bernasnews – Sehat dan kesehatan menjadi bagian (ter)penting dalam kehidupan dan sekaligus kebutuhan utama setiap insan di manapun dan sampai kapan pun. Tanpa bermaksud mengabaikan unsur yang lain, kesehatan laksana lokomotif bagi gerbong lainnya.
Salah satu konsumsi yang diminum atau dimakan orang dan akan lebih sering ketika tubuh terganggu kesehatannya adalah obat. Karena obat menjadi bagian utama dari kesehatan dan kesembuhan setelah sakit, maka ada ketentuan atau aturan yang harus dipahami oleh pasien.
“Jangan langsung berbaring setelah minum obat. Tunggu sekitar 10 – 15 menit sebelum berbaring,” kata Pimpinan Klinik INTAN Yogyakarta dr. Asdi Yudiono kepada bernasnews, Sabtu (7/3/2026).
Mengapa harus begitu? Menurut dokter yang ramah dan cekatan dalam melayani pasien itu, hal tersebut akan membantu obat turun dengan baik ke lambung, mencegah iritasi pada kerongkongan, dan mengurangi riisiko obat tersangkut di tenggorokan.
“Kami menyarankan, berjalanlah sebentar atau lakukan aktivitas ringan setelah minum obat. Tipsnya, minum obat dengan segelas air putih yang cukup,” kata dia.
Bicara dengan tentang minum air, dokter Asdi memberikan saran pula, hendaknya kita selalu minum air lebih banyak di pagi hari dan lebih sedikit di malam hari. Hal ini untuk pencernaan yang lebih baik.
Disarankan, minum 2 – 3 gelas air putih di pagi hari untuk membantu proses detoksifikasi tubuh dan meningkatkan metabolisme. Kemudian minum lebih sedikit air pada malam hari untuk mengurangi risiko gangguan tidur dan menjaga kesehatan pencernaan.
Ketika sakit demam menyerang tubuh, ada posisi istirahat yang tepat untuk itu. Dokter Asdi menganjurkan pasien untuk berbaring telentang dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh. Gunakan bantal agar kepala sedikit terangkat untuk membantu tubuh nyaman saat demam.
“Tips tambahan saat demam adalah perbanyak minum air putih, istirahat yang cukup, kompres hangat bila perlu, dan periksa ke fasilitas kesehatan bila demam tidak membaik.” kata dr. Asdi Yudiono. (mar)











