bernasnews – Pemerintah Kabupaten Bantul mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul memperkirakan jumlah pemudik yang masuk ke wilayah tersebut mencapai sekitar 1,8 juta orang selama periode mudik Lebaran.
Pemerintah daerah juga memprediksi terjadi peningkatan jumlah pemudik sekitar 7 hingga 10 persen dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya.
Proyeksi tersebut mendorong pemerintah daerah memperkuat pengawasan lalu lintas serta koordinasi pengamanan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Lonjakan Pemudik Diperkirakan Terjadi Menjelang Lebaran
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Singgih Riyadi, mengatakan peningkatan jumlah pemudik diperkirakan mulai terasa beberapa hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-4 Lebaran ketika volume kendaraan yang masuk ke wilayah Bantul mengalami peningkatan signifikan.
Sementara itu, arus balik diperkirakan berlangsung lebih cepat dibandingkan arus mudik. Singgih memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada H-2 Lebaran saat sebagian pemudik mulai kembali ke kota tempat mereka bekerja.
Proyeksi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi potensi kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Dishub Bantul Dirikan Lima Pos Pantau
Untuk mendukung pengawasan lalu lintas selama periode mudik, Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul akan mendirikan lima pos pantau lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Pos-pos tersebut dijadwalkan mulai beroperasi sejak H-7 Lebaran hingga masa arus balik selesai.
Lokasi pos pantau ditempatkan di beberapa simpul lalu lintas yang sering mengalami kepadatan kendaraan, yaitu:
- Simpang Empat Klangon
- Sedayu
- Srandakan
- Piyungan
- Kawasan Jembatan Kabanaran dan Parangtritis
Petugas akan melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara langsung dari pos-pos tersebut. Jika terjadi kepadatan kendaraan, petugas akan segera melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas.
Singgih menjelaskan beberapa jalur utama di wilayah Bantul memiliki potensi kepadatan tinggi selama masa mudik Lebaran.
“Jalur yang diprediksi padat tentu ada di JJLS, Sedayu–Pajangan, dan Piyungan–Prambanan. Semua sudah kami cover dengan pos pantau yang kami dirikan sehingga petugas bisa segera mengurai jika terjadi kepadatan lalu lintas,” kata Singgih.
Selain itu, Dishub Bantul juga akan memasang rambu penunjuk arah pada sejumlah jalur alternatif.
Pemasangan rambu tersebut bertujuan membantu pengendara menemukan jalur lain yang dapat digunakan ketika terjadi kepadatan di jalur utama.
Koordinasi Pengamanan Bersama Forkopimda
Pemerintah Kabupaten Bantul juga memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mendukung pengamanan selama masa mudik.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Koordinasi tersebut melibatkan berbagai instansi, termasuk kepolisian, TNI, dinas kesehatan, serta sejumlah instansi pelayanan publik lainnya.
Menurut Halim, seluruh unsur pemerintah daerah akan bekerja secara terpadu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Pemerintah daerah juga menetapkan masa pengamanan yang berlangsung cukup panjang.
Pengamanan akan dilaksanakan selama tujuh hari sebelum Lebaran hingga tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri.
“Harapan kami sinergi ini nanti akan menghasilkan satu kinerja yang optimal untuk memberikan layanan yang semakin baik bagi para pemudik yang kami proyeksikan berjumlah 1,8 juta,” kata Halim.
Layanan Publik Tetap Beroperasi Selama Lebaran
Selain pengaturan lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan berbagai layanan publik tetap tersedia selama libur Lebaran.
Sejumlah organisasi perangkat daerah telah ditugaskan untuk menjaga keberlangsungan layanan masyarakat selama masa libur.
Pemerintah daerah memastikan fasilitas kesehatan, layanan publik, serta pengaturan lalu lintas tetap berjalan selama periode tersebut.
Setiap dinas terkait juga diminta menyiapkan personel yang bertugas secara bergantian untuk memastikan layanan tetap dapat diakses masyarakat.
“Dinas yang telah kami tunjuk sudah memahami layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat pemudik. Kami optimistis dengan dukungan Forkopimda dan Forkopimkap, Bantul akan semakin kondusif pada Lebaran nanti,” ujar Halim.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman. (eln)












