KUR Mandiri 2026: Plafon Rp10 Juta, Cek Cicilan Ringan untuk UMKM

Ilustrasi KUR Mandiri 2026 tabel angsuran plafon Rp10 juta. (Freepik.com)

bernasnews – Kabar menggembirakan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). PT Bank Mandiri Tbk resmi memperoleh alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp42 triliun untuk tahun 2026.

Angka ini meningkat dibandingkan kuota tahun sebelumnya yang mencapai Rp41 triliun. Tambahan alokasi tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, termasuk nasabah maupun non-nasabah, yang ingin mengembangkan usaha melalui pembiayaan bersubsidi pemerintah.

Salah satu yang banyak dicari adalah KUR Mandiri dengan plafon Rp10 juta, dinilai cocok untuk tambahan modal usaha skala kecil.

Alokasi KUR Mandiri 2026

Meningkat Senior Vice President Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan dalam keterangan resmi menjelaskan bahwa dari total Rp42 triliun tersebut, Rp41 triliun dialokasikan untuk KUR reguler.

Sementara Rp1 triliun lainnya disiapkan khusus untuk KUR perumahan atau kredit pemilikan rumah (KPR) bagi pelaku usaha.

Hingga Januari 2026, penyaluran KUR Mandiri telah mencapai Rp3,7 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada ribuan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Peningkatan alokasi ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam memperluas akses pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan bagi sektor produktif.

Fokus ke Sektor Produksi dan Ketahanan Pangan

Dari sisi penyaluran, KUR Mandiri masih didominasi sektor produksi dengan porsi sekitar 62 persen. Sektor ini meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, industri pengolahan.

Bank Mandiri juga memberikan prioritas pembiayaan pada sektor yang menjadi program strategis pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional. Tak hanya itu, pembiayaan turut diarahkan pada ekosistem usaha mikro yang menjadi pemasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelaku usaha yang bergerak sebagai pemasok minyak goreng, telur, sayur-mayur, hingga buah-buahan berpeluang memperoleh dukungan modal melalui skema KUR Mandiri 2026. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil.

Bunga Ringan 3 Persen per Tahun

Bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan modal usaha dalam jumlah terbatas, KUR Mandiri plafon Rp10 juta bisa menjadi pilihan. Skema ini menawarkan bunga rendah sebesar 3 persen per tahun atau sekitar 0,13 persen per bulan.

Suku bunga tersebut tergolong ringan karena telah mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga cicilan yang dibayarkan relatif terjangkau.

Pinjaman Rp10 juta ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan usaha, seperti menambah stok barang dagangan, membeli peralatan usaha, modal bahan baku produksi, renovasi kecil tempat usaha.

Tabel Angsuran KUR Mandiri 2026 Plafon Rp10 Juta

Berikut simulasi angsuran pinjaman Rp10 juta di KUR Mandiri 2026 berdasarkan tenor yang tersedia: 12 bulan: sekitar Rp840 ribu per bulan

18 bulan: sekitar Rp568 ribu per bulan

24 bulan: sekitar Rp429 ribu per bulan

36 bulan: sekitar Rp290 ribu per bulan

Semakin panjang tenor yang dipilih, nominal cicilan per bulan akan semakin ringan. Namun, total pembayaran bunga tentu akan lebih besar dibanding tenor yang lebih pendek. Calon debitur disarankan menyesuaikan tenor dengan kemampuan arus kas usaha agar pembayaran cicilan tetap lancar.

Tabel KUR Mandiri 2026 plafon Rp10 juta. (dok. Bank Mandiri)

Peluang Masih Terbuka, Siapkan Syaratnya

Dengan alokasi yang masih besar di awal tahun, kesempatan mengajukan KUR Mandiri 2026 masih terbuka lebar. Meski demikian, pengajuan tetap harus memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Secara umum, calon penerima KUR harus memiliki usaha produktif dan layak, tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain (kecuali kredit konsumtif tertentu), serta melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan.

Program ini menjadi solusi pembiayaan yang cukup diminati karena prosesnya relatif mudah, bunga rendah, dan ditujukan khusus untuk mendorong pertumbuhan UMKM. KUR Mandiri 2026 dapat menjadi alternatif pembiayaan yang realistis bagi pelaku usaha kecil yang ingin naik kelas.

Untuk mengetahui syarat dan cara pengajuan pinjaman KUR Mandiri 2026, simak penjelasan berikut. Bagi masyarakat yang berminat memanfaatkan program KUR Mandiri 2026, penting memahami persyaratan administrasi yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Secara umum, calon debitur wajib memiliki usaha produktif yang sudah berjalan serta melengkapi dokumen identitas dan legalitas usaha. Dokumen utama yang perlu disiapkan antara lain e-KTP, Kartu Keluarga (KK), serta Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) sebagai bukti legalitas usaha.

Untuk pinjaman dengan plafon di atas Rp50 juta, pemohon diwajibkan melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sementara itu, bagi yang sudah menikah atau pernah menikah, perlu menyertakan surat nikah atau surat cerai (jika ada).

Apabila mengajukan plafon di atas Rp100 juta, calon debitur juga harus melampirkan bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Khusus untuk skema KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI), pemohon wajib menambahkan dokumen perjanjian kerja di luar negeri sebagai syarat utama.

Setelah seluruh dokumen lengkap, pengajuan KUR Mandiri 2026 dapat dilakukan melalui dua jalur resmi. Pertama, calon debitur bisa datang langsung ke kantor cabang atau unit mikro PT Bank Mandiri Tbk terdekat untuk berkonsultasi sekaligus menyerahkan berkas permohonan.

Petugas bank akan membantu proses verifikasi dan survei usaha. Kedua, masyarakat juga dapat menghubungi Mandiri Call di nomor 14000 untuk memperoleh informasi awal mengenai produk, simulasi pinjaman, serta arahan prosedur pengajuan sebelum datang ke kantor cabang.

Dengan memahami syarat dan mekanisme pengajuan tersebut, calon pelaku usaha dapat mempersiapkan diri lebih matang sehingga proses persetujuan KUR Mandiri 2026 berjalan lebih lancar. (anp)