News  

Ketentuan Zakat Fitrah 2026: Jumlah, Jenis Makanan Pokok, dan Cara Penyalurannya

Ilustrasi ketentuan zakat fitrah 2026. (Freepik.com)

bernasnews – Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap umat Islam menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ibadah ini memiliki makna yang sangat penting karena tidak hanya berkaitan dengan penyempurnaan ibadah puasa selama bulan Ramadan, tetapi juga menjadi sarana berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Berbeda dengan jenis zakat lainnya, zakat fitrah memiliki ketentuan khusus baik dari segi jumlah, bentuk pembayaran, hingga waktu pelaksanaannya. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami aturan zakat fitrah agar dapat menunaikannya dengan benar sesuai syariat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai ketentuan zakat fitrah 2026, mulai dari jumlah yang harus dibayarkan, jenis makanan pokok yang digunakan, hingga cara penyalurannya kepada penerima zakat.

Pengertian dan Tujuan Zakat Fitrah

Zakat fitrah atau zakat al-fitr adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri. Zakat ini dikeluarkan atas nama setiap jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa, selama mereka memenuhi syarat tertentu.

Tujuan utama zakat fitrah adalah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak bermanfaat selama Ramadan serta membantu memenuhi kebutuhan fakir miskin pada hari raya.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW berikut:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor, serta sebagai makanan bagi fakir miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum salat Id maka zakatnya diterima, sedangkan siapa yang menunaikannya setelah salat Id maka itu dianggap sebagai sedekah.”
(HR Abu Dawud)

Dari hadis tersebut, dapat dipahami bahwa zakat fitrah memiliki fungsi spiritual sekaligus sosial.

Syarat Wajib Membayar Zakat Fitrah

Tidak semua orang secara otomatis wajib membayar zakat fitrah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar seseorang berkewajiban menunaikannya.

Berikut syarat wajib zakat fitrah:

Beragama Islam

Zakat fitrah hanya diwajibkan bagi umat Muslim.

Masih hidup saat bulan Ramadan

Seseorang yang hidup hingga akhir Ramadan berkewajiban menunaikan zakat fitrah.

Memiliki kelebihan kebutuhan pokok

Seseorang wajib membayar zakat fitrah jika memiliki kelebihan rezeki untuk kebutuhan diri dan keluarganya pada malam serta hari raya Idul Fitri.

Dikeluarkan untuk setiap jiwa

Zakat fitrah dibayarkan atas nama setiap anggota keluarga yang menjadi tanggungannya.

Jumlah Zakat Fitrah 2026

Besaran zakat fitrah secara umum ditetapkan dalam bentuk makanan pokok yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat. Di Indonesia, makanan pokok yang paling umum digunakan adalah beras.

Ketentuan jumlah zakat fitrah yaitu 2,5 kilogram beras atau makanan pokok per jiwa, atau 3,5 liter beras per orang.

Beras atau makanan pokok yang digunakan sebaiknya memiliki kualitas yang sama dengan yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh pemberi zakat.

Selain dalam bentuk bahan makanan, zakat fitrah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang. Nilainya disesuaikan dengan harga beras yang berlaku di daerah masing-masing.

Untuk tahun 2026, berdasarkan keputusan Badan Amil Zakat Nasional melalui SK Ketua BAZNAS Nomor 14 Tahun 2026, nilai zakat fitrah ditetapkan sekitar Rp45.000 hingga Rp50.000 per jiwa. Sementara untuk wilayah Jabodetabek, nilai zakat fitrah ditetapkan sebesar Rp50.000 per orang.

Nominal tersebut dapat berbeda di setiap daerah karena menyesuaikan harga bahan pokok di wilayah masing-masing.

Waktu Membayar Zakat Fitrah

Dalam syariat Islam, terdapat beberapa kategori waktu dalam menunaikan zakat fitrah. Setiap waktu memiliki hukum yang berbeda.

1. Waktu Wajib

Zakat fitrah menjadi wajib ketika matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan menjelang Idul Fitri.

2. Waktu Sunnah

Waktu yang paling dianjurkan untuk membayar zakat fitrah adalah setelah salat Subuh hingga sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

3. Waktu Mubah

Zakat fitrah juga diperbolehkan dibayarkan sejak hari pertama Ramadan hingga hari terakhir Ramadan.

4. Waktu Makruh

Membayar zakat fitrah setelah salat Idul Fitri hingga sebelum matahari terbenam pada hari Idul Fitri termasuk waktu makruh.

5. Waktu Haram

Jika zakat fitrah ditunaikan setelah matahari terbenam pada hari Idul Fitri, maka hukumnya haram dan tidak lagi dianggap sebagai zakat fitrah, melainkan hanya sedekah biasa.

Cara Menghitung Zakat Fitrah

Menghitung zakat fitrah sebenarnya cukup sederhana. Setiap orang dihitung sebagai satu jiwa yang wajib dizakati.

Rumus dasar perhitungannya adalah:

Zakat Fitrah = Jumlah jiwa × Besaran zakat fitrah

Misalnya sebuah keluarga terdiri dari 4 orang dan menggunakan nilai zakat fitrah sebesar Rp50.000 per orang.

Maka perhitungannya adalah:

4 orang × Rp50.000 = Rp200.000

Dengan demikian, total zakat fitrah yang harus dibayarkan oleh keluarga tersebut adalah Rp200.000.

Jika menggunakan beras, maka perhitungannya:

4 orang × 2,5 kg = 10 kg beras

Cara Menyalurkan Zakat Fitrah

Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus dibayarkan, langkah berikutnya adalah menyalurkan zakat tersebut kepada pihak yang berhak menerima.

Zakat fitrah dapat disalurkan melalui beberapa cara, antara lain:

1. Melalui amil zakat di masjid atau lingkungan sekitar

Cara ini masih menjadi metode yang paling umum dilakukan masyarakat.

2. Melalui lembaga pengelola zakat resmi

Lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional bertugas mengumpulkan dan menyalurkan zakat kepada para mustahik.

3. Melalui platform zakat online

Saat ini banyak layanan digital yang memudahkan pembayaran zakat secara praktis dan aman.

Zakat yang terkumpul kemudian akan didistribusikan kepada mustahik, yaitu golongan penerima zakat seperti fakir dan miskin. Penyaluran zakat fitrah biasanya dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri agar para penerima dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

Pentingnya Menunaikan Zakat Fitrah Tepat Waktu

Zakat fitrah bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial kepada sesama. Dengan menunaikan zakat fitrah tepat waktu, umat Islam dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu sehingga mereka juga dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk memahami ketentuan zakat fitrah secara benar, mulai dari syarat, jumlah yang harus dibayarkan, hingga waktu dan cara penyalurannya.

Menunaikan zakat fitrah dengan penuh kesadaran akan menjadikan ibadah Ramadan semakin sempurna sekaligus memperkuat nilai solidaritas di tengah masyarakat. (anp)