasional, pihak kepolisian bekerja sama dengan PT Jasa Marga dalam melengkapi berbagai fasilitas di GT Purwomartani. Salah satu fokus utama adalah peningkatan sarana penerangan jalan yang sangat penting untuk operasional malam hari.
Dengan pencahayaan yang memadai, pengendara dapat lebih nyaman dan aman saat melintas, sekaligus membantu petugas dalam mengawasi kondisi lalu lintas.
Selain itu, perbaikan fasilitas ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi kemacetan yang sebelumnya sering terjadi di beberapa titik rawan.
Arahan Nasional untuk Mengurai Kepadatan
Perpanjangan jam operasional ini juga merupakan bagian dari arahan langsung dari Kapolri yang disampaikan melalui video conference kepada jajaran kepolisian daerah. Fokus utama kebijakan ini adalah mengurangi beban lalu lintas di jalur arteri, khususnya di ruas Jalan Solo–Jogja yang menjadi salah satu titik krusial arus balik.
Pihak pengelola tol menyatakan siap mendukung kebijakan tersebut dengan menyesuaikan operasional di lapangan serta meningkatkan kesiapan infrastruktur.
Tol fungsional Purwomartani-Prambanan dijadwalkan tetap beroperasi hingga 29 Maret 2026 untuk melayani arus balik Lebaran. Namun, untuk kebijakan jam operasional di hari-hari berikutnya masih akan dikaji ulang berdasarkan kondisi lalu lintas dan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian.
Hal ini mengingat sebagian masyarakat sudah mulai kembali bekerja, sehingga pola pergerakan kendaraan bisa berubah.
Para pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur tol fungsional ini. Mengingat statusnya yang masih bersifat sementara, pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan yang telah ditentukan.
Kesadaran dan kedisiplinan pengendara menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus balik, selain dukungan dari pihak berwenang.
Perpanjangan operasional tol Purwomartani hingga pukul 22.00 WIB menjadi langkah konkret dalam menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026. Dengan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan serta koordinasi antarinstansi, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat diminimalisir.
Kebijakan ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan di jalur utama Yogyakarta dan sekitarnya. (anp)












