bernasnews – Banyak cara dapat dilakukan keluarga di masyarakat untuk terus merawat hubungan yang akrab di antara mereka. Momentum puasa Ramadhan 1447 H menjadi salah satu pilihan untuk melakukan hal itu melalui acara buka bersama atau bukber.
Salah satu keluarga yang melakukan acara bukber untuk mempererat tali persaudaraan itu adalah anggota Trah Margono – Siti Samtari. Di sela-sela kesibukan sehari-hari dan sebagian menunaikan ibadah puasa, mereka melakukan pertemuan di sebuah rumah makan di Jalan Solo Yogyakarta, Selasa (3/3/2026).
“Di antara kami cukup sering diundang buka bersama teman atau kenalan di berbagai tempat. Kebetulan ada anggota keluarga yang berlibur dari luar negeri ke Indonesia, yakni Jakarta dan Yogyakarta, ya kami manfaatkan untuk bertemu di Yogyakarta,” kata Ita Margono yang menjadi tuan rumah acara bersama puterinya Amabel yang datang dari Korea Selatan.
Kepada bernasnews, ibu dua orang putri dan seorang menantu itu mengatakan, keluarga Trah Margono – Siti Samtari berputera enam orang, empat laki-laki dan dua perempuan. Dia di posisi puteri ke lima. Dari enam anak generasi pertama itu, tinggal satu orang yang belum mantu atau menikahkan anaknya. Sedangkan yang lain sudah mengantarkan anak mereka untuk berkeluarga.
Menurut Ita, kalau ditotal anak, menantu, cucu dan buyut almarhum orangtuanya ada 43 orang. Mereka beraneka profesi dan kegiatan. Sebagian besar tinggal di Yogyakarta, namun ada juga yang di Bekasi, Jakarta, dan Korea Selatan. Mereka terjalin hubungan dan silaturahmi melalui sarana komunikasi dan kunjungan.
“Meski sebagian besar di antara kami tinggal satu kota, lebih tepatnya satu provinsi DIY, tapi karena kesibukan masing-masing maka perjumpaan atau pertemuan tidak dapat sering dilakukan. Oleh karena itu, kalau kami dapat bertemu seperti saat buka bersama ini, rasanya senang sekali,” kata ibu yang selalu tampil ceria ini.
Selain mencoba untuk merawat tali persaudaraan melalui trah keluarga langsung, dia dan sebagian saudaranya juga menjadi anggota trah keluarga dari ayah, ibu maupun menantu atau pasangan masing-masing. Ita Margono berharap, kebersamaan dan keakraban sebagai keluarga besar yang bermula dari enam orang bersaudara dapat terus terjaga.
Menurut dia, enam bersaudara putera puteri Margono – Siti Samtari itu adalah Anto, Bambang, Totok, Endang, Ita, dan SiBhe. Sebagian di antara mereka sudah memiliki cucu (mar)











