News  

Dinas Pariwisata Sleman Siap Menyambut Libur Lebaran 1447 H

Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, S.E., M.Ec., Dev, (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

bernasnews — Lebaran yang sebentar lagi datang, Dinas Pariwisata kabupaten Sleman  sudah mempersiapkan untuk antisipasi adanya pergerakan wisatawan yang berkunjung ke Sleman. Sementara ini  masih didominasi oleh wisatawan lokal yang berasal dari pulau Jawa, bekisar  945.493 pergerakan atau 98, 93%.

Adapun untuk pilihan  masih didominasi dengan pilihan destinasi Candi yang dikelola oleh P.T TWC (23.32%), Jeep Lava Tour (15.34%) dan Kaliurang (9, 74%).

Hal tersebut disampaika oleh Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, S.E., M.Ec., Dev, kepada sejumlah wartawan, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/2/2026).

Menurut Kus Endarto, selama libur lebaran 1447 H  target pergerakan wisatawan  untuk belanja, lengh of stay dan pergerakan uang wisatawan di libur lebaran  2026 yang dimulai  tanggal 14 – 29 Maret 2026. Prediksinya ada  250.000 – 400.000 pergerakan wisatawan di destinasi wilayah Sleman, dengan perkiraan belanja  wisatawan  selama liburan lebaran  2026, antara Rp. 500.000 – Rp. 1.500.000,-

“Komponen  belanja  seperti  akomodasi, makan dan minum, lengh of stay wisata dan belanja  oleh – oleh dan souvenir yang merupakan  komponen  terbesar dari belanja wisata. Untuk lengh of stay  selama periode  tahun 2026 diperkirakan  pada kisaran 1,75 hari – 2 hari dan akupansi hotel  antara 45 – 60%,” ungkapnya.

Kus Endarto juga menyampaikan dengan mengacu  pada Surat Edaran Menteri Pariwisata RI nomor : SE/1/HK.01.03/MP/2026, tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan pada masa libur lebaran 1447 H, maka Kabupaten Sleman melakukan beberapa hal seperti menerbitkan  SE Kepala Dinas tentang penyelenggaraan  wisata  dengan beberapa point.

“Beberapa hal yang kita lakukan seperti  pelaksanaan Cleanliness, Healt, Safety dan Environment (CHSE) di destinasi wisata, desa wisata dan usaha jasa wisata  juga akomodasinya. Waspada  cuaca  dan perkembangan  serta memantau  informasi  dari BMKG terkait dengan  bencana alam,” ujar Kus Endarto.

Pihaknya juga berharap  agar wisatawan  selalu mengikuti arahan  dari BPPTKG dan BPBD Sleman bila terjadi pergerakan aktivitas gunung Merapi. Melakukan kerja sama  dan koordinasi layanan  kedaruratan dan keamanan  terdekat  seperti rumah sakit, kepolisian dan lainnya.

Bagi pelaku wisata  harus bisa menjamin keselamatan  dan keamanan  karyawan dan wisatawan  di destinasi  wisata , desa wisata dan usaha  jasa wisata. Juga tidak menaikkan harga pokok layanan  melebihi batas kewajaran  dan memasang  harga layanan serta harus dapat dilihat oleh wisatawan.

Selain itu, bagi wisatawan dan pelaku wisata juga harus mengelola sampah  dan limbah yang timbul  di destinasi  wisata  untuk menjamin kelestarian, kebersihan dan keasrian lingkungan.

“Kami juga  melakukan kegiatan monitoring  dan evaluasi  terhadap usaha  jasa Pariwisata, juga  melakukan penempatan petugas tambahan  untuk membantu  dalam pungutan  restribusi terutama di  gerbang Kaliurang,” tambah Kus Endarto.

Untuk menunjang kemeriahan liburan lebaran 2026, Dinas Pariwisata Sleman juga menggelar pentas seni berupa jathilan dan campur sari di Telogo Putri, Gardu Pandang dan di Bukit Klangon, dari tanggal 22 – 29 Maret 2026. (nun)