bernasnews – Naskah khutbah Jumat 6 Maret 2026 tentang Nuzulul Quran. Peristiwa penting bagi umat Islam pada 17 Ramadan.
Peristiwa turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Qur’an merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam. Peristiwa ini tidak hanya menandai turunnya kitab suci sebagai petunjuk hidup bagi manusia, tetapi juga menjadi titik awal pengangkatan Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul yang membawa risalah bagi seluruh umat manusia.
Pada bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, serta merenungi makna turunnya wahyu tersebut. Bagi sebagian kalangan, termasuk Muhammadiyah, peringatan Nuzulul Qur’an sering dikaitkan dengan tanggal 17 Ramadhan, sebuah momentum penting untuk mengingat kembali bagaimana Al-Qur’an hadir sebagai pedoman hidup.
Berikut ini contoh naskah khutbah Jumat 6 Maret 2026 dengan tema Nuzulul Quran yang Penuh Hikmah, yang dapat dijadikan referensi oleh para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada jamaah.
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ الْجَسِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik bagi setiap manusia untuk menghadapi kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad saw., kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan khutbah kali ini, marilah kita bersama-sama merenungkan sebuah peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadhan, yaitu Nuzulul Qur’an. Peristiwa ini merupakan saat ketika Al-Qur’an mulai diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
Artinya:
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang salah.”
Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi manusia. Ia menjadi penuntun yang menunjukkan jalan kebenaran sekaligus pembeda antara yang hak dan yang batil.
Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua tahap. Pertama, kitab suci ini diturunkan secara sekaligus dari Lauh Al-Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Setelah itu, wahyu tersebut diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad saw. melalui malaikat Jibril selama sekitar 23 tahun.
Proses turunnya wahyu secara bertahap ini memiliki hikmah yang sangat besar. Setiap ayat turun sesuai dengan kondisi dan peristiwa yang dihadapi oleh Nabi Muhammad saw. dan umat Islam pada saat itu. Dengan demikian, Al-Qur’an menjadi petunjuk yang relevan untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan manusia.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Peristiwa Nuzulul Qur’an bermula ketika Nabi Muhammad saw. sedang menyendiri di Gua Hira, tempat beliau biasa melakukan uzlah untuk merenungkan keadaan masyarakat di sekitarnya. Pada saat itulah malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama.
Ayat yang pertama kali diturunkan adalah Surah Al-Alaq ayat 1 sampai 5 yang berisi perintah membaca:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya:
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajarkan manusia dengan pena, Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Dalam riwayat sirah disebutkan bahwa ketika malaikat Jibril memerintahkan Nabi untuk membaca, beliau menjawab bahwa dirinya tidak bisa membaca. Perintah tersebut diulang beberapa kali hingga akhirnya Nabi mengikuti bacaan yang diajarkan oleh malaikat Jibril.
Peristiwa ini menandai dimulainya wahyu Al-Qur’an sekaligus pengangkatan Nabi Muhammad saw. sebagai utusan Allah bagi seluruh umat manusia.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Perintah “Iqra” atau membaca yang terdapat pada wahyu pertama memiliki makna yang sangat luas. Membaca tidak hanya berarti membaca tulisan, tetapi juga memahami berbagai tanda kebesaran Allah yang terdapat di alam semesta.
Membaca juga berarti memahami kondisi sosial, mempelajari ilmu pengetahuan, serta merenungi berbagai peristiwa kehidupan agar manusia dapat mengambil hikmah darinya.
Karena itu, Nuzulul Qur’an mengandung pesan penting bahwa umat Islam harus menjadi umat yang berilmu. Islam mendorong pemeluknya untuk belajar, meneliti, dan berpikir agar dapat memahami ciptaan Allah dan menjalani kehidupan dengan penuh kebijaksanaan.
Tanpa petunjuk Al-Qur’an, manusia ibarat seorang musafir yang berjalan di padang pasir tanpa arah. Ia mudah tersesat dan kehilangan tujuan hidup. Namun dengan Al-Qur’an, manusia memiliki panduan yang jelas dalam menentukan langkah hidupnya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Tidak hanya dengan membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita terus menjaga ketakwaan kepada Allah dengan memperbanyak amal saleh, menjaga shalat berjamaah, serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh agama.
Allah Swt. memerintahkan manusia untuk menegakkan keadilan, berbuat kebaikan, dan membantu sesama. Sebaliknya, Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan kezaliman.
إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Marilah kita juga memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw., sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
Ya Allah, ampuni dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Ya Allah, jauhkanlah negeri kami dari berbagai musibah, wabah penyakit, bencana, serta segala bentuk fitnah yang dapat merusak kehidupan manusia. Limpahkanlah kedamaian dan keselamatan bagi negeri Indonesia dan seluruh negeri kaum muslimin.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
(anp)












