News  

Tol Purwomartani Dibuka Gratis Satu Arah dari Jogja, Ini Jenis Kendaraan yang Bisa Lewat

Gerbang Tol Purwomartani dibuka fungsional. (IG @poldajogja)

bernasnews – Gerbang Tol Purwomartani menjadi salah satu titik penting dalam pengoperasian sementara ruas Tol Jogja-Solo menjelang arus mudik. Dibuka gratis untuk pemudik maupun wisatawan saat musim mudik Lebaran 2026.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @jasamargajogjasolo_official, terlihat deretan gardu berwarna biru yang berdiri di bawah rangka atap baja hitam. Gerbang tol yang akan menyambut kendaraan di jalur Tol Prambanan-Purwomartani.

Meski demikian, sebagian gardu masih tertutup oleh road barrier merah. Hal ini menandakan bahwa operasional ruas tol tersebut belum sepenuhnya berjalan normal. Bentangan jalan beton yang memanjang lurus setelah gerbang menjadi jalur yang akan dilalui kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah, termasuk Klaten dan Solo.

Ruas tol ini dipastikan akan dioperasikan secara fungsional dalam periode terbatas mulai 16 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran mobilitas kendaraan.

Tol Purwomartani Beroperasi Terbatas

Pengoperasian fungsional ruas tol ini tidak berlangsung selama 24 jam. Hal tersebut dilakukan karena sejumlah fasilitas penunjang jalan tol masih dalam tahap penyelesaian.

Pengoperasian secara fungsional pada tanggal 16-29 Maret 2026. Bisa dilewati mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Pengoperasian tol fungsional ini hanya sampai 29 Maret 2026 pukul 18.00 WIB.

Dengan skema tersebut, kendaraan hanya dapat melintasi jalur tol pada jam operasional yang telah ditentukan setiap harinya.

Akses Masuk dari Jogja Menuju Solo dan Kota Besar Lain

Pada masa operasional fungsional ini, Gerbang Tol Purwomartani difungsikan sebagai akses masuk atau entrance bagi kendaraan dari arah Yogyakarta. Artinya, pengendara hanya dapat memulai perjalanan tol dari titik tersebut untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah Jawa Tengah maupun kota besar lain di Pulau Jawa.

“Jika kami menyebutnya dari arah masuk, jadi masuk entrance ke GT Purwomartani. Dari arah Jogjakarta, masuk GT Purwomartani menuju ke arah Solo bisa, ke arah Jakarta bisa, ke arah Surabaya juga bisa.”

Dengan skema ini, pengendara dari Yogyakarta dapat menghemat waktu tempuh menuju Klaten, Solo, hingga kota lain di jalur Tol Trans Jawa.

Tidak Ada Akses Keluar di Purwomartani

Selama periode pengoperasian fungsional, jalur tol segmen Prambanan–Purwomartani hanya diberlakukan satu arah sebagai jalur masuk. Kendaraan yang melintas dari arah timur menuju Yogyakarta tidak dapat keluar melalui Gerbang Tol Purwomartani.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di lapangan, khususnya terkait fasilitas putar balik atau U-turn di simpang sebidang.

Bachtiar menjelaskan bahwa efektivitas akses keluar sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas putar balik atau U-turn pada area simpang sebidang di lokasi tersebut.

Karena kondisi tersebut belum memungkinkan untuk diterapkan secara aman, maka pengelola jalan tol memutuskan bahwa segmen tersebut hanya difungsikan sebagai jalur masuk kendaraan.

Akses Keluar Dialihkan ke GT Prambanan

Bagi kendaraan dari arah Solo atau wilayah timur yang hendak menuju Yogyakarta, akses keluar tidak dilakukan melalui Purwomartani. Pengendara diarahkan untuk keluar melalui Gerbang Tol Prambanan.

Setelah keluar dari GT Prambanan, perjalanan dapat dilanjutkan melalui jalan arteri utama menuju berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pengaturan ini diharapkan mampu membantu mengurai potensi kepadatan lalu lintas, terutama saat periode angkutan Lebaran yang diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan.

Hanya untuk Kendaraan Golongan I

Selain pengaturan arah lalu lintas, terdapat pula pembatasan jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas di jalur tol fungsional tersebut.

Selama masa uji operasional ini, hanya kendaraan golongan I yang diizinkan menggunakan jalur tol melalui Gerbang Tol Purwomartani.

Kendaraan golongan I umumnya mencakup mobil pribadi, jip, minibus, dan kendaraan penumpang sejenis. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keamanan serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali selama masa pengoperasian sementara.

Dengan dibukanya jalur tol secara fungsional ini, diharapkan perjalanan dari Yogyakarta menuju Klaten, Solo, hingga kota-kota lain di Pulau Jawa menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus membantu mengurangi kepadatan di jalur arteri selama masa mudik. (anp)