News  

Ledakan Obat Mercon di Suryodiningratan Yogyakarta Lukai Tiga Orang, Balita 5 Tahun jadi Korban

Ledakan Obat Mercon di Suryodiningratan Yogyakarta/Foto: Istimewa

bernasnews– Suara ledakan keras tiba-tiba terdengar di kawasan pemukiman padat penduduk, Selasa siang (10/3/2026). Ledakan yang berasal dari sebuah rumah warga itu mengejutkan warga sekitar.

Peristiwa tersebut ternyata berasal dari ledakan obat mercon atau bahan petasan yang terjadi di sebuah rumah di Suryodiningratan MJ 2/778 RT 39 RW 11, Kelurahan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, yang membenarkan adanya insiden ledakan bahan petasan di kawasan tersebut.

Seorang saksi bernama RM (41), warga Ngadisuryan, Kraton, Yogyakarta, menjadi orang pertama yang menyadari situasi darurat tersebut. Menurut keterangan saksi, sebelum ledakan terjadi ia tidak mengetahui secara pasti aktivitas para korban di dalam rumah tersebut.

Saat itu beberapa anak sedang berada di dalam rumah. Namun, beberapa saat kemudian suara ledakan keras terdengar dari dalam rumah, membuat saksi dan warga sekitar langsung bergegas menuju lokasi.

Ketika saksi mendatangi rumah tersebut, ia mendapati tiga orang korban sudah mengalami luka bakar akibat ledakan.

  • IM (5), warga Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta
  • DA (18), warga Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta
  • YG, warga Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta
  • Korban IM yang masih berusia lima tahun menjadi korban paling muda dalam peristiwa tersebut.

Saksi bersama warga lain langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang mengalami luka bakar. Situasi di dalam rumah saat itu sempat menegangkan karena para korban terlihat kesakitan akibat dampak ledakan.

Melihat kondisi tersebut, saksi segera menghubungi layanan ambulans untuk mengevakuasi para korban. Petugas ambulans yang tiba di lokasi segera membawa ketiga korban menuju Rumah Sakit Wirosaban Yogyakarta untuk mendapatkan penanganan medis.

Tak lama setelah kejadian, Polsek Mantrijeron langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan awal di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kemudian menghubungi Tim Pamapta Polresta Yogyakarta serta Tim Inafis Polresta Yogyakarta untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi awal, ledakan diduga berasal dari obat petasan atau bahan mercon yang berada di dalam rumah tersebut. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan bagaimana bahan tersebut bisa meledak dan aktivitas para korban sebelum kejadian.

“Benar telah terjadi ledakan yang diduga berasal dari obat petasan di wilayah Suryodiningratan Mantrijeron,” ujar Ipda Anton Budi Susilo saat memberikan keterangan.

Dalam pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan barang bukti terkait ledakan tersebut. Meski demikian, tim identifikasi tetap melakukan pencatatan dan dokumentasi kondisi lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai bahaya penggunaan bahan petasan atau mercon, terutama jika penyimpanan atau peracikan sembarangan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan atau memainkan bahan peledak berbahaya di lingkungan permukiman karena berisiko memicu kejadian serupa. (ef linangkung)