bernasnews – Bulan Ramadan selalu menghadirkan satu malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam ini diyakini memiliki kemuliaan yang luar biasa karena nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.
Oleh karena itu, umat Muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah di penghujung Ramadan untuk meraih keberkahan malam tersebut.
Banyak orang kemudian bertanya, kapan malam Lailatul Qadar 2026 terjadi? Meski tidak ada kepastian tanggal yang pasti, para ulama memberikan panduan berdasarkan hadis dan kalender Hijriah. Dengan mengetahui perkiraan waktunya, umat Islam dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 H.
Artikel ini akan mengulas perkiraan jadwal malam Lailatul Qadar 2026, keutamaannya dalam Islam, hingga cara menghidupkan malam tersebut agar penuh pahala.
Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026
Dalam ajaran Islam, Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah serta rujukan dari kalender yang diterbitkan pemerintah dan sejumlah organisasi Islam di Indonesia, periode tersebut diperkirakan berlangsung pada 9 Maret hingga 19 Maret 2026.
Tradisi umat Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW adalah meningkatkan ibadah pada malam-malam ganjil di rentang waktu tersebut. Hal ini karena sejumlah hadis menyebutkan bahwa peluang terjadinya Lailatul Qadar lebih besar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Berikut ini perkiraan tanggal malam ganjil Ramadan 1447 H yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar:
Malam 21 Ramadan: Senin malam, 9 Maret 2026
Malam 23 Ramadan: Rabu malam, 11 Maret 2026
Malam 25 Ramadan: Jumat malam, 13 Maret 2026
Malam 27 Ramadan: Minggu malam, 15 Maret 2026
Malam 29 Ramadan: Selasa malam, 17 Maret 2026
Di antara malam tersebut, malam ke-27 Ramadan sering diyakini banyak umat Islam sebagai waktu yang paling besar kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar. Meski begitu, para ulama tetap menganjurkan untuk menghidupkan seluruh malam ganjil agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan kemuliaannya.
Perlu diingat bahwa penetapan awal Ramadan secara resmi di Indonesia tetap menunggu sidang isbat dari Kementerian Agama RI, sehingga tanggal di atas bersifat perkiraan.
Selain itu, terdapat perbedaan awal Ramadan bagi sebagian umat Islam. Misalnya, warga Muhammadiyah yang menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) diperkirakan memulai puasa lebih awal, yakni pada 18 Februari 2026. Perbedaan ini tentu dapat memengaruhi perhitungan malam ganjil Ramadan.
Makna Malam Lailatul Qadar dalam Islam
Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Secara bahasa, kata “Qadar” dapat diartikan sebagai ketetapan, ukuran, atau kemuliaan. Makna tersebut menggambarkan betapa agungnya malam ini di sisi Allah SWT.
Bagi umat Islam, malam Lailatul Qadar bukan sekadar malam biasa, melainkan momentum spiritual yang sarat dengan rahmat dan keberkahan.
1. Malam Turunnya Al-Qur’an
Peristiwa paling penting yang terjadi pada malam Lailatul Qadar adalah turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini menandai dimulainya penyampaian petunjuk Allah kepada umat manusia.
Karena itu, Lailatul Qadar sering dianggap sebagai awal perjalanan wahyu yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat Islam.
2. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Keutamaan terbesar dari malam Lailatul Qadar adalah nilai pahalanya yang luar biasa. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan, atau setara dengan sekitar 83 tahun ibadah.
Artinya, satu malam penuh dengan doa, zikir, dan ibadah dapat memberikan pahala yang sangat besar bagi seorang Muslim.
3. Waktu Turunnya Rahmat dan Ampunan
Pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT menurunkan para malaikat ke bumi untuk membawa rahmat dan keberkahan. Malam ini juga diyakini sebagai waktu ketika takdir manusia untuk satu tahun ke depan ditetapkan.
Selain itu, Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba yang beribadah dengan penuh keimanan dan mengharap ridha-Nya.
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar
Meskipun waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT, beberapa hadis memberikan gambaran mengenai tanda-tanda yang dapat dirasakan saat malam tersebut terjadi.
Ciri-ciri ini bukanlah kepastian mutlak, tetapi bisa menjadi petunjuk bagi umat Islam yang beribadah dengan sungguh-sungguh di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Berikut beberapa tanda yang sering disebutkan dalam hadis:
1. Udara Terasa Sejuk dan Tenang
Pada malam Lailatul Qadar, suasana udara biasanya terasa sangat nyaman. Tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, sehingga menimbulkan perasaan damai.
2. Langit Tampak Bersih
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa langit pada malam tersebut terlihat cerah dan bersih. Suasana malam terasa tenang dan menenangkan hati.
3. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut
Tanda lainnya dapat terlihat pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Matahari terbit dengan cahaya yang lembut, tidak terlalu menyilaukan, dan berwarna kemerahan.
Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar
Agar tidak melewatkan kesempatan meraih pahala besar di malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain:
1. Shalat malam (qiyamul lail)
Shalat tahajud dan tarawih menjadi ibadah utama untuk menghidupkan malam Ramadan.
2. Membaca Al-Qur’an
Malam turunnya Al-Qur’an sangat dianjurkan untuk diisi dengan membaca dan merenungkan ayat-ayat suci.
3. Memperbanyak doa
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
4. Berzikir dan beristighfar
Mengingat Allah dengan zikir dan memohon ampunan dapat menambah keberkahan malam tersebut.
5. I’tikaf di masjid
Banyak umat Islam yang memilih berdiam diri di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk fokus beribadah.
Malam Lailatul Qadar merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi umat Islam untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT. Berdasarkan perkiraan kalender Hijriah, malam ini kemungkinan terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H, khususnya pada malam ganjil sekitar 9-17 Maret 2026.
Karena waktu pastinya dirahasiakan, cara terbaik untuk meraihnya adalah dengan menghidupkan seluruh malam di akhir Ramadan dengan berbagai ibadah. Dengan persiapan yang baik dan niat yang tulus, semoga setiap Muslim dapat merasakan keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini. (anp)












