bernasnews.com – Malam yang seharusnya dipenuhi gema takbir dan kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya di kawasan Ngelo, Balong, Kapanewon Girisubo.
Sebuah kecelakaan tunggal truk yang terjadi pada Kamis malam (19/3/2026) menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya. Namun, di tengah derasnya arus informasi, fakta sebenarnya justru sempat tertutup kabar yang tidak akurat.
Polisi akhirnya angkat bicara. Klarifikasi resmi pun disampaikan untuk meluruskan informasi yang terlanjur menyebar luas di masyarakat.
Kronologi Tragis di Tengah Malam
Sekitar pukul 23.30 WIB, suasana JJLS yang cenderung sepi mendadak berubah mencekam. Sebuah truk yang melaju dari arah barat menuju timur kehilangan kendali. Dalam hitungan detik, kendaraan itu oleng, keluar jalur, lalu terguling ke dalam parit di sisi jalan.
Benturan keras tidak terhindarkan. Suara logam beradu dengan tanah dan batu memecah kesunyian malam. Beberapa penumpang terlempar, sementara lainnya terjebak di bawah badan truk yang terbalik.
Warga sekitar yang mendengar suara kecelakaan langsung berhamburan menuju lokasi. Mereka berusaha mengevakuasi korban dalam kondisi minim pencahayaan, hanya mengandalkan senter dan lampu kendaraan.
Dua Nyawa Tak Terselamatkan
Di balik upaya penyelamatan yang penuh kepanikan, dua korban tidak berhasil bertahan. Mereka adalah Juari, warga Gembuk, dan Gatot, warga Trosari I. Keduanya mengalami cedera serius, terutama di bagian kepala.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa mereka tidak tertolong. Kabar duka ini langsung menyelimuti keluarga dan warga di Kalurahan Tepus.
Tangis keluarga pecah saat kabar tersebut sampai ke rumah masing-masing. Malam yang sebelumnya diwarnai kebersamaan berubah menjadi malam penuh kehilangan.
Fakta Sebenarnya: Bukan Peserta Takbir Keliling
Di tengah duka yang mendalam, muncul kabar simpang siur yang menyebutkan bahwa para korban merupakan rombongan takbir keliling. Informasi ini dengan cepat menyebar melalui media sosial dan berbagai platform digital.
Namun, Kapolsek Tepus AKP Suryanto dengan tegas membantah kabar tersebut.
“Perlu kami klarifikasi, sangat tidak benar jika korban disebut sebagai peserta pawai takbir keliling,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa benar para penumpang merupakan warga Trosari I, Tegalweru, dan Gembuk di Kalurahan Tepus. Namun, keberangkatan mereka pada malam itu tidak berkaitan dengan kegiatan takbir keliling.
Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi, rombongan tersebut justru memiliki tujuan pribadi menuju Pracimantoro.
“Pada saat kejadian, seluruh kegiatan takbir keliling sudah selesai. Peserta pawai sudah kembali ke tempat masing-masing,” tambahnya.
Meluruskan Persepsi, Menjaga Ketenangan
Klarifikasi ini menjadi penting untuk meredam keresahan masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. AKP Suryanto juga menegaskan bahwa pelaksanaan takbir keliling di wilayah JJLS pada hari itu berlangsung aman dan damai.
Tidak ada insiden yang berkaitan langsung dengan kegiatan keagamaan tersebut.
Kesalahan informasi yang terlanjur menyebar menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan berita, terutama yang berkaitan dengan peristiwa sensitif.
Detik-Detik Penyelamatan yang Dramatis
Proses evakuasi korban berlangsung penuh tantangan. Posisi truk yang terbalik di dalam parit menyulitkan petugas dan warga. Mereka harus bekerja cepat sekaligus hati-hati untuk menghindari risiko tambahan.
Beberapa korban berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka. Ada yang mengalami patah tulang, luka sobek, hingga trauma akibat benturan keras.
Petugas kepolisian bersama tim medis terus berjibaku hingga seluruh korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Luka yang Tertinggal di Balik Peristiwa
Kecelakaan ini tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka emosional yang mendalam. Keluarga korban harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta secara tiba-tiba.
Di sisi lain, para korban selamat masih harus menjalani pemulihan, baik secara fisik maupun mental.
Warga sekitar pun ikut merasakan duka. Mereka mengenal para korban sebagai bagian dari komunitas yang selama ini hidup berdampingan.
Pengingat Akan Keselamatan di Jalan
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, terutama di jalur seperti JJLS yang memiliki karakteristik tikungan tajam dan penerangan terbatas.
Kondisi jalan, faktor manusia, serta kesiapan kendaraan menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kelalaian maupun kondisi teknis kendaraan.
Duka yang Mengajarkan Kehati-hatian
Malam takbir yang seharusnya menjadi simbol kemenangan dan kebahagiaan justru berubah menjadi kisah pilu bagi sebagian warga Tepus.
Namun di balik tragedi ini, tersimpan pelajaran berharga: pentingnya kehati-hatian, kejelasan informasi, serta kepedulian antar sesama.
Dua nyawa telah pergi, meninggalkan kenangan dan duka yang mendalam. Sementara yang tersisa, berusaha melanjutkan hidup dengan harapan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(ef linangkung)












