bernasnews — Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Presiden ke-4 RI bersama lintas iman kembali menggelar kegiatan Sahur Keliling 2026, kali ini diselenggarakan di Grha Budaya Taman Budaya Embung Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Rabu (4/2/2026).
Acara sahur bersama tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan dan beberapa tokoh lintas iman. Juga dari beragam latar belakang sosial dan profesi, mulai dari komunitas ojek online, paguyuban becak Yogyakarta, mahasiswa, hingga masyarakat dari berbagai latar agama.
Dalam suasana yang hangat seluruh peserta duduk bersama tanpa sekat sosial, mencerminkan semangat persaudaraan lintas iman yang selama ini menjadi ciri khas Kota Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan dalam sambutannya mengemukakan, bahwa sahur bersama ini bukan sekadar agenda seremonial di bulan Ramadan 1447 H. Namun lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun profesi.
“Kegiatan sahur keliling ini juga menjadi bukti nyata bahwa nilai toleransi di Kota Yogyakarta terus hidup dan terpelihara,” kata Wawan Harmawan, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Ini bukan hanya tentang makan sahur bersama, tetapi tentang merawat kebersamaan. Di sini kita duduk sejajar, tanpa sekat, tanpa jarak. Inilah wajah Yogyakarta yang menjunjung tinggi toleransi dan kemanusiaan,” lanjutnya.
Orang nomor dua di Pemkot Yogyakarta menekankan, bahwa di tengah berbagai tantangan kemanusiaan dan dinamika demokrasi yang dihadapi bangsa, ruang-ruang dialog dan kebersamaan seperti ini menjadi sangat penting.
“Perjumpaan lintas iman mampu memperkuat rasa saling percaya dan memperkokoh persatuan,” tegas Wawan Harmawan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Hj. Shinta Nuriyah bukan sekadar figur publik, melainkan sosok yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, hak asasi manusia, serta demokrasi.
“Kehadirannya di Kota Yogyakarta, mempunyai makna yang mendalam. Beliau menjadi pengingat sekaligus penguat untuk terus merawat nilai toleransi, kemanusiaan, dan kebangsaan yang menjadi pijakan institusi dan masyarakat,” ujar Wawan Harmawan.
Pada kesempatan yang sama, Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menegaskan pentingnya saling menghormati dan menghargai di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan semangat gotong royong demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirawat dalam semangat kebersamaan. Kita harus saling menghormati, saling membantu, dan terus bergandengan tangan demi Indonesia yang damai,” pungkas istri Gus Dur, Presiden ke-4 RI
Kegiatan sahur keliling ini juga menjadi bukti nyata bahwa nilai toleransi di Kota Yogyakarta terus hidup dan terpelihara. (*/ ted)












