bernasnews— Gelombang kendaraan memadati jalur menuju Gunungkidul sepanjang Selasa (17/3). Data resmi mencatat sebanyak 180 ribu kendaraan melintas dalam satu hari, menandai lonjakan signifikan arus lalu lintas di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.
Sejak pagi, kendaraan pribadi, sepeda motor, hingga bus pariwisata terus mengalir tanpa jeda. Petugas kepolisian mengamati peningkatan volume kendaraan di sejumlah titik pintu masuk utama. Mereka langsung mengatur lalu lintas secara intensif guna mencegah kepadatan ekstrem.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, mengungkapkan bahwa lonjakan ini terjadi merata di berbagai jalur strategis menuju Gunungkidul. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiagakan personel di titik rawan.
“Arus kendaraan menunjukkan peningkatan cukup tinggi, terutama di jalur-jalur utama masuk Gunungkidul. Kami terus melakukan pengaturan dan pemantauan secara berkala,” ujar Widya.
Di wilayah Gedangsari, petugas mencatat 12.871 kendaraan masuk dan 13.187 kendaraan keluar. Sementara itu, jalur Ngawen menerima 14.169 kendaraan masuk dan 13.159 kendaraan keluar. Lonjakan serupa juga terjadi di Semin dengan 13.849 kendaraan masuk dan 13.685 kendaraan keluar.
Di sisi lain, jalur Rongkop mencatat volume yang lebih rendah, namun tetap signifikan. Sebanyak 7.482 kendaraan masuk dan 7.871 kendaraan keluar melalui jalur tersebut. Data ini menunjukkan pergerakan kendaraan yang dinamis di seluruh pintu akses Gunungkidul.
Puncak kepadatan justru terlihat di jalur Patuk, yang menjadi salah satu akses favorit wisatawan. Kepala Pospam Hargodumilah Patuk, AKP Paryadi, melaporkan jumlah kendaraan yang melintas mencapai angka fantastis.
“Total kendaraan yang masuk melalui Patuk mencapai 136.101 unit, sedangkan yang keluar sebanyak 117.516 unit,” jelas Paryadi dalam laporan resminya.
Ia menambahkan bahwa petugas terus melakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus. Mereka juga mengoptimalkan sistem buka-tutup jalur di titik tertentu guna mengurai kepadatan.
Lonjakan ini tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga menunjukkan daya tarik Gunungkidul sebagai destinasi unggulan. Wisata pantai, perbukitan karst, serta jalur alternatif yang semakin baik membuat wilayah ini semakin ramai dikunjungi.
Namun demikian, kondisi ini juga menuntut kewaspadaan tinggi. Petugas mengimbau para pengendara agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.
Lonjakan 180 ribu kendaraan ini menjadi gambaran nyata bagaimana pergerakan masyarakat terus meningkat, sekaligus menjadi tantangan besar bagi pengelolaan lalu lintas di kawasan wisata seperti Gunungkidul. (ef linangkung)












