bernasnews — Sebanyak 1.570 perantau asal Kabupaten Gunungkidul tiba di kampung halaman melalui program Mudik Bebarengan Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) 2026. Rombongan pemudik tersebut tiba di Terminal Tipe C Semin, Kabupaten Gunungkidul, Minggu, 15 Maret 2026 sore.
Puluhan bus yang mengangkut para pemudik memasuki area terminal secara bergantian pada sore hari. Kedatangan rombongan tersebut disambut oleh keluarga serta sejumlah pejabat daerah.
Program mudik gratis yang diselenggarakan oleh IKG ini ditujukan bagi warga Gunungkidul yang merantau di wilayah Jabodetabek agar dapat pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bersama keluarga.
Suasana di Terminal Semin yang biasanya relatif sepi berubah ramai saat para pemudik tiba. Keluarga yang telah menunggu terlihat menyambut kedatangan kerabat mereka setelah perjalanan dari Jakarta dan sekitarnya.
Ribuan Pemudik Berangkat dari Tangerang dan Bekasi
Panitia Mudik Bebarengan IKG 2026, Suyanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian paguyuban terhadap warga Gunungkidul yang bekerja di perantauan.
Menurut dia, sebanyak 1.570 pemudik diberangkatkan menggunakan 31 armada bus dari dua titik keberangkatan, yaitu Kota Tangerang dan Kota Bekasi.
Sebanyak 22 bus berangkat dari area parkir CBD Mall Ciledug, Kota Tangerang, pada Minggu pagi pukul 06.30 WIB.
Sementara itu, sembilan bus lainnya berangkat dari Kota Bekasi dengan tujuan yang sama, yakni Kabupaten Gunungkidul.
Rombongan pemudik dari Tangerang dilepas secara langsung oleh Wali Kota Tangerang Andra Soni.
“Kami ingin IKG bisa memfasilitasi sebanyak-banyaknya warga Gunungkidul, khususnya anggota IKG, agar bisa pulang menikmati Lebaran bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Suyanto.
Ia menyampaikan bahwa program mudik tersebut tidak hanya membantu dari sisi biaya perjalanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara warga perantauan dan daerah asal.
Disambut Pemerintah Kabupaten Gunungkidul
Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh jam, rombongan pemudik tiba di Terminal Tipe C Semin sekitar pukul 16.30 WIB.
Kedatangan para pemudik disambut oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama sejumlah pejabat daerah.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut anggota DPRD Gunungkidul, Asisten II Sekretariat Daerah, serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul menyampaikan apresiasi kepada pengurus pusat Ikatan Keluarga Gunungkidul dan panitia penyelenggara yang telah memfasilitasi kepulangan warga perantauan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Yanto sebagai perwakilan dari Ketua Umum IKG karena telah ditugaskan untuk menerima para perantau keluarga besar IKG di Terminal Semin ini,” ujar Bupati.
Ia berharap momentum mudik ini dapat mempererat hubungan keluarga dan mendorong suasana kebersamaan di masyarakat.
“Ya karena masyarakatnya sejahtera dan bisa pulang menengok keluarga serta kerabat. Sehingga Gunungkidul kian Ramai,” tambahnya.
Dana Kegiatan Berasal dari Swadaya Donatur
Suyanto menjelaskan bahwa program Mudik Bebarengan IKG dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, terutama para donatur dan warga IKG.
Ia menyebutkan bahwa seluruh dana kegiatan dihimpun secara swadaya sebagai bentuk solidaritas antarperantau.
Menurut dia, dukungan juga datang dari pimpinan pusat organisasi, termasuk Ketua Umum IKG Eddy Sukirman serta ketua terpilih IKG Saimo.
“Dukungan dari pimpinan pusat IKG dan para donatur sangat luar biasa sehingga kegiatan ini bisa berjalan lancar,” ungkapnya.
Suyanto menambahkan bahwa ke depan organisasi tersebut akan terus mengembangkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“IKG ke depan harus lebih fokus di bidang sosial tanpa mengesampingkan bidang lainnya. Bagi kami, kegiatan sosial adalah prioritas nomor satu,” tegasnya.
Dinilai Membantu Pengelolaan Arus Lalu Lintas
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul, Irawan Jatmiko, menilai program mudik bersama memberikan manfaat bagi pengelolaan arus lalu lintas.
Menurut dia, sistem mudik yang terorganisir dapat membantu meningkatkan keselamatan perjalanan sekaligus mengurangi potensi kepadatan lalu lintas.
“Kegiatan ini sangat membantu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan. Bagi masyarakat, cara ini jauh lebih efisien, lebih murah, dan tentu lebih aman,” kata Irawan.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan Ikatan Keluarga Gunungkidul dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Ke depan kami berharap jumlah peserta bisa meningkat hingga sekitar 2.500 orang,” ujarnya.
Imbauan Menjaga Kerukunan Menjelang Hari Besar Keagamaan
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang pulang ke kampung halaman.
Bupati Gunungkidul meminta masyarakat menjaga kesehatan, ketertiban, serta kerukunan selama berada di daerah asal.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat terdapat dua hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026 dan Idul Fitri pada 20–21 Maret 2026.
Masyarakat diminta menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama selama perayaan kedua hari besar tersebut.
Program Mudik Bebarengan IKG 2026 menjadi salah satu sarana bagi warga Gunungkidul di perantauan untuk kembali ke kampung halaman serta bertemu keluarga menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Eln)












