bernasnews — Menjelang lebaran tahun 2026 Disperindag Sleman memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan stabilitas harga di Kabupaten Sleman aman dan terkendali.
Juga terus mamantau secara intensitas terhadap pasokan dan harga komoditas di pasar rakyat maupun distributor berdasarkan daftar stok. Bulan Februari 2026 bahan pokok di pasar Sleman cukup hinga pasca lebaran besok.
Demikian dikemukakan oleh Dwi Wulandari, S. T., M.Ec.Dev, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman kepada wartawan saat jumpa peres, di pendopo rumah Dinas Bupati Sleman, pada Selasa (10/3/2026)
Wulan menyampaikan ada 8 lokasi pasar yang dipantau yaitu, pasar Prambanan, Pakem, Tempel, Gentan, Sleman, Cebongan, Godean dan Gamping. Dengan bahan pokok yang dipantau seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telor ayam ras, daging sapi, daging ayam ras, cabe rawit merah dan keriting, bawang merah dan bawang putih, jagung pipilan dan kedelai.
Sebagai upaya pantauan perkembangan harga barang kebutuhan pokok, Disperindag Sleman secara rutin melakukan pantauan harga barang kebutuhan pokok di 8 pasar di Sleman yang dilakukan melalui petugas tim harga pangan yang setiap harinya melaporkan perkembangan harga.
“Harga beberapa barang kebutuhan pokok berdasarkan data stabilitas harga pasar di Sleman Minggu 1 bulan Maret dibandingkan Minggu ke 4: bulan Februari cukup terjaga dengan mayoritas utama seperti beras, gula pasir kemasan, minyak kemasan premium. Dan daging sapi terpantau stabil walaupun terdapat kenaikan tipis pada beberapa bahan pokok, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada cabe rawit merah sebesar 5,76%, gula curah (1, 77%), minyakkita (1, 32%), dan daging ayam ras (1, 29%),” beber Wulan.
Pihaknya juga mengungkapkan, bahwa di sisi lain trend positif pada komoditas sayuran dan telor yang justru mengalami penurunan secara signifikan, dimana cabe merah besar turun paling tajam, bawang putih serta telor ayam ras.
Sebagai langkah antisipatif dalam menjaga keterjangkauan harga bagi Masyarakat Pemkab Sleman melalui Disperindag melakukan beberapa hal diantaranya melakukan penyaluran Minyakita di pasar pantauan oleh distributor (BULOG dan ID.FOOD) secara bertahap.
Selain pasar pantauan, Sistem Pantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdangangan. Pasar pantau lainnya saat ini juga sedang berproses untuk pengajuan pedagang, pengecer minyakita ke distributor (BULOG).
“Hal lain yang kita lakukan adalah dengan operasi pasar bekerja sama dengan Disperindag DIY untuk komoditas gula pasir di pasar pantauan sebanyak 9 ton,” tambah Wulan.
Selain pantauan harga dan pasokan Disperindag Sleman juga melakukan pengawasan terhadap barang beredar, khususnya terkait kelayakan produk, masa kadaluwarsa, kesesuaian lebel dan kemasan serta produk yang memenuhi standar keamanan pangan.
Dalam hal ini tidak mengandung bahan yang berbahaya maupun formalin, boraks, pewarna kuning metanil dan pewarna rhodamin.
Untuk jadwal pengawasan barang rusak dan kadaluwarsa di pasar rakyat dan toko swalayan pada Minggu 1 bulan Februari dan Minggu ke I bulan Maret, sedang pengawasan untuk bahan berbahaya di Minggu ke II bulan Februari 2026.
Himbauan disperindag kepada masyarakat dan para pedagang serta pelaku usaha untuk tetap menjaga stabilitas nasional harga serta tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.
“Kepada masyarakat diharapkan untuk melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan sehingga distribusi bahan pokok dapat berjalan lancarbdn merata,” harap Wulan.
Pemkab Sleman melalui Disperindag akan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama periode Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri 1447 H.
“Sehingga masyarakat dapat merayakan lebaran dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pangan,” pungkasnya. (nun)












