bernasnews – Ibadah itikaf menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam saat memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Aktivitas berdiam diri di masjid ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperbanyak ibadah, terutama dalam rangka mencari malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan. Salah satu amalan yang dianjurkan selama menjalankan itikaf adalah memperbanyak dzikir.
Dzikir menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah saat itikaf. Melalui dzikir, seorang Muslim dapat terus mengingat Allah SWT, memohon ampunan, serta meningkatkan kualitas spiritual selama berada di rumah ibadah. Amalan ini tidak hanya dilakukan pada malam hari, tetapi juga bisa diamalkan pada waktu siang atau sore hari sesuai kemampuan masing-masing.
Itikaf sendiri merupakan ibadah yang telah disyariatkan sejak masa Rasulullah SAW dan juga dilakukan oleh para nabi terdahulu. Tradisi ini biasanya dilakukan di masjid dan dapat dikerjakan oleh laki-laki maupun perempuan dengan niat beribadah kepada Allah SWT.
Berikut sejumlah bacaan dzikir yang dapat diamalkan ketika menjalankan itikaf di masjid.
Niat Itikaf
Sebelum memulai ibadah itikaf, umat Islam dianjurkan untuk membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah. Niat ini menjadi penanda bahwa aktivitas berdiam diri di masjid dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu an i’tikafa fi hadzal masjidi sunnatal lillaahi ta’ala.
Artinya, “Saya niat berdiam diri di dalam masjid, sunah karena Allah ta’ala.”
Memperbanyak Istighfar
Salah satu dzikir utama yang dianjurkan saat itikaf adalah membaca istighfar. Bacaan ini bertujuan memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Istighfar dapat dibaca sebanyak 100 kali atau lebih selama menjalani ibadah itikaf.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Astagfirullahal Adziim.
Artinya, “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung.”
Dzikir Setelah Sholat
Setelah menunaikan sholat, umat Islam juga dianjurkan untuk melanjutkan dengan dzikir sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Allah SWT. Dzikir ini dibaca sebanyak tiga kali setelah mengucapkan istighfar.
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.
Artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah. (3x) Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera,dan dari-Mu kesejahteraan. Maha Suci Engkau, wahai Rabb Pemilik keagungan dan kemuliaan.”
Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir
Setelah membaca dzikir sebelumnya, amalan berikutnya adalah memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Bacaan ini dianjurkan dibaca masing-masing sebanyak 33 kali.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya, “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”
Dzikir ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah sekaligus sarana untuk meningkatkan ketenangan hati selama menjalankan ibadah di masjid.
Doa untuk Meraih Lailatul Qadar
Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa agar dapat meraih keutamaan malam Lailatul Qadar. Salah satu doa yang sering dianjurkan untuk dibaca adalah doa berikut.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan Engkau senang memberi ampun, maka ampunilah aku.”
Doa ini menjadi permohonan agar Allah SWT memberikan ampunan serta rahmat kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam-malam terakhir Ramadan.
Melaksanakan itikaf tidak hanya sekadar berdiam diri di masjid, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak berbagai bentuk ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan merenungi kehidupan. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas spiritual.
Dengan mengamalkan bacaan dzikir selama itikaf, umat Islam diharapkan dapat meraih ketenangan hati serta memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Terlebih pada sepuluh hari terakhir Ramadan, kesempatan meraih malam Lailatul Qadar menjadi motivasi utama bagi banyak orang untuk lebih tekun beribadah. (anp)











