News  

Berniat Lerai Bentrokan, Warga Girisubo Justru Dikeroyok saat Malam Takbiran: Kisah Humanis di Tengah Ketegangan Gunungkidul

Warga Girisubo terluka saat melerai bentrokan malam takbiran di Gunungkidul. (Ist) 

bernasnews — Seorang warga berinisial WB (45) menjadi korban pengeroyokan saat berupaya melerai bentrokan antar kelompok warga pada malam takbiran di wilayah Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di perbatasan Kalurahan Nglindur dan Semampir.

Menurut keterangan korban, ia awalnya keluar rumah untuk mengikuti kegiatan takbir keliling. Namun, saat berada di lokasi, ia menemukan situasi ketegangan antara dua kelompok warga.

Kronologi Kejadian

WB kemudian mendekati kedua kelompok yang terlibat dan berusaha meredam konflik. Ia meminta masing-masing pihak untuk menahan diri agar situasi tetap kondusif.

“Saya sudah sampaikan ke kedua pihak agar tetap kondusif. Saya bahkan kembali lagi ke lokasi untuk memastikan situasi aman,” ujar WB saat ditemui pada Minggu, 22 Maret 2026.

Korban menyebut sempat berkoordinasi dengan aparat setempat untuk membantu mengondisikan situasi.

Ia juga berupaya memastikan rombongan warga dari Nglindur dapat melintas dengan aman.

Namun, situasi berubah ketika suasana di lokasi semakin ramai. Dalam kondisi tersebut, muncul tuduhan dari salah satu kelompok yang menyebut korban sebagai provokator.

Korban Mengalami Luka Serius

Tuduhan tersebut memicu aksi kekerasan. Korban kemudian dikeroyok oleh sejumlah orang di lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut, WB mengalami luka berupa satu gigi copot, luka robek di bagian pelipis, serta luka pada siku, lutut, dan memar di beberapa bagian tubuh.

Selain WB, seorang rekannya berinisial LN yang berusaha memberikan pertolongan juga menjadi korban pengeroyokan.

LN mengalami luka memar dan hingga kini masih dalam masa pemulihan.

Penanganan Kasus

Kasus dugaan pengeroyokan tersebut dilaporkan ke Polres Gunungkidul pada Jumat, 20 Maret 2026.

Dalam laporan itu, disebutkan tiga orang berinisial SPT, WHN, dan TGN, warga Semugih, Kapanewon Rongkop, diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan dan mengungkap secara lengkap kronologi kejadian.

Dampak dan Imbauan

Peristiwa ini terjadi saat masyarakat tengah merayakan malam takbiran menjelang Idulfitri.

Insiden tersebut menambah daftar gangguan keamanan yang terjadi di tengah aktivitas masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kondusivitas lingkungan serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, terutama pada momen kegiatan bersama.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian dan perkembangan selanjutnya akan diinformasikan sesuai hasil penyelidikan. (Eln)